Mengendus Sisi Gelap Penjara Cooma, Satu-satunya Lapas Bagi Kaum Gay Di Dunia

Bangun Santoso

Kamis, 12 Mei 2022 | 14:18 WIB
Mengendus Sisi Gelap Penjara Cooma, Satu-satunya Lapas Bagi Kaum Gay Di Dunia
Ilustrasi penjara.[Unsplash/Emiliano Bar]

Undang-undang baru yang kejam, pada 1955, telah menindak keras homoseksualitas. Aturan hukum itu muncul akibat tekanan dari komisaris polisi negara bagian, Colin Delaney, yang menurut jaksa agung saat itu, merasa "bahwa revisi undang-undang (di masa itu) adalah kebutuhan mendesak untuk memerangi kejahatan".

"Klausul baru termasuk 'ajakan' - seorang laki-laki dapat ditangkap hanya karena mengobrol dengan laki-laki lain," kata sejarawan Garry Wotherspoon kepada BBC. "Perubahan secara legislatif ini sangat luas dalam serangan mereka terhadap kebebasan sipil laki-laki yang dianggap memiliki hasrat homoerotik."

Kejahatan penyelundupan dikenakan hukuman 14 tahun. Percobaan penyelundupan dikenakan hukuman selama lima tahun, dan dalam tindakan yang lebih keras, sebuah klausa menyatakan "dengan atau tanpa persetujuan orang tersebut".

Garry Wotherspoon dan siniar The Greatest Menace menyebut ada bukti bahwa polisi bertindak sebagai "agen provokator" untuk menghasut para laki-laki melakukan tindakan homoseksual.

"Mereka akan menggunakan polisi, yang menarik secara seksual, untuk menjebak laki-laki gay dengan membujuk mereka berhubungan seks, biasanya di toilet umum," kata Wotherspoon.

Ilustrasi penduduk Kota Cooma di  New South Wales, Australia. (Foto: AFP)
Ilustrasi penduduk Kota Cooma di New South Wales, Australia. (Foto: AFP)

Pada 1958, pemerintah NSW mengumumkan komite penyelidikan tentang "penyebab dan pengobatan homoseksualitas". Komite itu melibatkan "para ahli di bidang kedokteran, psikiatri, penologia, dan kesejahteraan sosial dan moral", kata sebuah pernyataan.

Termasuk dua pendeta agama, dua staf senior sistem pemasyarakatan, dan dua akademisi dari University of Sydney.

Pernyataan itu juga menyebut penjara Cooma sebagai "lembaga khusus untuk menghukum para pelanggar kejahatan homoseksual" yang akan "memfasilitasi penyelidikan".

Ketika "evaluasi ilmiah dari masalah dan kemungkinan solusi" telah ditemukan, Downing mengatakan, "pemerintah menganggap bahwa masalah harus dipecahkan dengan kekuatan".

baca juga

"Kami tahu psikiater mengajukan pertanyaan seperti 'apakah pengaruh ibumu membuat kamu tidak menyukai perempuan lainnya?' dan menyimpulkan bahwa 'pola asuh' adalah "penyebab utama homoseksualitas," kata kreator siniar, sekaligus jurnalis, Patrick Abboud, yang telah menghabiskan bertahun-tahun meneliti penjara tersebut.

"Kami tahu mereka gagal dalam misi memberantas homoseksualitas karena siniar kami mengungkapkan para laki-laki gay itu melanjutkan hubungan mereka di penjara. Beberapa bahkan menyinggung untuk bersatu kembali dengan pacar mereka di dalam penjara."

Laporan yang sulit dimengeri itu tidak pernah ditemukan, sesuatu yang dikatakan Abboud seperti "ditutup-tutupi".

Wotherspoon menyetujui pernyataan tersebut.

Cooma merupakan kota yang dihuni sekitar 7.000 orang.

Tidak jelas kapan tahanan homoseksual tidak lagi dikirim ke Cooma. "Banyak arsip dihapus atau dihancurkan," kata Wotherspoon.

Lembaga Pemasyarakatan serta Departemen Masyarakat dan Kehakiman NSW menolak mengomentari tuduhan ini, dengan alasan "sifat historis" mereka.

Abboud percaya para narapidana gay mungkin dikirim ke sana sampai awal 1980-an, mengutip pernyataan pada 1982 dari menteri pemasyarakatan, yang mengklaim kebijakan itu masih berlaku.

Pelaku kejahatan seksual juga dikirim ke Cooma. Menurut Abboud, hal ini semakin menimbulkan stigma bagi pada narapidana gay.

Wotherspoon mengatakan, dalam debat akademis RUU Diskriminasi Agama yang mengancam adanya kemungkinan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual, sejarah baru-baru ini membawa peringatan serius.

"Kewaspadaan yang terus menerus diperlukan untuk memastikan kita tidak mundur," katanya. (Sumber: BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis LGBTQ Sayangkan Permintaan Maaf dan Penghapusan Konten Ragil-Fred

Aktivis LGBTQ Sayangkan Permintaan Maaf dan Penghapusan Konten Ragil-Fred

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 12:54 WIB

Kisah Seorang Gay Insaf dalam Novel Tuhan Tidak Pernah Iseng

Kisah Seorang Gay Insaf dalam Novel Tuhan Tidak Pernah Iseng

Your Say | Kamis, 12 Mei 2022 | 12:09 WIB

Deddy Corbuzier Dan LGBT Di Mata Mahfud MD, Bicara Soal Sanksi Heteronom Dan Otonom

Deddy Corbuzier Dan LGBT Di Mata Mahfud MD, Bicara Soal Sanksi Heteronom Dan Otonom

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 10:50 WIB

Undang 2 Pemersatu Rakyat Usai Ribut LGBT, Deddy Corbuzier Dianggap 'Cuci Tangan'

Undang 2 Pemersatu Rakyat Usai Ribut LGBT, Deddy Corbuzier Dianggap 'Cuci Tangan'

Entertainment | Kamis, 12 Mei 2022 | 10:27 WIB

Dicap Liberal Setelah Podcast Pasangan Gay Deddy Corbuzier Viral, Gus Miftah: Tolak Ukurnya Apa?

Dicap Liberal Setelah Podcast Pasangan Gay Deddy Corbuzier Viral, Gus Miftah: Tolak Ukurnya Apa?

Sumsel | Kamis, 12 Mei 2022 | 10:25 WIB

Merinding! Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Hukuman Orang yang Berbuat LGBT Sangat Pedih

Merinding! Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Hukuman Orang yang Berbuat LGBT Sangat Pedih

Jawa Tengah | Kamis, 12 Mei 2022 | 08:31 WIB

Buntut Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay Ragil Mahardika, Pengamat Ini Desak Kode Etik Podcast Dirumuskan

Buntut Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay Ragil Mahardika, Pengamat Ini Desak Kode Etik Podcast Dirumuskan

Sumbar | Kamis, 12 Mei 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×