Bukan Soal Kontroversi, Ini Alasan Soeharto Disebut Layak Dihargai Sebagai Pahlawan Nasional

Bangun Santoso

Minggu, 09 November 2025 | 18:11 WIB
Bukan Soal Kontroversi, Ini Alasan Soeharto Disebut Layak Dihargai Sebagai Pahlawan Nasional
Mantan Presiden Indonesia, Soeharto. [Ist]
baca 10 detik
  • Soeharto dinilai berhasil meletakkan fondasi pembangunan Indonesia modern melalui program Repelita dan GBHN, yang sukses menciptakan stabilitas politik dan ekonomi pasca-krisis 1965
  • Pencapaian swasembada pangan yang diakui dunia dan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan menjadi bukti konkret kepemimpinan Soeharto yang visioner dan berorientasi pada hasil
  • Usulan gelar pahlawan dipandang sebagai momentum rekonsiliasi sejarah untuk mengakui jasa besar Soeharto, tanpa mengabaikan sisi kontroversial pemerintahannya

Suara.com - Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Kedua RI, Soeharto, kembali mengemuka, mendorong publik untuk melihat warisannya secara utuh di luar bayang-bayang kontroversi yang menyelimutinya. Penilaian ini berfokus pada peran sentral Soeharto dalam meletakkan fondasi kemajuan Indonesia modern.

Di tengah perdebatan yang kerap memanas, muncul pandangan bahwa jasa-jasa Soeharto dalam pembangunan bangsa merupakan alasan kuat yang tak bisa dikesampingkan.

Menurut Razikin Juraid, Ketua Bidang Politik DPP KNPI sekaligus Presiden Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum (KMMIH) Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta, kepemimpinan Soeharto terbukti mampu membawa Indonesia keluar dari situasi kritis.

"Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil keluar dari krisis politik dan ekonomi pasca-1965, menegakkan stabilitas nasional, serta mencapai swasembada pangan, sebuah prestasi besar yang diakui dunia," ujar Razikin dikutip Minggu (9/11/2025).

Ia menambahkan bahwa pada era Orde Baru, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan yang stabil berhasil menjadikan Indonesia sebagai kekuatan yang disegani di kawasan Asia Tenggara.

Kemampuan Soeharto menjaga keutuhan bangsa di tengah ancaman perpecahan dan kompleksitas geopolitik era Perang Dingin juga menjadi catatan penting dalam kepemimpinannya.

Pondasi pembangunan yang sistematis diletakkan Soeharto melalui program Pembangunan Jangka Panjang yang terstruktur dalam Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Program-program inilah yang menjadi kompas pembangunan nasional, tidak hanya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai pedoman keberlanjutan hingga dekade-dekade berikutnya.

Keberhasilan mencapai ketahanan pangan dan menekan angka kemiskinan secara signifikan pada masa awal pemerintahannya dinilai sebagai cerminan kepemimpinan yang visioner, pragmatis, dan berorientasi pada hasil nyata bagi rakyat.

baca juga

Penganugerahan gelar pahlawan, menurut pandangan ini, bukanlah upaya untuk menghapus sisi kelam sejarah, melainkan sebuah langkah rekonsiliasi. Ini adalah bentuk pengakuan atas jasa besar seorang tokoh, sekaligus menjadi cermin bagi perjalanan panjang demokrasi Indonesia.

Dia menambahkan, sejarah mencatat, pahlawan sejati bukanlah sosok tanpa cela, melainkan mereka yang meninggalkan warisan abadi bagi kemajuan bangsa dan negaranya.

"Soeharto telah memberikan arah, struktur, dan sistem yang membawa Indonesia memasuki fase pembangunan nasional terpanjang dan paling konsisten dalam sejarahnya," katanya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surya Paloh: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional, Pro Kontra Urusan Nanti

Surya Paloh: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional, Pro Kontra Urusan Nanti

News | Minggu, 09 November 2025 | 16:10 WIB

Mensos Sambut Positif Wacana Mantan Presiden Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Ambil yang Baik-Baik!

Mensos Sambut Positif Wacana Mantan Presiden Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional: Ambil yang Baik-Baik!

News | Minggu, 09 November 2025 | 11:42 WIB

Siapa Sam Ratulangi? Pahlawan Nasional, Jurnalis, dan Tokoh Pergerakan yang Diasingkan Belanda

Siapa Sam Ratulangi? Pahlawan Nasional, Jurnalis, dan Tokoh Pergerakan yang Diasingkan Belanda

Lifestyle | Minggu, 09 November 2025 | 11:32 WIB

Hadirkan Pemerataan Pembangunan Sampai ke Papua, Soeharto Dinilai Layak Sandang Pahlawan Nasional

Hadirkan Pemerataan Pembangunan Sampai ke Papua, Soeharto Dinilai Layak Sandang Pahlawan Nasional

News | Sabtu, 08 November 2025 | 17:05 WIB

Blak-blakan Sebut Soeharto Diktator, Cerita 'Ngeri' Putri Gus Dur Dihantui Teror Orba Sejak SMP

Blak-blakan Sebut Soeharto Diktator, Cerita 'Ngeri' Putri Gus Dur Dihantui Teror Orba Sejak SMP

News | Sabtu, 08 November 2025 | 18:43 WIB

Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!

Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!

News | Sabtu, 08 November 2025 | 18:14 WIB

Jokowi Dukung Gelar Pahlawan, Gibran Puji-puji Jasa Soeharto Bapak Pembangunan

Jokowi Dukung Gelar Pahlawan, Gibran Puji-puji Jasa Soeharto Bapak Pembangunan

News | Sabtu, 08 November 2025 | 15:35 WIB

Terkini

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

×