Jurnalis Ditembak Saat Meliput Penyerbuan Israel, Siapa Shireen Abu Aqla?

Siswanto, BBC

Kamis, 12 Mei 2022 | 18:13 WIB
Jurnalis Ditembak Saat Meliput Penyerbuan Israel, Siapa Shireen Abu Aqla?
Shireen Abu Aqla [BBC]

Suara.com - Wartawati kondang berdarah Palestina-Amerika Shireen Abu Aqla tewas ditembak saat meliput serangan Israel di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa Abu Aqla meninggal dunia setelah menderita luka berat di kepala saat ia meliput penyerbuan aparat keamanan Israel di sebuah kamp pengungsi di kota Jenin untuk stasiun televisi Al-Jazeera pada hari Rabu pagi (11/05).

Al-Jazeera, yang berbasis di Qatar, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa korespondennya itu dibunuh "dengan sengaja" dan "dengan darah dingin" oleh pasukan Israel.

Jaringan media itu juga mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa "penembak jitu sengaja menembak Shireen di kepala, meskipun perempuan itu mengenakan rompi dan helm yang jelas bertuliskan 'pers'".

Jenazah Abu Aqla disemayamkan di kompleks kantor presiden Palestina (Muqata'a) di Ramallah sebelum dibawa ke Yerusalem untuk dimakamkan pada Kamis (12/05).

Baca juga:

Perdana Menteri Israel mengatakan "kemungkinan besar" rombongan Al-Jazeera itu ditembak oleh orang-orang bersenjata dari pihak Palestina selama baku tembak.

Peristiwa ini terjadi saat kekerasan antara Israel dan Palestina kembali memanas.

Siapakah Shireen Abu Aqla?

Shireen Abu Aqla lahir pada Januari 1971 di Yerusalem. Dia lulus dari Sekolah Menengah Rosary Sisters di permukiman Beit Hanina, Yerusalem.

baca juga

Awalnya ia belajar arsitektur di Jordan University of Science and Technology. Ia kemudian memperoleh gelar Sarjana media dan jurnalisme dari Universitas Yarmouk di Yordania, dengan spesialisasi media cetak.

Setelah lulus, Shireen bekerja di beberapa organisasi media di wilayah Palestina, termasuk jaringan radio Voice of Palestine dan Amman TV. Ia bergabung dengan Al-Jazeera pada tahun 1997 - setahun setelah peluncurannya - dan menjadi salah satu koresponden lapangan pertama saluran tv tersebut.

Abu Aqla menjadi terkenal selama 25 tahun terakhir, dengan meliput banyak peristiwa dalam konflik Palestina-Israel. Ini termasuk pemberontakan Intifada Palestina pada tahun 2000, dan penyerbuan Israel di Kamp Pengungsi Jenin dan kota Tol Karam pada tahun 2002. Ia juga meliput operasi Israel dan serangan udara di Jalur Gaza selama beberapa tahun terakhir.

Shireen juga merupakan reporter Arab pertama yang mendapat akses ke penjara Ashkelon, di dekat Gaza, pada tahun 2005. Di sana, ia menemui para tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman penjara yang panjang oleh pengadilan Israel.

Abu Aqla mengatakan bahwa kunjungannya ke penjara adalah pengalaman yang sangat berbekas baginya, setelah ia menyaksikan secara langsung kondisi warga Palestina di penjara-penjara Israel.

Dalam wawancara sebelumnya yang ia rekam dengan Al Jazeera, Abu Aqla mengatakan bahwa pasukan Israel selalu menuduhnya meliput dari zona militer. Ia menambahkan bahwa ia selalu merasa menjadi sasaran dan tidak henti-hentinya berselisih dengan pasukan Israel dan pemukim bersenjata.

Dalam video promosi yang disiarkan Al Jazeera pada Oktober 2021, menandai ulang tahun ke-25 saluran tersebut, Abu Aqla mengatakan: "Saya memilih jurnalisme supaya dekat dengan masyarakat. Mungkin tidak mudah bagi saya untuk mengubah kenyataan, tapi setidaknya saya bisa mengangkat suara mereka kepada dunia ... Saya Shireen Abu Aqla."

Apa yang terjadi?

Pada Rabu pagi, Abu Aqla pergi ke kamp pengungsi Jenin untuk melaporkan penyerbuan pasukan keamanan Israel. Menurut militer Israel, aksi itu dilakukan untuk menangkap "tersangka teroris".

"Selama aksi itu, puluhan pria Palestina bersenjata menembaki dan melemparkan alat peledak ke arah tentara. Para prajurit merespons dengan tembakan ke arah orang-orang bersenjata dan mengenai beberapa orang," kata sebuah pernyataan militer.

Kementerian kesehatan Palestina mengatakan Abu Aqla terkena peluru tajam di kepala selama serangan itu. Ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal.

Wartawan Palestina lainnya, produser Al Jazeera Ali Samoudi, ditembak dari belakang dan sudah berada dalam kondisi stabil di rumah sakit, imbuh kementerian kesehatan.

"Kami berniat memfilmkan operasi tentara Israel dan tiba-tiba mereka menembak kami tanpa meminta kami untuk pergi atau berhenti syuting," kata Samoudi. "Peluru pertama mengenai saya dan peluru kedua mengenai Shireen.

"Tidak ada perlawanan militer Palestina sama sekali di tempat kejadian," imbuhnya.

Video penembakan menunjukkan Abu Aqla mengenakan jaket antipeluru berwarna biru yang jelas-jelas bertulisan "pers", serta helm.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengutuk penembakan Abu Aqla dan Samoudi dan menuduh bahwa itu adalah "bagian dari kebijakan pendudukan yang menyasar wartawan untuk mengaburkan kebenaran dan melakukan kejahatan secara diam-diam".

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuduh Abbas membuat "tuduhan tak berdasar".

"Menurut informasi yang kami kumpulkan, tampaknya orang-orang bersenjata Palestina - yang menembak tanpa pandang bulu pada saat itu - bertanggung jawab atas kematian jurnalis yang malang itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Orang-orang Palestina di Jenin bahkan terekam sedang membual: 'Kami menembak seorang tentara; dia terbaring di tanah." Namun, tidak ada tentara [Israel] yang terluka, yang memperbesar kemungkinan bahwa teroris Palestina adalah orang-orang yang menembak wartawan."

Kementerian luar negeri Israel dan militer Israel melampirkan sebuah video dalam cuitannya yang menunjukkan seorang pria bersenjata Palestina menembaki sebuah gang di kamp Jenin.

Namun, kelompok hak asasi manusia Israel B'Tselem belakangan mengatakan penyelidikannya di Jenin menyimpulkan bahwa tembakan Palestina yang terlihat dalam video itu tidak mungkin merupakan tembakan yang mengenai Abu Aqla dan Samoudi.

Menanggapi komentar tersebut, kementerian luar negeri Israel menekankan bahwa "tidak ada klaim bahwa tembakan dalam klip itu menewaskan" Abu Aqla.

Komandan militer Israel Letnan Jenderal Aviv Kohavi sementara itu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: "Pada tahap ini, tidak mungkin untuk menentukan siapa yang menembaknya dan kami turut berduka atas kematiannya."

Bennett juga mengatakan Israel telah meminta Otoritas Palestina untuk melakukan post mortem dan penyelidikan bersama untuk mendapatkan kebenaran. Ia mengklaim bahwa para pejabat Palestina sejauh ini menolak tawaran itu, namun seorang menteri Palestina mengatakan tidak ada kontak dari Israel tentang penyelidikan bersama.

Militer Israel kerap melakukan penggerebekan di kamp pengungsi Jenin. Aktivitas itu meningkat baru-baru ini menyusul gelombang serangan oleh warga Arab Israel dan Palestina di jalan-jalan Israel dan Tepi Barat dalam beberapa pekan terakhir yang telah menewaskan 17 warga Israel dan dua warga Ukraina.

Setidaknya 26 warga Palestina tewas - termasuk beberapa penyerang yang ditembak mati saat melakukan serangan, atau militan dan warga sipil tewas selama serangan dan konfrontasi Israel di Tepi Barat.

Operasi Israel berpusat di distrik Jenin, tempat asal empat warga Palestina yang melakukan serangan di Israel.

Kecaman dari berbagai negara

Kecaman datang dari banyak negara. AS mengecam pembunuhan jurnalis Al Jazeera itu sembari menyerukan penyelidikan. "Kami serukan adanya penyelidikan menyeluruh," kata Deputi Juru Bicara Gedung Putih, Karen Jean-Pierre.

Sedangkan Asisten Menteri Luar Negeri Qatar, Lulwa Al-Khater, Rabu mengatakan bahwa penembakan Abu Aqla itu adalah kejahatan yang keji dan daftar panjang aksi jahat pendudukan Israel "karena mereka menembak jurnalis itu di kepalanya saat mengenakan jaket bertuliskan 'pers.'"

Pembunuhan itu juga dikecam Kementerian Luar Negeri Mesir dan dianggap "melanggar atuan dan prinsip hukum kemanusiaan serta melecehkan kebebasan pers dan media."

Sementara seorang juru bicara Uni Eropa, seperti diberitakan Al Jazeera, mengaku pihaknya terkejut atas pembunuhan Shireen Abu Aqla saat sedang menjalankan tugas jurnalistiknya sehingga "kami menyerukan adanya investigasi independen."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Video Jurnalis Australia Ditembak Polisi Indonesia

CEK FAKTA: Video Jurnalis Australia Ditembak Polisi Indonesia

News | Senin, 08 September 2025 | 21:18 WIB

Lagi! Seorang Wartawan Tewas Ditembak Di Meksiko

Lagi! Seorang Wartawan Tewas Ditembak Di Meksiko

News | Kamis, 30 Juni 2022 | 08:20 WIB

Terkini

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

×