Bagaimana Rusia Percepat Ekspansi NATO di Skandinavia

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Senin, 16 Mei 2022 | 13:20 WIB
Bagaimana Rusia Percepat Ekspansi NATO di Skandinavia
DW

Suara.com - Moskow mengancam bakal membalas jika Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO. Kedua negara dengan cepat menanggalkan prinsip non-blok demi mengamankan perbatasannya dari ancaman Rusia.

Setelah Finlandia mengumumkan niat bergabung dengan NATO, Kamis (12/5), Rusia memperingatkan penempatan infrastruktur NATO di perbatasannya akan dibalas dengan "langkah teknis militer,” tulis Kementerian Luar Negeri di Moskow.

Pengumuman oleh pemerintah di Helsinki itu menandakan perubahan terbesar pada arsitektur keamanan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Karena sejak dikalahkan Uni Sovyet hampir 80 tahun lalu, Finlandia mengadopsi doktrin netralitas yang berlaku hingga kini. Adapun Swedia, yang diperkirakan bakal mengumumkan niat serupa dalam beberapa hari ke depan, sebelumnya tidak pernah menjalin aliansi militer selama lebih dari 200 tahun. "Anda (Rusia) yang menyebabkan ini, lihat lah di cermin” kata Presiden Finlandia, Sauli Niinsto, Kamis kemarin.

Invasi Rusia terhadap Ukraina turut mengubah persepsi publik di kedua negara terkait keamanan di Eropa. Dukungan bagi keanggotaan NATO di Finlandia yang selama ini hanya sebesar 20-30 persen, kini melampaui angka 70 persen dalam jajak pendapat terakhir.

Ekspansi tercepat NATO Jika deklarasi pemerintahan kedua negara didukung oleh masing-masing parlemen, proses penerimaan keanggotaan Finlandia dan Swedia diyakini akan berlangsung singkat.

Pasalnya kedua negara dianggap sudah memenuhi kriteria keanggota NATO, yakni sistem demokrasi yang kokoh, kapablitas militer yang tinggi dan tidak sedang berperang dengan negara lain.

Terlebih, Finlandia dan Swedia selama ini sudah dikenal sebagai sekutu dekat NATO. Belum lama ini, Finlandia mengumumkan pembelian belasan jet tempur teranyar AS, F-35.

Untuk memuluskan proses, Pemerintah di Helsinki juga sudah mematok anggaran pertahanan menjadi sebesar dua persen dari PDB, sesuai target yang ditetapkan NATO. Langkah serupa diikuti Swedia yang menetapkan kenaikan berkala anggaran militer hingga 2028.

Namun begitu, proses penerimaan keanggotaan NATO bagi kedua negara tetap akan memakan waktu selama beberapa bulan. Pukulan bagi Rusia Ekspansi NATO di Skandinavia menempatkan Rusia dalam posisi terkepung oleh NATO, dari Lingkar Arktik hingga Laut HItam.

Ironisnya, perluasan itulah yang ingin dicegah Presiden Vladimir Putin dengan menginvasi Ukraina. Moskow sejauh ini belum memberikan respons yang dramatis terhadap langkah Swedia dan Finlandia, kecuali betapa Rusia "akan terpaksa membalas dengan langkah teknis militer dan kebijakan serupa untuk meredam munculnya ancaman terhadap keamanan nasional,” tulis Kementerian Luar Negeri.

Rusia mengisyaratkan aksi militer akan diambil bergantung pada penumpukan infrastruktur NATO di dekat perbatasannya. Moskow berang bahwa pengiriman senjata NATO kepada Ukraina berhasil meminimalisir daya gebuk militernya. "Risikonya akan selalu ada bahwa konflik ini berubah menjadi perang nuklir besar-besaran,” kata Dmitry Medvedev, Wakil Direktur Dewan Keamanan Nasional Rusia. "Skenario tersebut akan menjadi bencana bagi semua,” imbuhnya. rzn/vlz (ap, afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arsenal ke Madrid Tanpa Tiga Bintang, Arteta Dipaksa Rombak Skuad Jelang Duel Lawan Atletico

Arsenal ke Madrid Tanpa Tiga Bintang, Arteta Dipaksa Rombak Skuad Jelang Duel Lawan Atletico

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 19:47 WIB

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:44 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Belanja Hemat di Akhir Bulan, Ada Promo Sogo Payday Deals Bersama BRI

Belanja Hemat di Akhir Bulan, Ada Promo Sogo Payday Deals Bersama BRI

Bri | Rabu, 29 April 2026 | 19:38 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Nikmati Penawaran Eksklusif Sogo Beauty Festivity Bersama BRI

Nikmati Penawaran Eksklusif Sogo Beauty Festivity Bersama BRI

Bri | Rabu, 29 April 2026 | 19:28 WIB

Nova Arianto Panggil 7 Pemain Diaspora untuk Hadapi Piala AFF U-19 2026, Termasuk Matthew Baker

Nova Arianto Panggil 7 Pemain Diaspora untuk Hadapi Piala AFF U-19 2026, Termasuk Matthew Baker

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 19:21 WIB

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Foto | Rabu, 29 April 2026 | 19:20 WIB

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Foto | Rabu, 29 April 2026 | 19:19 WIB

Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar

Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:44 WIB

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:07 WIB

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral

News | Rabu, 29 April 2026 | 19:03 WIB

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:58 WIB

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:52 WIB

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:46 WIB

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:38 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB