Wajah-wajah Figur Publik Dicuri Akun Medsos Palsu untuk Dukung Putin

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 17 Mei 2022 | 09:47 WIB
Wajah-wajah Figur Publik Dicuri Akun Medsos Palsu untuk Dukung Putin
BBC

Suara.com - Seorang pemengaruh India, ER Yamini, tidak pernah mencuit di Twitter sepanjang hidupnya karena dia lebih suka mengembangkan basis pengikutnya yang besar di Instagram dan YouTube.

Namun pada awal Maret lalu, sebuah akun Twitter yang menggunakan foto Yamini dengan cuitan: "#IStandWithPutin. Persahabatan Sejati" sambil menyertakan video dua pria berpelukan, yang satu mewakili India dan yang satunya lagi mewakili Rusia.

Yamini mengatakan dia tidak mendukung Rusia maupun Ukraina dalam perang yang tengah berlangsung saat ini. Temuan itu membuat dia khawatir akan reaksi para penggemarnya.

"Kalau mereka melihat twit itu, apa yang akan mereka pikirkan mengenai saya?" kata dia. "Seharusnya mereka tidak menggunakan foto saya di profil itu."

Akun palsu tersebut merupakan bagian dari jejaring yang mempromosikan Presiden Rusia Vladimir Putin di Twitter.

Akun-akun dari jejaring itu menggunakan tagar #IStandWithPutin dan #IStandWithRussia pada 2 dan 3 Maret.

Twit-twit itu berhasil menjadi topik populer khususnya di negara-negara bagian selatan seperti India, Pakistan, Afrika Selatan, serta Nigeria dan menunjukkan dukungan untuk perang.

Sebagian dari aktivitas di Twitter yang terlacak merupakan konten organik. Itu artinya, konten-konten itu diproduksi oleh orang-orang yang nyata dan menggambarkan dukungan yang tulus untuk Putin dan Rusia dari sejumlah negara.

Tetapi banyak dari profil-profil lainnnya nampak tidak autentik, mereka me-retweet pesan dalam jumlah banyak, dan membuat beberapa konten original yang muncul belakangan ini.

"Konten-konten itu kemungkinan dibuat oleh bot menggunakan profil palsu atau akun yang diretas, yang secara artifisial memperkuat dukungan untuk Putin di negara-negara tersebut," kata Carl Miller, salah satu pendiri CASM Technology, sebuah perusahaan yang meneliti kejahatan daring dan disinformasi.

Baca juga:

CASM Technology melacak 9.907 profil yang mempromosikan dukungan untuk Rusia pada 2 dan 3 Maret dalam berbagai bahasa. Lebih dari 1.000 akun memiliki ciri seperti spam.

BBC menginvestigasi ratusan akun yang tampak tidak autentik ini. Temuan kami mempertegas dugaan Miller, bahwa akun-akun tersebut mencoba tampil sebagai akun asli, namun sebetulnya merupakan akun palsu.

Dengan metode pencarian gambar terbalik, kami menemukan bahwa foto yang digunakan oleh akun-akun tersebut diambil dari akun para selebriti, pemengaruh media sosial, hingga pengguna biasa yang tidak menyadari bahwa foto mereka dimanfaatkan untuk mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Kami belum mengetahui siapa yang membuat akun-akun itu dan apakah mereka berkaitan dengan pemerintah Rusia.

Sebuah akun bernama Preety Sharma misalnya, menyatakan dalam bio-nya bahwa dia adalah seorang "model dan pengusaha" asal India, namun kini berada di Miami.

Akun itu dibuat pada 26 Februari 2022 atau dua hari setelah invasi Rusia ke Ukraina dimulai. "Putin adalah orang baik," tulis salah satu twit yang dia retweet.

Namun perempuan yang fotonya digunakan pada akun tersebut sebetulnya berada di belahan dunia lain.

Perempuan di foto itu yang sebenarnya adalah Nicole Thorne, seorang pemengaruh media sosial di Australia dengan 1,5 juta pengikut di Instagram. Thorne yang asli jarang menggunakan akun Twitter aslinya.

Akun lainnya mencoba muncul dengan profil sebagai penyanyi India, Raja Gujjar. Twit pertama di akun itu diunggah pada 24 Februari 2022, bertepatan dengan hari pertama invasi Rusia.

Sebanyak 178 twit di akun itu merupakan hasil retweet, yang mengindikasi bahwa akun tersebut menggunakan bot.

BBC telah menghubungi Thorne dan Gujjar, dan keduanya mengonfirmasi bahwa akun tersebut bukan milik mereka.

Meski demikian, tidak semua akun yang kami selidiki tidak autentik meskipun secara sekilas ciri-cirinya sangat mirip akun yang menggunakan bot.

Sebagai contoh, satu profil yang dibuat pada Februari 2022 dan pertama kali mengetwit pada 2 Maret. Akun ini tidak memiliki pengikut, namun ketika BBC mencoba menelusuri gambar yang digunakan pada profilnya, muncul akun seorang pemuda India di Linkedin.

Akun itu ternyata asli dan dibuat oleh seorang insinyur penerbangan bernama Senthil Kumar.

Kami menanyakan mengapa Kumar membuat akun Twitter hanya untuk me-retweet pesan pro-Rusia.

"Biasanya saya membuka Twitter untuk melihat topik apa yang sedang hangat. Jadi saya melihat unggahan ini dan langsung me-retweet," kata Kumar.

Dia mengatakan Rusia telah mendukung India di masa lalu, sehingga orang India harus mendukung Rusia saat ini. Akun Twitter itu juga baru dia buat karena dia lupa dengan kata sandi pada akun sebelumnya.

Bukan Barat

Akun-akun tersebut juga mengetwit kritikan terhadap negara-negara Barat, mengungkapkan solidaritas antara apa yang mereka sebut sebagai negara-negara Brics (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) dan menawarkan dukungan langsung kepada Putin.

"Kami berlandas gagasan bahwa kampanye informasi ini akan diarahkan ke Barat, namun tidak ada akun yang ditujukan ke Barat atau berasal dari Barat," kata Miller.

Untuk mengidentifikasi apa yang tampak seperti sekelompok akun tidak autentik, kata Miller, peneliti mengecek tanggal pembuatan akun, pola twit yang "tidak manusiawi" misalnya mengetwit selama 24 jam dalam sehari, serta topik-topik yang ditwit.

"Tidak satu pun dari akun-akun ini nampak jelas mencurigakan, namun ketika semuanya digabungkan baru kita bisa melihat jejaring yang mencurigakan," kata Miller.

Tidak adanya foto profil yang asli juga bisa menjadi penanda.

Dari sampel 100 akun yang dilacak oleh CASM, BBC menemukan bahwa 41 di antaranya tidak menggunakan foto profil.

Sebanyak 30 akun lainnya menggunakan gambar ilustrasi atau foto sosok tertentu seperti Putin dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Hanya seperempat di antaranya yang memiliki foto profil yang menggambarkan orang yang tampak nyata, meski beberapa di antaranya pun foto curian.

Twitter melarang peniruan identitas atas "individu, kelompok, atau organisasi untuk menyesatkan, membuat bingung, atau menipu orang lain".

Twitter mengatakan kepada BBC bahwa sejak perang dimulai, mereka telah menghapus lebih dari 100.000 akun karena pelanggaran manipulasi platform dan kebijakan spam, termasuk menangguhkan akun-akun yang terkait dengan tagar #IStandWithRussia dan #IStandWithPutin.

Twitter mengatakan telah menyelidiki dan menangguhkan ratusan akun yang ditermukan oleh penelitian CASM yang dikirim oleh BBC, termasuk 11 dari 12 akun yang secara khusus kami tandai karena menggukana foto profil orang lain.

Namun, tidak ditemukan bukti jejaring luas untuk memperkuat sentimen secara artifisial seputar perang Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:34 WIB

Kejurnas Passion Drift 2026 Bandung: Drifter Kembar 13 Tahun Bikin Geger Kelas PRO AM

Kejurnas Passion Drift 2026 Bandung: Drifter Kembar 13 Tahun Bikin Geger Kelas PRO AM

Sport | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:33 WIB

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB

Vespa GTS Super Tech 250 Terbaru Meluncur di Indonesia Pakai Mesin HPE

Vespa GTS Super Tech 250 Terbaru Meluncur di Indonesia Pakai Mesin HPE

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB

Begini Wujud Mobil Ferrari yang Dirancang Desainer Apple, Cakep atau Skip?

Begini Wujud Mobil Ferrari yang Dirancang Desainer Apple, Cakep atau Skip?

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:30 WIB

Tren Dapur Modern Meningkat, Konsumen Kini Lebih Selektif Sebelum Membeli Peralatan Rumah Tangga

Tren Dapur Modern Meningkat, Konsumen Kini Lebih Selektif Sebelum Membeli Peralatan Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:29 WIB

Tanpa Pemain Real Madrid, Pelatih Spanyol Tegaskan Skuadnya Kandidat Juara Piala Dunia 2026

Tanpa Pemain Real Madrid, Pelatih Spanyol Tegaskan Skuadnya Kandidat Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:29 WIB

Toko yang Menjual Ingatan Buruk

Toko yang Menjual Ingatan Buruk

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:26 WIB

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:25 WIB

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:32 WIB

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:25 WIB

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB

Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya

Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:18 WIB

Perempuan di Garda Depan Krisis Iklim, Tapi Masih Minim di Ruang Kebijakan

Perempuan di Garda Depan Krisis Iklim, Tapi Masih Minim di Ruang Kebijakan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:13 WIB

Hitung Mundur! Hotel Sultan Wajib Dikosongkan Juni 2026, Tak Ada Lagi Alasan Menunda

Hitung Mundur! Hotel Sultan Wajib Dikosongkan Juni 2026, Tak Ada Lagi Alasan Menunda

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:09 WIB

Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi

Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:56 WIB

MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat

MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:41 WIB

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:28 WIB

Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan

Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 09:23 WIB