facebook

Jokowi Akui Soal Minyak Goreng Tak Mudah Buat Pemerintah, Tapi Janjikan Harganya Jadi Rp14 Ribu per Liter Minggu Depan

Chandra Iswinarno
Jokowi Akui Soal Minyak Goreng Tak Mudah Buat Pemerintah, Tapi Janjikan Harganya Jadi Rp14 Ribu per Liter Minggu Depan
Presiden Jokowi menyampaikan bantuan kepada warga usai mengunjungi Pasar Muntilan pada Sabtu (21/5/2022). [Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji harga minyak goreng akan berada di kisaran Rp14 ribu dalam waktu dekat satu hingga dua minggu mendatang.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji harga minyak goreng akan berada di kisaran Rp14 ribu dalam waktu dekat ini. Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara Rakerna V organisasi relawan Projo di Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (21/5/2022).

Mantan Wali Kota Surakarta ini mengakui jika sebenarnya persoalan minyak gorang bukan hal yang mudah ditangani pemerintah. Ia beralasan, harga minyak goreng di Indonesia terdampak dari tingkat global.

"Minyak goreng ini bukan persoalan mudah. Sudah sejak awal Januari saya melihat naik, naik, naik, kenapa? Sama seperti harga pangan lain, karena harga internasionalnya tinggi, harga globalnya tinggi, semua barang mengikuti, ketarik ke sana, karena harga minyak goreng terutama di Eropa, Amerika, naiknya tinggi," ujarnya seperti dikutip Antara.

Tak hanya itu, ia menekankan sudah beberapa kebijakan dilakukan untuk mendorong penurunan harga minyak goreng, namun harga tetap naik. Pun akhirnya Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memutuskan untuk menghentikan ekspor minyak goreng.

Baca Juga: Di Hadapan Pendukungnya, Presiden Jokowi Ngaku Tahan-tahan Harga Pertalite Biar Tidak Naik

"Tapi itu juga kebijakan yang tidak mudah. Begitu disetop, harga TBS (Tandan Buah Segar) sawitnya jatuh, turun. Petani sawit, pekerja sawit, 17 juta orang. Negara ini dipikir gampang, tidak mudah," katanya.

Selain urusan petani dan pekerja sawit, pemerintah juga memikirkan penerimaan negara yang berasal dari pajak sawit, bea ekspor sawit, bea keluar sawit, serta PNBP dari sawit dan nilainya sangat besar karena mencapai kurang lebih Rp60-70 triliun.

"Besar sekali, padahal APBN sangat membutuhkan penerimaan negara. Jadi kenapa sampai 4 bulan kita tidak berani setop ekspor itu, juga karena itu. Tapi ini kuncinya sudah ketemu. Ini dalam 1-2 minggu InsyaAllah yang namanya minyak goreng curah akan berada di harga Rp14 ribu," katanya.

Akhirnya, ia pun mengaku terpaksa menekan produsen besar agar menurunkan harga minyak goreng, demi kepentingan masyarakat banyak.

"Saya sebenarnya tidak senang menekan-nekan mekanisme pasar, itu tidak senang, tapi yang ini terpaksa harus dilakukan, harus dilakukan," kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: Kunjungi Pasar Muntilan Bersama Iriana, Jokowi Bercanda Menawar Harga Sayur ke Pedagang

Dalam agenda tersebut, ia sempat menyampaikan, sebelum menghadiri Rakernas V Projo sempat mengecek harga minyak goreng di Pasar Muntilan, Magelang. Dari tinjauan tersebut, ia memperoleh informasi harga minyak goreng Rp14.500 per liter .

"Saya besok mau cek lagi di pasar-pasar lain. saya kira mungkin dalam 1-2 minggu ini semua pasar harganya kurang lebih seperti itu," ujarnya.

Lebih jauh, Jokowi menyampaikan jika harga minyak goreng di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan negara lain.

Ia membandingkannya dengan di Jerman, harga minyak goreng per liter Rp47 ribu, di Singapura Rp41 ribu per liter, di Amerika Rp45 ribu per liter.

Artinya, ia mengemukakan, Indonesia masih bisa mengendalikan inflasi dan kenaikan harga-harga.

Meski begitu, dia meminta masyarakat bersiap dengan berhemat dan menabung, guna menghadapi ketidakpastian kondisi global yang belum jelas dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir. (Antara)

Komentar