facebook

Hasil Evaluasi Pemerintah Soal Mudik Lebaran 2022: Enam Indikator Tunjukkan Hasil Memuaskan

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Hasil Evaluasi Pemerintah Soal Mudik Lebaran 2022: Enam Indikator Tunjukkan Hasil Memuaskan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Suara.com/Ummi HS)

Jokowi menggelar rapat terbatas membahas evaluasi lebaran 2022 di Kantor Presiden, hasilnya enam parameter penanganan mudik menunjukan hasil yang baik.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas membahas evaluasi lebaran 2022 di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa (24/5/2022). Hasilnya, enam parameter penanganan menunjukkan hasil yang baik untuk menjadikan mudik lebaran 2022 sehingga bisa dikatakan berjalan lancar.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, enam parameter yang dinilai dalam evalusi mudik lebaran 2022.

Keenam parameter tersebut, yakni tata kelola lalu lintas, pengendalian Covid-19, bahan pangan, ketersediaan bahan bakar dan booster vaksin. Pun kemudian enam parameter tersebut menjadi fokus perhatian Jokowi dalam penanganan mudik.

"Alhamdulillah dari enam indikator atau enam variabel ini semua tercapai dengan sangat memuaskan," kata Muhadjir di Kompleks Parlemen, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Pendapatan Tol Jasa Marga Naik 28,13% Imbas Arus Mudik dan Balik

Lebih lanjut, kasus Covid-19 juga tidak mengalami peningkatan pasca masa mudik Lebaran 2022. Bahkan, Muhadjir menyebut kalau kasus Covid-19 kian menurun setelah adanya mobilisasi masyarakat pada momen perayaan Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi terhadap kementerian/lembaga karena sudah mengatur mudik 2022 berjalan dengan baik. Dalam kesempatan yang samw, Muhadjir juga menyampaikan ucapan terima kasih Jokowi bagi masyarakat yang telah disiplin dalam menjalankan mudik Lebaran 2022.

"Termasuk di dalamnya adalah tertib menggunakan jalan ketika sedang perjalanan termasuk juga kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan kepatuhan-kepatuhan yang lain."

Komentar