Apa Itu Skema Ponzi yang Dipakai Bos DNA Pro? Wajib Waspada Modus Investasi Bodong

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 29 Mei 2022 | 14:21 WIB
Apa Itu Skema Ponzi yang Dipakai Bos DNA Pro? Wajib Waspada Modus Investasi Bodong
Apa itu skema ponzi? // Ilustrasi investasi saham (Pexels/Anna Nekrashevich)

Suara.com - Bos DNA Pro, Daniel Abe menyampaikan permintaan maaf karena perusahaan robot trading miliknya menggunakan skema piramida atau skema ponzi sehingga merugikan banyak member.

Daniel mengatakan DNA Pro awalnya tak punya sistem trading yang menyimpang, hanya saja seiring dengan berkembangnya member, sistem yang dimiliki tak siap sehingga tercipta skema Ponzi. Sebenarnya apa itu skema ponzi yang dipakai bos DNA Pro? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Skema Ponzi?

Ilustrasi ciri-ciri investasi bodong (Pexels/Anna Nekrashevich)
Ilustrasi ciri-ciri investasi bodong (Pexels/Anna Nekrashevich)

Skema Ponzi merupakan modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan pada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan investor berikutnya. Jadi, keuntungan yang diperoleh bukan berasal individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. 

Biasanya skema ponzi dilakukan dengan membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi lain. Modus penipuan ini juga menawarkan investasi jangka pendek dengan pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. 

Kelangsungan pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan. Jadi pada kesimpulannya, skema ponzi merupakan modus penipuan yang menjanjikan keuntungan cepat untuk para korbannya.

Salah satu alasan skema ponzi tetap menarik banyak korban karena modus penipuan ini memiliki umpan yang sangat menggiurkan, dimana sang korban dijanjikan akan mendapat uang dengan cepat dan mudah. Sementara itu penipu hanya perlu mengubah bentuk luar dari skema ponzi ini kemudian korban pun berdatangan dan jatuh dalam jebakan penipuan.

Wajib Waspada

Ilustrasi keuangan, investasi, perbankan. (PIxabay/Nattanan23)
Ilustrasi keuangan, investasi, perbankan. (PIxabay/Nattanan23)

Secara umum, skema ponzi dapat memberikan keuntungan bagi member yang lebih dulu bergabung, dimana keuntungan itu diperoleh dari anggota yang bergabung belakangan.

Skema ponzi kerap disebut sebagai skema piramid karena anggota yang bergabung dibagi menjadi level atau tingkatan yang berbentuk seperti piramid. Anggota yang pertama kali bergabung akan menduduki tingkatan tertinggi yakni puncak piramid sedangkan anggota yang bergabung selanjutnya akan menduduki tingkatan di bawahnya.

Skema ponzi perlu diwaspadai karena bisa membuat korban terlena dengan keuntungan yang diberikan hanya dengan perekrutan anggota baru. Korban bisa mendapat uang dengan mudah tanpa perlu melakukan apapun selain aktif merekrut anggota baru.

Namun perlu diingat bahwa keuntungan hanya akan diberikan selama ada anggota baru yang bergabung. Hal ini berarti jika tidak anggota baru yang bergabung maka skema ini akan hancur. Oleh karenanya biasanya skema ponzi memang dirancang untuk hancur dalam waktu tertentu. Dengan semakin banyak anggota yang bergabung, maka akan semakin cepat skema ini hancur.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Bos DNA Pro Pakai Skema Ponzi di Robot Trading, Kerugian Korban Capai Rp551 Miliar

Fakta-fakta Bos DNA Pro Pakai Skema Ponzi di Robot Trading, Kerugian Korban Capai Rp551 Miliar

News | Minggu, 29 Mei 2022 | 13:17 WIB

Kerugian Korban DNA Pro Capai Rp551 Miliar, Total Ada 3.621 Orang Tertipu

Kerugian Korban DNA Pro Capai Rp551 Miliar, Total Ada 3.621 Orang Tertipu

Bogor | Sabtu, 28 Mei 2022 | 20:16 WIB

Telusuri Aset Tersangka Kasus DNA Pro, Polisi Ingin Kembalikan Dana Korban

Telusuri Aset Tersangka Kasus DNA Pro, Polisi Ingin Kembalikan Dana Korban

Kalbar | Jum'at, 27 Mei 2022 | 21:03 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 11 Tersangka Kasus Penipuan Robot Trading DNA Pro, Tiga Masih Diburu di Luar Negeri

Bareskrim Polri Tetapkan 11 Tersangka Kasus Penipuan Robot Trading DNA Pro, Tiga Masih Diburu di Luar Negeri

News | Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:26 WIB

Profil Daniel Zii, Direktur DNA Pro yang Menjadi Buronan Polisi Terkait Investasi Bodong

Profil Daniel Zii, Direktur DNA Pro yang Menjadi Buronan Polisi Terkait Investasi Bodong

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 18:34 WIB

Terkini

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:46 WIB

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:21 WIB

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

Jakarta Bakal Gelap Gulita Selama 60 Menit pada Sabtu Malam, Ini Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:20 WIB

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

4.151 Personel Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa di Jakpus, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:40 WIB

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:32 WIB

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB