Satgas Covid-19 Klaim Pandemi Indonesia Lebih Terkendali Daripada Singapura dan Vietnam

Chandra Iswinarno | Stefanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 02 Juni 2022 | 17:44 WIB
Satgas Covid-19 Klaim Pandemi Indonesia Lebih Terkendali Daripada Singapura dan Vietnam
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. (covid19.go.id)

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 membandingkan perkembangan Pandemi Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN dan Australia. Satgas mengklaim penanganan Covid-19 lebih terkendali.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan persentase kasus aktif atau orang positif Covid-19 yang masih dalam perawatan di Indonesia saat ini sudah mencapai 0,05 persen.

Sementara, kasus aktif di Singapura masih 6,01 persen, Malaysia 0,54 persen, Thailand 0,96 persen, Vietnam 11,44 persen, Australia 4,57 persen, dan Filipina 0,07 persen.

"Saat ini Indonesia merupakan yang terendah yaitu 0,05 persen, Vietnam bahkan masih 11,44 persen, disusul kasus aktif yang masih tinggi juga di Singapura, Filipina rendah juga tapi masih lebih rendah Indonesia, ini prestasi yang patut diapresiasi," kata Wiku dalam jumpa pers, Kamis (2/6/2022).

Wiku berbangga karena Indonesia memiliki daerah yang luas secara geografis dan populasi penduduk yang besar, namun tetap bisa mengendalikan pandemi.

"Kita terdiri dari berbagai pulau, suku bangsa, dan karakteristik masyarakat yang berbeda, dan sempat mengalami keterbatasan dalam menangani pandemi, kita tetap mampu," katanya.

Meski begitu, Wiku meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih sehat agar tidak terjadi lagi lonjakan pandemi Covid-19.

"Pandemi secara global belum usai, tetap ada kemungkinan di waktu yang akan datang terjadi kembali kenaikan kasus," katanya.

Hari ini, Satgas mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 304 orang pada Kamis (2/6/2022), sehingga total kasus positif Covid-19 mencapai 6.055.645 orang.

Kemudian ada tambahan enam orang yang meninggal sehingga total menjadi 156.600 jiwa meninggal dunia, lalu ada tambahan 334 orang yang sembuh sehingga total menjadi 5.895.940 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat turun 36 menjadi 3.105 orang, dengan jumlah suspek mencapai 2.333 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19 Ungkap Penangan Pandemi di Indonesia Terkendali dengan Baik Pasca Libur Lebaran

Satgas Covid-19 Ungkap Penangan Pandemi di Indonesia Terkendali dengan Baik Pasca Libur Lebaran

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 04:05 WIB

Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi

Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi

Health | Jum'at, 27 Mei 2022 | 22:54 WIB

Sukses Selenggarakan GPDRR 2022, Indonesia Siap Menuju Endemi COVID-19?

Sukses Selenggarakan GPDRR 2022, Indonesia Siap Menuju Endemi COVID-19?

Health | Jum'at, 27 Mei 2022 | 21:06 WIB

Terkini

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:08 WIB

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:07 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:38 WIB

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:24 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB