facebook

Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi

M. Reza Sulaiman
Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) berfoto bersama Head Disaster Risk Reduction, Recovery for Building Resilience Team, United Development Programme (UNDP) and International Recovery Platform Steering Committee Ronald Jackson (kiri), United Nations Assistant Secretary-General, and Director UNDP Crisis Bureau Asako Okai (kedua kiri), Special Representative of the United Nations Secretary-General for Disaster Risk Reduction, and Head, the United Nations Office for Disaster Risk Reduction Mami Mizutori (kedua kanan) dan Global Director, Urban, Disaster Risk Management, Resilience and land Global Practice World Bank Sameh Wahba dalam upacara pembukaan World Reconstruction Conference 5 dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin (23/5/2022). WRC 5 tersebut mengangkat tema Reconstructing for a sustainable future: Building resilience through recovery in a COVID-19 Transformed World. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Kesuksesan Indonesia menyelanggarakan event internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 23-28 Mei 2022 di Bali mendapat pujian dari banyak pihak.

Suara.com - Kesuksesan Indonesia menyelanggarakan event internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 23-28 Mei 2022 di Bali mendapat pujian dari banyak pihak.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, sebagaimana disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal maupun Presiden Majelis Umum PBB pada Rabu, 25 Mei lalu, bahwa PBB atas nama dunia mengapresiasi kerja keras, komitmen, dan kepemimpinan Indonesia sebagai tuan rumah acara luring dengan partisipan terbanyak di tahun 2022 paska gelombang Omicron

"Penyelenggaraan GPDRR ini khususnya dianggap sebagai testimoni atau hasil pembelajaran yang amat baik bagi dunia dalam upaya mengendalikan kasus serta memulihkan kondisi sosial ekonomi secara bersamaan," kata Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.

GPDRR merupakan forum internasional untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan dan penanggulangan risiko bencana. Dalam GPDRR tahun ini di Bali, dihadiri 3.365 delegasi dari 182 negara serta 3.756 panitia tuan rumah yang menjadi partisipan dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC) dan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Baca Juga: Sukses Selenggarakan GPDRR 2022, Indonesia Siap Menuju Endemi COVID-19?

Bagi Indonesia sendiri, GPDRR ini sebagai indikasi awal mulai mempercepat pergerakan roda sosial dan ekonomi nasional. Selain itu, jajaran perwakilan dunia mengapresiasi keberhasilan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang paling besar dan wilayah yang amat luas, mampu mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi dari target populasi. Rinciannya per 26 Mei 2022, capaian 96,07 persen untuk dosis pertama, 80,26 persen untuk dosis kedua, dan 21,56 persen untuk dosis ketiga dari target populasi.

"Tentunya berbagai pencapaian ini hasil kerja keras kita bersama, masyarakat maupun pemerintah lintas kementerian dan lembaga, baik yang ada di Bali maupun masyarakat Indonesia lainnya di luar sana. Karena mampu dengan baik konsisten menjalankan kebijakan pengendalian COVID-19, termasuk mematuhi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) levelling, pengendalian, dan skrining pelaku perjalanan," jelas Wiku.

Pencapaian lainnya, Indonesia berhasil membuktikan dan mematahkan prediksi terjadinya kenaikan kasus paska periode mudik dan libur panjang Idul Fitri 2022. Penerapan kebijakan PPKM sebagai instrumen pengendalian aktivitas dan mobilitas telah terbukti efektif mencegah kenaikan kasus nasional.

Selain itu, khususnya untuk acara GPDRR sendiri yang telah terlaksana secara aman dalam 5 hari walaupun dihadiri banyak partisipan secara fisik yang datang dari lintas negara sekalipun. "Ini, merupakan dampak positif dari penerapan protokol kesehatan di lapangan berdasarkan prosedur yang telah dirancang, disepakati, dan diakui bersama oleh negara-negara anggota PBB," tambah Wiku.

Prosedur implementasi protokol kesehatan acara GPDRR dirancang se-komprehensif mungkin mulai dari persyaratan kedatangan, partisipasi dalam acara, serta upaya kontijensi yang disiapkan seandainya ditemukan adanya kasus positif di lapangan.

Baca Juga: Anies Terbitkan Kepgub PPKM Level 1, Begini Aturan Lengkapnya

Untuk itu, dibalik suksesnya perhelatan besar dunia ini, Indonesia sebagai negara yang secara geografis rentan terkena bencana alam, berharap mampu memberikan pembelajaran dan juga belajar bagaimana seharusnya tata kelola kebencanaan yang baik untuk masyarakat dunia yang lebih tangguh.

Komentar