Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 27 Mei 2022 | 22:54 WIB
Di Acara GPDRR, Indonesia Dapat Pujian Terkait Penanganan Pandemi
Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) berfoto bersama Head Disaster Risk Reduction, Recovery for Building Resilience Team, United Development Programme (UNDP) and International Recovery Platform Steering Committee Ronald Jackson (kiri), United Nations Assistant Secretary-General, and Director UNDP Crisis Bureau Asako Okai (kedua kiri), Special Representative of the United Nations Secretary-General for Disaster Risk Reduction, and Head, the United Nations Office for Disaster Risk Reduction Mami Mizutori (kedua kanan) dan Global Director, Urban, Disaster Risk Management, Resilience and land Global Practice World Bank Sameh Wahba dalam upacara pembukaan World Reconstruction Conference 5 dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Senin (23/5/2022). WRC 5 tersebut mengangkat tema Reconstructing for a sustainable future: Building resilience through recovery in a COVID-19 Transformed World. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Suara.com - Kesuksesan Indonesia menyelanggarakan event internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 23-28 Mei 2022 di Bali mendapat pujian dari banyak pihak.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, sebagaimana disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal maupun Presiden Majelis Umum PBB pada Rabu, 25 Mei lalu, bahwa PBB atas nama dunia mengapresiasi kerja keras, komitmen, dan kepemimpinan Indonesia sebagai tuan rumah acara luring dengan partisipan terbanyak di tahun 2022 paska gelombang Omicron

"Penyelenggaraan GPDRR ini khususnya dianggap sebagai testimoni atau hasil pembelajaran yang amat baik bagi dunia dalam upaya mengendalikan kasus serta memulihkan kondisi sosial ekonomi secara bersamaan," kata Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.

GPDRR merupakan forum internasional untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan dan penanggulangan risiko bencana. Dalam GPDRR tahun ini di Bali, dihadiri 3.365 delegasi dari 182 negara serta 3.756 panitia tuan rumah yang menjadi partisipan dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di Bali International Convention Center (BICC) dan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Bagi Indonesia sendiri, GPDRR ini sebagai indikasi awal mulai mempercepat pergerakan roda sosial dan ekonomi nasional. Selain itu, jajaran perwakilan dunia mengapresiasi keberhasilan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang paling besar dan wilayah yang amat luas, mampu mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi dari target populasi. Rinciannya per 26 Mei 2022, capaian 96,07 persen untuk dosis pertama, 80,26 persen untuk dosis kedua, dan 21,56 persen untuk dosis ketiga dari target populasi.

"Tentunya berbagai pencapaian ini hasil kerja keras kita bersama, masyarakat maupun pemerintah lintas kementerian dan lembaga, baik yang ada di Bali maupun masyarakat Indonesia lainnya di luar sana. Karena mampu dengan baik konsisten menjalankan kebijakan pengendalian COVID-19, termasuk mematuhi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) levelling, pengendalian, dan skrining pelaku perjalanan," jelas Wiku.

Pencapaian lainnya, Indonesia berhasil membuktikan dan mematahkan prediksi terjadinya kenaikan kasus paska periode mudik dan libur panjang Idul Fitri 2022. Penerapan kebijakan PPKM sebagai instrumen pengendalian aktivitas dan mobilitas telah terbukti efektif mencegah kenaikan kasus nasional.

Selain itu, khususnya untuk acara GPDRR sendiri yang telah terlaksana secara aman dalam 5 hari walaupun dihadiri banyak partisipan secara fisik yang datang dari lintas negara sekalipun. "Ini, merupakan dampak positif dari penerapan protokol kesehatan di lapangan berdasarkan prosedur yang telah dirancang, disepakati, dan diakui bersama oleh negara-negara anggota PBB," tambah Wiku.

Prosedur implementasi protokol kesehatan acara GPDRR dirancang se-komprehensif mungkin mulai dari persyaratan kedatangan, partisipasi dalam acara, serta upaya kontijensi yang disiapkan seandainya ditemukan adanya kasus positif di lapangan.

baca juga

Untuk itu, dibalik suksesnya perhelatan besar dunia ini, Indonesia sebagai negara yang secara geografis rentan terkena bencana alam, berharap mampu memberikan pembelajaran dan juga belajar bagaimana seharusnya tata kelola kebencanaan yang baik untuk masyarakat dunia yang lebih tangguh.

Serta sebagaimana menjadi komitmen bersama, Indonesia akan berupaya meningkatkan ketahanan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana secara menyeluruh. Termasuk kepada populasi rentan seperti penyandang disabilitas dan anak-anak serta wilayah berisiko di daerah-daerah terpencil.

Dan juga, perhelatan GPDRR telah menbuktikan masyarakat global untuk lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam maupun non alam. Semangat gotong royong Indonesia dalam menghadapi pandemi diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat internasional. Lebih dari itu, Indonesia percaya inklusifitas dalam usaha untuk menghadapi bencana merupakan kunci terciptanya resiliensi global.

"Tidak lupa saya sampaikan rasa terimakasih kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang juga sangat besar andilnya dalam menentukan kesuksesan acara ini. Melibatkan keberagaman dalam satu forum tidaklah mudah, namun PBB bersama Indonesia mampu membuktikannya bahwa acara ini mampu dilaksanakan bahkan di masa pandemi," pungkas Wiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Cerpen Putik Safron di Sayap Izrail: Kematian Sang Marbut di Tengah Pandemi

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 15:00 WIB

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:05 WIB

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:10 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×