Kronologis Puluhan Orang Kecarunan Nasi Bungkus Ziarah Makam di Lombok Tengah, Diduga Ada Bakteri

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 Juni 2022 | 12:46 WIB
Kronologis Puluhan Orang Kecarunan Nasi Bungkus Ziarah Makam di Lombok Tengah, Diduga Ada Bakteri
Puluhan orang keracunan nasi bungkus ziarah makam di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Antara)

Suara.com - Puluhan orang keracunan nasi bungkus ziarah makam di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka Diduga keracunan bakteri yang terdalat di dalam nasi bungkus itu.

Kekinian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil sampel nasi bungkus tersebut.

Para korban merupakan warga Desa Ubung dan dirawat di Puskesmas setempat pada Minggu (5/6).

"Sampel nasi bungkus tersebut telah diambil dan dilakukan uji laboratorium ke BPOM Mataram guna mengetahui kandungan bakteri dari nasi bungkus yang dimakan warga tersebut," kata Kepala Dinkes Lombok Tengah Suardi di Praya, Senin.

Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, jumlah warga yang diduga keracunan usia menyantap nasi bungkus tersebut sekitar 34 orang.

Namun, sebagian korban telah dipulangkan setelah diberikan obat dan korban lainnya di infus.

"Kondisi korban telah membaik setelah diberikan pertolongan medis di Puskesmas setempat," katanya.

Puluhan warga Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diduga mengalami kerancuan nasi bungkus.

"Korban sekitar 34 orang, mereka mengalami pusing dan mual-mual, sehingga dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis," kata Babinkamtibmas Desa Ubung Bripka Iriawan.

baca juga

Para korban, baik yang dewasa maupun anak-anak yang diduga keracunan nasi bungkus tersebut, dirawat di tiga Puskesmas yakni Puskesmas Ubung, Bonjeruk dan Menemeng.

Para korban masih menjalani perawatan dan sebagian pulang setelah diberikan obat dan kondisi mereka membaik.

"Masih ada yang dirawat dan sebagian sudah pulang setelah diberikan obat," katanya.

Peristiwa itu bermula ketika para korban pergi ziarah makam di Batulayar Kota Mataram dengan membawa bekal nasi bungkus yang dibuat oleh salah satu korban bersama keluarganya.

Setelah sampai di Makam, sekitar pukul 12.30 Wita mereka makan nasi bungkus dan pulang.

Selanjutnya, saat sampai di rumah sekitar pukul 15.00 Wita, satu persatu korban merasa pusing dan mual-mual, sehingga mereka dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

"Pusing dan mual-mual, setelah makan nasi bungkus yang isinya daging dan telur serta gado-gado," kata salah satu korban keracunan nasi bungkus Sapwan.

"Alhamdulillah, kondisi saya saat ini sudah membaik," kata korban lainnya, Hapzah.

Sementara itu, petugas Puskesmas Ubung Azizah mengatakan jumlah warga yang dirawat di Puskesmas ini yang diduga mengalami keracunan nasi bungkus tersebut sekitar 24 orang.

"Belasan orang yang diinfus, sedangkan lainnya pulang setelah diberikan obat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keracunan MBG: Antara Kelalaian, Pengawasan, dan Tanggung Jawab Pidana

Keracunan MBG: Antara Kelalaian, Pengawasan, dan Tanggung Jawab Pidana

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Langkah Empati Wapres Gibran Harus Diiringi Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Langkah Empati Wapres Gibran Harus Diiringi Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:42 WIB

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

Kebocoran Gas Pabrik Susu di Pasar Rebo: 4 Warga Masih Dirawat Intensif

Kebocoran Gas Pabrik Susu di Pasar Rebo: 4 Warga Masih Dirawat Intensif

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:05 WIB

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

News | Senin, 28 September 2026 | 16:31 WIB

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

Gibran Minta Maaf ke Korban Keracunan MBG di Batang, Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 14:07 WIB

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

Gibran Minta Investigasi Keracunan di Batang Segera Dituntaskan dan Transparan

Gibran Minta Investigasi Keracunan di Batang Segera Dituntaskan dan Transparan

News | Senin, 28 September 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×