Pengamat: Kemesraan PKS-PKB Hanya Untuk Naikkan Posisi Tawar Jelang Pilpres, Sulit Jadi Koalisi

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 09 Juni 2022 | 15:41 WIB
Pengamat: Kemesraan PKS-PKB Hanya Untuk Naikkan Posisi Tawar Jelang Pilpres, Sulit Jadi Koalisi
Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi bersama Waketum PKB Jazilul Fawaid, PKS dan PKB sepakat berkoalisi untuk Pilpres 2024. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menilai kedekatan partai PKS dengan partai PKB hanya sekedar untuk menaikan posisi tawar atau bergaining jelang Pilpres 2024. Ia tak yakin kedua partai politik tersebut mengunci sebagai koalisi.

"Nah menurut saya semua partai itu (PKS-PKB) melakukan penjajakan, membuka peluang koalisi semuanya agar posisi tawar mereka juga naik tidak ketinggalan. Tapi di sisi lain, saya kira mereka tidak mau mengunci," kata Hanta ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2022).

Hanta menjelaskan, kedua kedekatan kedua partai tersebut tak akan selamanya berjalan dan bisa salah satunya pergi karena sebagai koalisi mereka tak mengunci.

Lain halnya, kata dia, Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB yang sudah digagas Golkar, PAN dan PPP yang dianggap sudah nyaman dan mengunci meski tetap membuka partai lain bergabung.

"Dua partai ini kan yg tersisa. Coba mau ketemu PDIP, PDIP gak mau karena dia partai besar. Kemungkinan tidak bertemu. Kemudian pak SBY Demokrat-Nasdem bertemu," ujarnya.

"Kemudian ada peluang PKB dan PKS, sama sama partai berbasis masa islam. Dua partai ini saya kira sama. Jadi kalau bergabung meninggikan posisi tawar untuk bargaining saja. Untuk berhadapan dengan dinamika," sambungnya.

Ia menambahkan, memang cara untuk menaikan posisi tawar jelang Pilpres nanti adalah dengan berkumpul seperti yang dilakukan PKS-PKB kekinian.

Menurutnya, kumpul-kumpul PKS-PKB tersebut tidak akan saling mengunci karena disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama yakni tidak adanya figur untuk diusung sebagai capres.

"Faktor yang bisa menjadi segmen pengikat apa? Biasanya bekumpul karena satu, ada elektabilitas tokoh, itu ajeg. Kalau PKS dan PKB belum ada faktor itu," tuturnya.

Kemudian faktor ideologi, meski sama-sama punya basis massa islam tapi dianggap tidak bisa disatukan lantaran secara garis berbeda.

"Lalu king maker yang kuat ada gak diantara PKS dan PKB? Tidak ada. Saya kira agak sulit terjadi koalisi. Ada faktor teknis terakhir, faktor regulasi karena harus syarat 20 persen," tuturnya.

"Yang tadi kita bicarakan di 2009 kan ngumpul ke pak SBY semua. Kemudian ibu Mega maju sendiri. Sisa terakhir hanya sisa dua partai itu elektabilitas pada rendah. Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai capres, wakilnya Wiranto. Itu contoh faktor teknis," sambungnya.

Kedekatan PKS-PKB

Sebelumnya, PKS dan PKB membangun koalisi. Pembentukan koalisi itu merupakan pembicaraan lebih lanjut usai dari Milad ke-20 PKS.

Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, mulanya komunikasi kedua partai itu terjalin lewat kehadiran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di acara Milad ke-20 PKS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKS Tak Masalah Capreskan Cak Imin, Tapi Tunggu Satu Partai Gabung di Koalisi

PKS Tak Masalah Capreskan Cak Imin, Tapi Tunggu Satu Partai Gabung di Koalisi

News | Kamis, 09 Juni 2022 | 15:36 WIB

Koalisi PKS-PKB Jadi Daya Tarik Capres, Aboe Bakar: Tapi Kurang Dukungan Satu Partai Lagi

Koalisi PKS-PKB Jadi Daya Tarik Capres, Aboe Bakar: Tapi Kurang Dukungan Satu Partai Lagi

News | Kamis, 09 Juni 2022 | 15:29 WIB

Siap Berkoalisi dengan PKB di Pilpres 2024, PKS Bahkan Tak Keberatan Muhaimin Jadi Capresnya

Siap Berkoalisi dengan PKB di Pilpres 2024, PKS Bahkan Tak Keberatan Muhaimin Jadi Capresnya

Jatim | Kamis, 09 Juni 2022 | 15:17 WIB

Terkini

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:46 WIB

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:17 WIB

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:01 WIB

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:59 WIB

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB