Mawas Wujudkan Masyarakat Sadar Risiko untuk Cegah Intoleransi

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Jum'at, 10 Juni 2022 | 19:26 WIB
Mawas Wujudkan Masyarakat Sadar Risiko untuk Cegah Intoleransi
Dok: Mawas

Suara.com - Kota Bandung diciptakan untuk ditinggali manusia dari berbagai latar belakang. Karena kehidupan multikultural itu telah menjelma menjadi nafas kehidupan warga kota, setiap orang telah terbiasa berhadapan dengan perbedaan paradigma dan pandangan. Maka di kota ini, keanekaragaman adalah sebuah keniscayaan, termasuk dalam hal kepercayaan terhadap Dzat Tunggal pencipta alam semesta.

Di sisi lain, dinamika dan interaksi yang intens diantara anggota masyarakat juga menimbulkan risiko segragasi dan konflik, apalagi dipicu dengan adanya sekelompok orang yang memaksakan kehendak dan paham yang secara sepihak diyakininya.

Yayasan Manusia Welas Asih Semesta (MAWAS) yang berdiri pada 10 Juni 2021 berusaha untuk hadir untuk melengkapi berbagai inisiatif yang sebelumnya telah ada dalam upaya membangun peradaban yang berbasis nalar, toleran terhadap kebhinnekaan, menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan universal untuk menjadi rahmat bagi alam semesta, khususnya di Kota Bandung.

MAWAS turut mendukung terwujudnya masyarakat sadar risiko bersama Perkumpulan Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) untuk mensosialisasikan kesadaran risiko kepada masyarakat di bidang kesehatan, sosial, lingkungan, keberagaman dan hak asasi manusia.

“Kami bukan yang pertama, kami hanya ingin turut berkontribusi dan memperkaya inisiatif-inisiatif yang telah ada,” demikian penjelasan Ketua Yayasan MAWAS Kurniawan Saefullah dalam keterangan tertulis seusai acara Bincang Santai dan Silaturahmi Masyarakat Sadar Risiko Untuk Mencegah Intoleransi Dan Dekulturasi Budaya Lokal.

Dalam sambutannya, Kurniawan menambahkan, sebagai suatu solusi, mungkin yang diperlukan pada saat ini adalah masyarakat yang sadar risiko sehingga dapat melakukan mitigasi, minimal pemilahan informasi dan selalu berada di depan keberagaman.

Dalam sesi bincang santai tersebut, Kurniawan menyampaikan nama MAWAS sendiri merupakan refleksi dari keinginan organisasi tersebut untuk memotivasi masyarakat agar senantiasa mawas diri, menjadi pribadi yang memahami risiko atas pikiran, perasaan dan perbuatannya sebagai warga negara, tidak akan dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada orang lain dan kenyataan masyarakat yang majemuk.

Ia berharap, MAWAS dapat bersama-sama dengan komunitas lain berjejaring dan berkolaborasi mewujudkan masyarakat yang bertanggung jawab.  Selain itu, pribadi yang mawas menurutnya juga merupakan pribadi yang bertanggung jawab atas segala pikiran, perasaan dan tindakan yang dilakukan. Beberapa contoh yang diangkat seperti  perokok, yang diharapkan mampu menyadari risiko dampak yang ditimbulkan pada masyarakat luas sehingga mampu menjadi perokok yang bertanggung jawab.

Selain itu perokok yang mulai mawas juga bisa mempertimbangkan untuk beralih ke alternatif yang lebih rendah risiko baik untuk dirinya, ataupun risiko paparan asap ke orang-orang di sekitarnya. Begitupula pengemudi, yang sebaiknya mengerti risiko dari aktivitasnya sehingga dapat mengemudi kendaraan dengan kesadaran penuh dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti mengebut atau melanggar lampu lalu lintas. 

Acara yang digelar di Lakipadada Spot Bandung tersebut mengundang para tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang selama ini mengusung semangat kebangsaan dan kebhinnekaan, lintas budaya dan lintas keyakinan, terutama di Kota Bandung. Dalam acara tersebut, hadir Sam Bimbo, Wawan Gunawan, Pendeta Obertina Johanis dan Budi “Dalton” Setiawan yang menjadi pemantik diskusi dan mengawali silaturahmi antar jejaring lintas kultur dan agama. Mereka memantik bincang-bincang kebersamaan dan keakraban yang diselenggarakan di Kawasan Bandung tersebut.

Sam dan Acil Bimbo bercerita mengenai perubahan yang terjadi dari masa ke masa, bagaimana infrastruktur juga mempengaruhi budaya dan pola interaksi. Acil Bimbo menekankan pentingnya bangsa Indonesia membangun karakter kebangsaan. Sementara budayawan Bandung, Budi Dalton menyerukan masyarakat supaya juga memperhatikan perubahan lingkungan dalam melestarikan budaya, karena keduanya saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. 

Pendeta Obertina menceritakan pengalamannya dalam melakukan advokasi terhadap kasus-kasus intoleransi di Kota Bandung dan Jawa Barat. Hal ini dikonfirmasi oleh tokoh agama Wawan Gunawan yang bersama-sama jaringan kerjasama antar umat beragama memperjuangkan hak-hak minoritas yang semakin dipinggirkan karena ada paham yang intoleran terhadap kebebasan beribadah orang lain.

Dalam acara tersebut hadir perwakilan dari 26 organisasi yang memiliki tujuan selaras dengan Mawas Centre. Acara ini ditutup oleh doa bersama yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif MAWAS Centre, Dimas Ranadireksa dan diikuti oleh untaian doa dan harapan dari para penganut agama dan kepercayaan yang hadir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Intoleransi Alkohol, Gejalanya Lebih Parah dari Mabuk!

Mengenal Intoleransi Alkohol, Gejalanya Lebih Parah dari Mabuk!

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 15:45 WIB

Moderasi Beragama, Cara Baru Indonesia Bendung Terorisme, Maksudnya Apa?

Moderasi Beragama, Cara Baru Indonesia Bendung Terorisme, Maksudnya Apa?

News | Minggu, 15 Mei 2022 | 08:56 WIB

Sopan Santun Tongkrongan yang Terlupakan

Sopan Santun Tongkrongan yang Terlupakan

Your Say | Selasa, 26 April 2022 | 17:16 WIB

Pengamat Saiful Mujani: Pengeroyokan Ade Armando Bentuk Krisis Toleransi di Masyarakat

Pengamat Saiful Mujani: Pengeroyokan Ade Armando Bentuk Krisis Toleransi di Masyarakat

News | Jum'at, 15 April 2022 | 05:05 WIB

Khawatir Anak Alergi Makanan, Begini Cara Mendeteksinya saat Menyapih!

Khawatir Anak Alergi Makanan, Begini Cara Mendeteksinya saat Menyapih!

Health | Kamis, 14 April 2022 | 13:37 WIB

Cegah Paham Radikalisme Papar Personelnya, Polda Lampung Gelar Sosialisasi

Cegah Paham Radikalisme Papar Personelnya, Polda Lampung Gelar Sosialisasi

Lampung | Jum'at, 25 Maret 2022 | 11:10 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB