facebook

Apa yang Memotivasi Preman Lokalisasi Gunung Antang Serang Warga di Jatinegara?

Siswanto
Apa yang Memotivasi Preman Lokalisasi Gunung Antang Serang Warga di Jatinegara?
Ilustrasi senjata api. (Pixabay/slu3org)

Setelah mendapatkan senjata itu, preman lokalisasi Gunung Antang itu merakit ulang komponennya menjadi sejenis revolver dengan biaya Rp1 juta.

Suara.com - Senjata api yang digunakan Suardi untuk menyerang warga di Jatinegara, Jakarta Timur, dibeli dari toko online Shopee pada tahun 2019 seharga Rp2 juta. Dia juga membeli delapan peluru dengan harga Rp700 ribu.

Setelah mendapatkan senjata itu, preman lokalisasi Gunung Antang itu merakit ulang komponennya menjadi sejenis revolver dengan biaya Rp1 juta. 

Penyerangan pertama terjadi dua hari berturut-turut. Pada Minggu (12/6/2022), jam 02.10 WIB. Warga menjadi korban.

Serangan kedua terjadi keesokan harinya, Senin (13/6/2022), jam 02.00 WIB. Suardi menembakkan senjata dan mengakibatkan rumah warga di Jalan Kemuning Bendungan rusak.

Baca Juga: Rencana Penggusuran Lokalisasi Gunung Antang, Pemkot Jaktim Tunggu Undangan KAI

Suardi melakukan serangan karena dendam kepada warga  yang memergoki adiknya ketika mencuri uang dalam kotak amal di sebuah masjid.

Ketika serangan dilakukan, Suardi dibantu dua orang yang juga preman lokalisasi Gunung Antang. 

Setelah kejadian, Suardi ditangkap polisi, sedangkan dua preman masih dalam pencarian.

Polisi sudah mengamankan satu pucuk senjata api rakitan, peluru, golok, dan proyektil.

Informasi ini sudah dikonfirmasi Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Budi Sartono.

Baca Juga: Serang Warga di Jatinegara, Suardi Preman Lokalisasi Gunung Antang Ditangkap Polisi

Suardi ditahan dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, 351 KUHP tentang Penganiayaan, dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. [rangkuman laporan Suara.com)

Komentar