Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi

Rifan Aditya
Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi
Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi - Suasana di Holywings Tavern, Kemang, Jakarta Selatan, tampak sepi pasca pembekuan izin usaha oleh Pemprov DKI Jakarta buntut kasus kerumunan, Selasa (7/9/2021). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Sejarah Holywings menarik perhatian. Restoran yang berdiri tahun 2014 ini menaungi beer house, klab malam, dan lounge.

Mereka juga menyampaikan, atas suksesnya Holywing ini membuat artis Nikita Mirzani dan pengacara Hotman Paris Hutapea berminat untuk membeli saham Holywings dan mengembangkannya. 

Adapun konsep Holywings ini menjual menu sayap ayam untuk camilan utama dan minuman beralkohol dengan penampilan live music. Menu sayap ayam atau Chiken wings tersebut sebenarnya bagian dari salah satu menu di Kedai Opa. 

Untuk sejarah nama Holywings ini terinspirasi dari steak Holycow restaurant. Pada tahun 2015 lalu, Holycow ini selalu ramai. Hingga akhirnya, Ivan terinspirasi memberikan nama Holywings untuk bisnis kuliner terbarunya.

Karena menunya banyak disukai orang-orang dan harganya relatif terjangkau, restoran ini pun akhirnya sukses di pasaran.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Promosi Miras Holywings, Ancaman 10 Tahun Penjara

Nah, seperti itulah sejarah Holywings, restoran hits yang kerap menuai kontroversi.

Kontributor : Ulil Azmi