Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari

Bella, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 06 Januari 2026 | 21:21 WIB
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
Bupati Bekasi Ade Kuswara enggan menjawab saat disinggung soal informasi pemberian uang kepada mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Dea Hardianingsih)
baca 10 detik
  • Bupati Bekasi Ade Kuswara diperiksa KPK pada Selasa (6/1/2026) terkait kasus suap ijon proyek dan uang kepada mantan Kajari.
  • Ade, ayahnya H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan ditetapkan tersangka setelah OTT Desember 2025 terkait proyek.
  • Total "ijon" yang diterima Ade dari Sarjan mencapai Rp9,5 miliar, ditambah Rp4,7 miliar dari pihak lain, total Rp14,2 miliar.

Suara.com - Bupati Bekasi Ade Kuswara enggan menjawab saat disinggung soal informasi pemberian uang kepada mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi Eddy Sumarman.

Hal itu terjadi setelah Ade diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada hari ini.

Alih-alih memberikan konfirmasi, Ade mengaku dimintai keterangan untuk melengkapi berkas tersangka lain dalam kasus suap ijon proyek yang juga menjeratnya.

“Saya diperiksa sebagai saksi,” kata Ade di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ade diduga memberi uang Rp100 juta kepada Eddy untuk mengamankan perkara.

Di sisi lain, ayah Ade, H. M. Kunang, juga diduga menerima uang Rp300 juta. Pemberian ini diduga dilakukan melalui eks Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra.

Beni diketahui ikut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Desember 2025. Dia juga sudah dimintai keterangan penyidik pada Senin (5/1/2026).

KPK sebelumnya melakukan penahanan terhadap Bupati Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan ayahnya, H. M. Kunang (HMK), sekaligus Kepala Desa Sukadami, serta Sarjan (SRJ) dari pihak swasta.

Ketiganya menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (18/12/2025).

baca juga

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025).

Dia menjelaskan bahwa Ade menjalin komunikasi dengan Sarjan setelah terpilih menjadi Bupati Kabupaten Bekasi. Sarjan merupakan pihak swasta yang menjadi penyedia paket proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam rentang satu tahun sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, Ade diduga rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara Kunang dan pihak lainnya.

“Adapun total ‘ijon’ yang diberikan oleh SRJ kepada ADK bersama-sama HMK mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” ujar Asep.

“Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, ADK juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar,” tambah dia.

Dari keterangan tersebut, total ‘ijon’ yang diterima Ade mencapai Rp14,2 miliar. Dalam operasi senyap yang sudah dilakukan, KPK turut mengamankan barang bukti di rumah Ade berupa uang tunai senilai Rp200 juta.

“Uang tersebut merupakan sisa setoran ‘ijon’ ke-4 dari SRJ kepada ADK melalui para perantara,” tandas Asep.

Atas perbuatannya, Ade dan ayahnya selaku pihak penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Di sisi lain, Sarjan selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 20:47 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Rieke Diah Pitaloka Terkait Kasus Ijon Proyek Bupati Bekasi

KPK Buka Peluang Periksa Rieke Diah Pitaloka Terkait Kasus Ijon Proyek Bupati Bekasi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 20:38 WIB

Kuasa Hukum Kerry Riza Ungkap Keanehan dan Kejanggalan Sidang Kasus Pertamina

Kuasa Hukum Kerry Riza Ungkap Keanehan dan Kejanggalan Sidang Kasus Pertamina

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:51 WIB

Kasus Nikel Rp2,7 T Di-SP3 Diam-diam, Kenapa Baru Diumumkan KPK Setahun Kemudian?

Kasus Nikel Rp2,7 T Di-SP3 Diam-diam, Kenapa Baru Diumumkan KPK Setahun Kemudian?

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:45 WIB

Kerry Riza Tak Bisa Doorstop, Hamda Zoelva: Itu Hak Terdakwa yang Dilindungi

Kerry Riza Tak Bisa Doorstop, Hamda Zoelva: Itu Hak Terdakwa yang Dilindungi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:26 WIB

Kasus Pemerasan Izin TKA, KPK Bakal Panggil Lagi Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

Kasus Pemerasan Izin TKA, KPK Bakal Panggil Lagi Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:16 WIB

Respon Hadirnya TNI di Sidang Nadiem Makarim, Amnesty International: TNI Bukan Satpam Kejaksaan

Respon Hadirnya TNI di Sidang Nadiem Makarim, Amnesty International: TNI Bukan Satpam Kejaksaan

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 18:53 WIB

Serahkan Tanah dan Bangunan ke Kementerian HAM, KPK Minta Namanya Tetap Tertera di Aset

Serahkan Tanah dan Bangunan ke Kementerian HAM, KPK Minta Namanya Tetap Tertera di Aset

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:06 WIB

Resmi Ditahan KPK, Eks Direktur Pengolahan Pertamina Muncul dengan Gunakan Kursi Roda

Resmi Ditahan KPK, Eks Direktur Pengolahan Pertamina Muncul dengan Gunakan Kursi Roda

Video | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:47 WIB

Ini Kata Jaksa Soal Pengawal Anggota TNI di Sidang Nadiem Makarim

Ini Kata Jaksa Soal Pengawal Anggota TNI di Sidang Nadiem Makarim

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 08:17 WIB

Terkini

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Ada Isu Pemakzulan Wapres, Nasdem Pilih Diam Dulu Sikapi Polemik Ijazah Gibran

Ada Isu Pemakzulan Wapres, Nasdem Pilih Diam Dulu Sikapi Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×