Terpilih Masuk Video Kampanye PBB, Perempuan Asal Papua di Australia Jadi Viral di TikTok

Dany Garjito, Fita Nofiana

Senin, 27 Juni 2022 | 10:27 WIB
Terpilih Masuk Video Kampanye PBB, Perempuan Asal Papua di Australia Jadi Viral di TikTok
Rita perempuan asal Papu yang terpilih di campign PBB (UNHCR Australia)

Suara.com - Seorang perempuan asal Papua viral sebagai salah satu orang yang masuk dalam proyek Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perempuan tersebut bernama Rita, perempuan asal Indonesia yang bertempat tinggal di Australia.

Dia terpilih oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah kampanye tentang refugee atau pengungsi.

Videonya bersama dua orang lainnya sudah ditonton jutaan kali di TikTok resmi Badan Perlindungan Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Australia.

Viral di Tiktok

Video berjudul The Relucant Shanty tersebut viral di Tiktok.

Rita perempuan asal Papu yang terpilih di campign PBB (UNHCR Australia)
Rita perempuan asal Papu yang terpilih di campign PBB (UNHCR Australia)

Ada tiga orang yang ada di video klip tersebut, yakni Mandela, Rita, dan Haifa. Rita berasal dari Papua yang tinggal di Australia.

Ketiganya terlihat berjuang di perairan di mana Rita dan Mandela mengambang.

"Video tersebut menggambarkan seseorang yang terdampar namun masih memiliki harapan meskipun di antara hidup dan mati," tulis akun Instagtram @berita_gosip yang mengunggah kembali video tersebut.

baca juga

Menurut akun Resmi UNHCR Australia, video tersebut didasarkan pada pengalaman para pengungsi yang memulai perjalanan bahaya melalui laut.

Klip tersebut bertujuan untuk mengingatkan tentang jutaan orang di seluruh dunia yang kehilangan rumah karena konflik, persekusi, dan menjadi pejuang di laut lepas.

Rita perempuan asal Papu yang terpilih di campign PBB (UNHCR Australia)
Rita perempuan asal Papu yang terpilih di campign PBB (UNHCR Australia)

Video tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet. 

"Keren kak Rita," komentar warganet. 

"Ayok ramaikan," imbuh warganet di kolom komentar. 

"Video ini menjadi pesan yang sangat kuat," tambah lainnya.

"Begitu banyak orang yang hidup dengan aman, tidak dapat membayangkan pilihan yang harus dibuat para pengungsi," timpal warganet lain. 

Video kampanye tersebut bisa ditonton di akun Tiktok remsi UNHCR Australia di sini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pemuda Kenang Kebaikan Pemilik Kos, Pernah Diberi Diskon saat Kuliah

Viral Pemuda Kenang Kebaikan Pemilik Kos, Pernah Diberi Diskon saat Kuliah

Tekno | Senin, 27 Juni 2022 | 07:30 WIB

Diprank Ibunya Tidak Naik Kelas, Mata Merah Anak Ini buat Warganet Kasihan: Melas Banget

Diprank Ibunya Tidak Naik Kelas, Mata Merah Anak Ini buat Warganet Kasihan: Melas Banget

Kaltim | Senin, 27 Juni 2022 | 07:00 WIB

Promo Miras 'Muhammad dan Maria' Ratusan Umat Muslim di Bogor Bersholawat di Eks Holywings, Netizen: Setannya Kepanasan

Promo Miras 'Muhammad dan Maria' Ratusan Umat Muslim di Bogor Bersholawat di Eks Holywings, Netizen: Setannya Kepanasan

Bogor | Senin, 27 Juni 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Otomotif | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing

Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor

Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor

Bogor | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global

Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global

Jabar | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

×