Gempa Afghanistan: Mengapa Begitu Banyak Gempa Mematikan?

Siswanto, BBC

Senin, 27 Juni 2022 | 15:21 WIB
Gempa Afghanistan: Mengapa Begitu Banyak Gempa Mematikan?
BBB

Suara.com - Sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 3.000 lainnya terluka akibat gempa bumi di wilayah timur Afghanistan pekan lalu.

Ratusan rumah juga hancur dalam bencana yang terjadi di kawasan pegunungan Provinsi Paktika. Ini adalah gempa paling mematikan yang pernah melanda Afghanistan dalam dua dekade terakhir.

Mengapa ada begitu banyak gempa bumi di Afganistan?

Gempa bumi terjadi ketika ada gerakan tiba-tiba di sepanjang lempeng tektonik yang membentuk permukaan bumi.

Patahan-patahan yang disebut sebagai jalur patahan itu terjadi di mana lempeng saling bertabrakan.

Afghanistan sangat rawan gempa karena terletak di atas sejumlah jalur patahan, yaitu tempat bertemunya lempeng India dan Eurasia.

Baca juga:

Dalam dua pekan terakhir saja, telah terjadi 10 gempa berukuran sedang di dalam wilayah dan sekitar Afghanistan, berkekuatan sekitar empat magnitudo.

Terjadi juga 219 gempa bumi berkekuatan rendah di negara itu pada tahun 2021, dalam skala kekuatan antara 1,5 dan 4 magnitudo.

Mengapa gempa sangat mematikan?

Gempa tersebut disebabkan oleh tekanan yang terbentuk dari tumbukan lempeng India dan Eurasia. Itu berukuran 5,9 pada skala Richter, menurut Survei Geologi AS.

baca juga

Ini kira-kira setara dengan 475.000 ton TNT, atau 37 kali energi yang dikirim oleh bom atom yang akan dijatuhkan di Hiroshima, menurut Badan Manajemen Darurat Federal AS.

Getarannya terasa hingga sejauh 500 kilometer di Pakistan dan India.

Baca juga:

Salah satu alasan mengapa gempa itu sangat merusak adalah karena terjadi hanya 51 kilometer di bawah permukaan bumi, kata Dr Brian Baptie, seismolog dari British Geological Survey.

"Bagian Afghanistan ini adalah bagian dari kaki pegunungan Himalaya," katanya.

"Di sini lempeng tektonik tidak bertabrakan secara langsung, tetapi sebagian saling meluncur. Akibatnya, gempa di wilayah ini cenderung lebih dangkal, dan getarannya lebih dekat ke permukaan.

"Gempa ini hanya berukuran sedang tetapi dalam hal dampaknya, itu sangat merusak," ujarnya.

Gempa-gempa mematikan lainnya yang melanda Afghanistan

Selama dekade terakhir lebih dari 7.000 orang telah meninggal dalam gempa bumi di Afghanistan, demikian laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Ada rata-rata 560 kematian setahun akibat gempa bumi.

Pada Januari lalu, gempa bumi berturut-turut terjadi di wilayah barat negara itu yang mengakibatkan lebih dari 20 orang meninggal dan menghancurkan ratusan rumah.

Gempa di pegunungan Hindu Kush pada 2015, yang berkekuatan 7,5 magnitudo, menyebabkan 399 orang meninggal. Gempa terasa hingga ke provinsi Xinjiang di China.

Dan dua gempa bumi berturut-turut di pegunungan Hindu Kush pada Maret 2002 menewaskan lebih dari 1.100 orang.

Adapun gempa bumi pada Mei, di provinsi Takhar dan Badakhshan di Afghanistan utara, menyebabkan sekitar 4.000 orang meninggal.

Nyaris 100 desa dan 16.000 rumah hancur atau rusak, dan 45.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Gempa bumi pada Februari 1998, di wilayah yang sama, menyebabkan 4.000 orang dan membuat 15.000 orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

Mengapa gempa bumi sangat merusak di Afghanistan?

Jepang dan negara-negara di Amerika Selatan cenderung memiliki lebih banyak gempa bumi ketimbang Afghanistan, kata Dr Baptie.

"Tetapi, Afghanistan sangat rentan, karena bangunan-bangunan di sana tidak tahan gempa," katanya.

"Mereka cenderung terbuat dari kayu dan bata - sejenis bata lumpur - atau dari beton yang ringkih."

Banyak kerusakan akibat gempa di pegunungan Afghanistan juga berasal dari tanah longsor yang diakibatkannya.

Tanah longsor ini dapat meratakan rumah-rumah di desa-desa di kawasan pegunungan dan juga menutup aliran sungai, menyebabkan banjir yang meluas.

Terkadang, butuh beberapa hari hingga pemberitaan seputar bencana gempa diketahui ke pihak berwenang.

Tanah longsor dapat menutup jalan, sehingga menyulitkan petugas penyelamat dan peralatannya ke lokasi pegunungan yang terpencil.

Upaya penyelamatan kemudian sering terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat, seperti hujan atau salju, kabut, dan cuaca dingin yang ekstrem.

PBB mengatakan gempa minggu lalu telah melanda Afghanistan pada waktu yang sangat buruk.

"Afghanistan sedang mengalami krisis kemanusiaan yang mengerikan dengan sekitar 3,5 juta orang mengungsi di dalam negeri," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Jutaan orang lainnya berjuang untuk bertahan hidup di tengah meningkatnya tingkat kemiskinan dan kelaparan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:53 WIB

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:52 WIB

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:50 WIB

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:47 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:33 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 18:31 WIB

Deretan Momen Manis Shin Tae-yong dan Marselino Ferdinan: Kaki Diinjak hingga Nebeng Pulang

Deretan Momen Manis Shin Tae-yong dan Marselino Ferdinan: Kaki Diinjak hingga Nebeng Pulang

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 18:28 WIB

Terkini

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:53 WIB

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 34 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:52 WIB

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Gunakan 21% Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:50 WIB

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:47 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

×