facebook

Bangkitkan UMKM dari Pandemi, Pemprov DKI Berikan Pelatihan Melalui Jakpreneur

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Bangkitkan UMKM dari Pandemi, Pemprov DKI Berikan Pelatihan Melalui Jakpreneur
Seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjajakan dagangan di depan kiosnya di kawasan terpadu Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pelatihan hard skill lainnya yang diberikan adalah menjual kue kekinian secara daring.

Suara.com - Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat dibutuhkan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19. Pasalnya, UMKM mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, UMKM juga dapat menjadi tulang punggung sistem ekonomi kerakyatan untuk mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran. Tak ayal, pertumbuhan UMKM menjadi salah satu faktor yang sangat penting.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta fokus dan konsisten mendampingi para pelaku UMKM untuk bangkit dari badai pandemi COVID-19 melalui program Jakpreneur. Mengutip dari laman jakpreneur.jakarta.go.id per 2 Juni 2022, jumlah UMKM yang bernaung di Jakpreneur telah mencapai 311.807 peserta. Sedangkan jumlah mitra/kolaborator Jakpreneur telah mencapai 262 peserta.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, melalui program Jakpreneur, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemberdayaan dan pengembangan terhadap para pelaku UMKM. Caranya adalah dengan menggelar sejumlah program pelatihan yang meliputi pelatihan hard skill dan soft skill.

"Melalui pelatihan ini, para peserta Jakpreneur akan mendapatkan program pelatihan hard skill maupun soft skill," tutur Elisabeth Ratu Ante Allo.

Baca Juga: Kembangkan UMKM yang Terdampak Pandemi, Pemprov DKI Bangun Galeri Jakpreneur

Elisabeth menjelaskan, peserta Jakpreneur yang mengikuti pelatihan hard skill akan diajarkan bagaimana membangun usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan. Sedangkan melalui pelatihan soft skill, para peserta Jakpreneur akan diberikan materi-materi tentang bagaimana membangun dan membentuk jiwa kewirausahaan. Kemudian, materi strategi melihat peluang bisnis bagi UMKM.

Selanjutnya, materi merintis usaha melalui penggunaan media online.
"Pelatihan ini dilaksanakan secara online atau daring dengan memanfaatkan fasilitas video teleconference," katanya.

Elisabeth memberikan beberapa contoh pelatihan hard skill dan soft skill yang diberikan kepada para pengusaha Jakpreneur, di antaranya pelatihan hard skill sablon digital. Pelatihan ini diikuti oleh 1.000 peserta. Pelatihan yang diselenggarakan di lima wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Rhino Indonesia Sukses.

Pelatihan hard skill lainnya yang diberikan adalah menjual kue kekinian secara daring. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT FKS Pangan Nusantara. Adapun jumlah pesertanya mencapai 1.000 orang dari lima wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Selanjutnya, pelatihan hard skill yang juga diberikan kepada para Jakpreneur adalah pelatihan wirausaha baru makanan kolaborasi dengan PT Indofood Sukses Makmur. Pelatihan ini diikuti oleh 1.100 peserta di lima wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank DKI Dukung Galeri JakPreneur

"Ada juga pelatihan kreasi makanan berlebih kolaborasi DPPKUKM Dengan PT Sirkular Indonesia Sukses. Lalu ada pelatihan hard skill bimbingan teknis makanan dengan Modena Cooking Class," imbuhnya.

Komentar