Suara.com - Departemen Pertahanan Australia menolak untuk menjelaskan pertemuan kapal perangnya dengan pihak militer China saat berlayar melalui perairan internasional yang diklaim oleh Beijing karena "alasan keamanan operasi."
Sumber di kalangan militer menyebut kapal perang HMAS Parramatta telah dibuntuti dari jarak dekat oleh militer China selama beberapa pekan terakhir.
Pengintaian ini, kata sumber ABC News, melibatkan kapal selam bertenaga nuklir China, kapal perang, serta beberapa pesawat tempur.
"Tantangan formal telah terjadi, mereka memberi tahu kami bahwa kami memasuki 'perairan teritorial China'," ujar seorang pejabat Dephan yang mengetahui kejadian tersebut.
"Aktivitas paling intensif terjadi saat HMAS Parramatta berada di Laut China Timur," kata pejabat itu kepada ABC, yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas operasi secara terbuka.
Sejak meninggalkan Australia pada akhir bulan Mei, kapal ini telah melakukan perjalanan ke Vietnam dan Korea Selatan, kemudian bergerak ke Jepang melalui Laut China Selatan dan Laut China Timur.
Pelayaran ini disebut sebagai bagian dari "penugasan regional" yang mencakup beberapa latihan militer bersama Angkatan Laut negara lain.
Menurut Kedutaan Besar Australia di Vietnam, HMAS Parramatta tiba di kota pelabuhan Da Nang pada 5 Juni, sebelum meninggalkan negara itu lebih dari seminggu kemudian menuju Pangkalan Angkatan Laut Busan di Korea Selatan.
Pelayaran itu membawa HMAS Parramatta melewati Laut Cina Selatan kemudian Laut Cina Timur melewati Taiwan, wilayah yang diklaim oleh China.
Selama perjalanannya, kata sumber ABC, HMAS Parramatta dilacak secara dekat oleh aset militer China termasuk kapal perusak berpeluru kendali Tipe 052C "Luyang II" dan kapal selam penyerang bertenaga nuklir Tipe 093-A "Shang II."
Pada tanggal 28 Juni, kapal perang Australia kemudian tiba di Pelabuhan Sasebo, di Prefektur Nagasaki, setelah menyelesaikan latihan bersama Angkatan Laut Jepang.
Pekan lalu ABC mengajukan serangkaian pertanyaan tentang interaksi militer China dengan HMAS Parramatta kepada para pejabat Departemen Pertahanan, tapi mereka menolak untuk menjawabnya.
"HMAS Parramatta saat ini sedang melakukan penugasan regional, melakukan sejumlah kegiatan bersama Angkatan Laut mitra Australia dan berpartisipasi dalam berbagai latihan maritim," kata juru bicara Dephan.
"Penugasan regional merupakan bagian dari kontribusi Australia untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan tangguh," katanya.
"Untuk alasan keamanan operasional, Dephan tidak secara terbuka mengungkapkan rincian spesifik suatu operasi," tambah juru bicara itu.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:56 WIB
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
News | Senin, 13 April 2026 | 06:46 WIB
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:41 WIB
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:36 WIB
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:32 WIB
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:28 WIB
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:23 WIB
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen
Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:20 WIB
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB
Terkini
Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz
News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB
Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini
News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB
Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!
News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu
News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
News | Senin, 13 April 2026 | 06:46 WIB
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB