Eks Menhan Australia Bantah Bocorkan Negosiasi Pengadaan Kapal Selam Nuklir

Siswanto, ABC

Kamis, 16 Juni 2022 | 11:59 WIB
Eks Menhan Australia Bantah Bocorkan Negosiasi Pengadaan Kapal Selam Nuklir
Ilustrasi kapal selam. (Shutterstock)

Suara.com - Langkah Pemimpin Oposisi Peter Dutton membocorkan pembicaraan sensitif dengan Amerika Serikat untuk pengadaan kapal selam bertenaga nuklir dikhawatirkan akan membahayakan rencana kesepakatan bersama pada akhir tahun.

Mantan Menteri Pertahanan yang sekarang menjabat Pemimpin Oposisi ini menggunakan artikel opini di surat kabar The Australian pada hari Kamis (9/06) untuk menegaskan keyakinan dirinya dalam mengamankan dua kapal selam nuklir kelas Viriginia buatan Amerika pada tahun 2030.

Di bawah kemitraan AUKUS yang ditandatangani pada September 2021, Australia bekerja sama dengan Inggris dan Amerika Serikat untuk membangun armada kapal selam bertenaga nuklir untuk menggantikan kapal selam kelas Collins yang sudah tua.

Peter Dutton menyebutkan bahwa, jika partainya, yaitu Partai Koalisi Liberal dan Nasional tetap memerintah, maka pihaknya bisa membuat pengumuman tentang kapal selam nuklir ini pada Juli-Agustus.

Dikatakan, pihaknya sekarang khawatir bahwa pemerintahan Partai Buruh sedang mempertimbangkan hanya akan membangun kapal selam bertenaga konvensional, bukan bertenaga nuklir.

"Saya sangat khawatir bahwa Partai Buruh sekarang menjauh dari AUKUS, dari kesepakatan kapal selam, dan jelas hal itu bukan kepentingan nasional kita," kata Dutton kepada Sydney Radio 2GB.

Beberapa tokoh yang terkait dengan kemitraan AUKUS secara pribadi menyatakan kekhawatirannya atas pengungkapan dari Peter Dutton ini, termasuk kekhawatirannya tentang "kapal selam bertenaga diesel-listrik kelas Collins tidak akan mampu bersaing dengan China di Laut China Selatan setelah tahun 2035".

Penasihat Partai Koalisi yang bekerja di AUKUS menilai Dutton tidak bijaksana untuk membahas kapal selam Australia yang menua dapat segera dideteksi oleh teknologi radar karena "kapal-kapal itu perlu naik ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.

Tokoh lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan artikel Dutton telah "menyadap" rencana untuk pengumuman bersama pada akhir tahun antara Australia, Inggris dan AS.

baca juga

"Amerika Serikat bahkan tidak dapat melakukan apa yang diklaim oleh Dutton, yaitu menyediakan dua kapal nuklir dari jalur produksi di Connecticut," tambah pejabat itu.

Ketua studi pertahanan di University of Western Australia, Dr Peter Dean, turut menyuarakan keprihatinannya tentang artikel Dutton.

“Saya yakin Inggris tidak akan senang setelah mengetahui dari artikel surat kabar bahwa, mungkin kapal selam mereka bukanlah pilihan," kata Dr Dean.

"Ini negosiasi sensitif dan saya kira yang jadi perhatian utama di sini yaitu Peter Dutton pada dasarnya telah melawan kepentingan nasional demi mendapatkan keuntungan politik domestik," jelasnya.

Dutton mengatakan kepada Channel Nine bahwa artikelnya itu tidak lebih dari apa yang sudah diketahui publik.

"Apa yang saya katakan hanyalah apa yang sudah diketahui umum, dan selain itu, apa yang menjadi pemikiran saya ke depan," katanya.

"Jika Partai Buruh akan menghentikan itu, dan mereka tidak punya dana untuk membiayainya, mereka harus terbuka mengakuinya," kata Dutton.

"Karena itulah jalan yang mereka ambil saat ini. Seperti yang saya katakan, hal itu bukan untuk kepentingan nasional kita," tambahnya.

Pada hari Rabu, Menteri Pertahanan dan Wakil Perdana Menteri baru Richard Marles menyerang komentar pendahulunya, karena dapat merusak perjanjian keamanan tripartit antara Inggris, AS dan Australia.

"Ini politis dan sama sekali tidak konsisten dengan semua yang dilakukan dan dikatakan Peter Dutton di pemerintahan," kata Marles.

“Pengungkapan dari seseorang yang baru saja selesai menjabat, merusak kepentingan nasional Australia. Komentarnya sembrono dan merusak kesepakatan AUKUS," katanya.

“Pemerintah belum membuat keputusan apa pun tentang kapal selam yang disukai. Semua opsi tetap terbuka," ujar Menhan Richard Marles.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Canberra menolak mengomentari hal ini sementara Departemen Pertahanan tidak menanggapi pertanyaan dari ABC.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Kerahkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir di Dekat Taiwan

China Kerahkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir di Dekat Taiwan

News | Kamis, 04 Agustus 2022 | 23:27 WIB

PM Anthony Albanese Yakin AUKUS Tidak Akan Mengganggu Hubungan Australia-Indonesia

PM Anthony Albanese Yakin AUKUS Tidak Akan Mengganggu Hubungan Australia-Indonesia

News | Kamis, 04 Agustus 2022 | 17:46 WIB

Terkini

Ulasan Mousetrap: Ketika Identitas Dicuri dan Hidup Berubah dalam Sekejap

Ulasan Mousetrap: Ketika Identitas Dicuri dan Hidup Berubah dalam Sekejap

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 14:25 WIB

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

News | Minggu, 06 September 2026 | 14:16 WIB

Feng Shui Letak Pintu Kamar Tidur yang Berhadapan Langsung Satu Sama Lain, Baik atau Buruk?

Feng Shui Letak Pintu Kamar Tidur yang Berhadapan Langsung Satu Sama Lain, Baik atau Buruk?

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 14:15 WIB

Bagaimana Cara Membedakan Moisturizer yang Menyumbat Pori dengan yang Merangsang Jerawat?

Bagaimana Cara Membedakan Moisturizer yang Menyumbat Pori dengan yang Merangsang Jerawat?

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 14:13 WIB

Lawan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BNPB Kerahkan Pesawat OMC hingga Malam

Lawan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BNPB Kerahkan Pesawat OMC hingga Malam

News | Minggu, 06 September 2026 | 14:08 WIB

Sisa Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Terlihat di Bandarlampung

Sisa Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Terlihat di Bandarlampung

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 14:08 WIB

Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra

Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 14:07 WIB

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 14:01 WIB

TNI AL Gagalkan Dugaan Pencurian Avtur Bandara Kualanamu di Deli Serdang

TNI AL Gagalkan Dugaan Pencurian Avtur Bandara Kualanamu di Deli Serdang

Sumut | Minggu, 06 September 2026 | 14:00 WIB

Gebrakan Baru Idgitaf! Siap Akting dan Menari di Pementasan Berusaha di Bawah Hujan

Gebrakan Baru Idgitaf! Siap Akting dan Menari di Pementasan Berusaha di Bawah Hujan

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 13:56 WIB

×