Presiden Jokowi Minta Jemaah Haji Divaksin Booster Sebelum Dijemput Keluarga

Senin, 18 Juli 2022 | 18:23 WIB
Presiden Jokowi Minta Jemaah Haji Divaksin Booster Sebelum Dijemput Keluarga
Presiden Joko Widodo (Jokowi). [Biro Pers]

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jamaah haji indonesia yang baru pulang dari Arab Saudi untuk diberi vaksin booster. Jemaah haji diminta melakukan vaksin booster di asrama haji, sebelum dijemput keluarga mereka.

Imbauan Presiden Jokowi itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin setelah rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Bapak Presiden memberikan arahan untuk semua jamaah haji yang pulang dan belum di-booster. (Mereka) diminta menunggu di asrama haji sebelum dijemput oleh keluarganya agar bisa di-booster," kata Budi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/7/2022).

Budi mengatakan,  vaksin booster sejauh ini  telah terbukti efektif dalam memberikan proteksi ekstra bagi masyarakat dari kemungkinan dirawat di rumah sakit ataupun meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pasien yang meninggal dunia akibat virus corona merupakan orang-orang yang belum divaksin, atau baru divaksin satu kali.

"Sedangkan yang sudah divaksin dua kali jauh menurun persentase fatalitasnya atau yang wafat kalau terkena, dan yang di-booster sudah sangat menurun persentase yang wafatnya atau kalau kena," jelas Budi.

Selain itu, Menkes Budi juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang meminta percepatan dalam pemberian vaksin booster bagi masyarakat umum.

Pasalnya, pemerintah akan mewajibkan vaksin booster sebagai syarat dalam sejumlah kegiatan masyarakat.

"Bapak Presiden memberikan arahan agar vaksinasi booster itu dipercepat. Beberapa kegiatan masyarakat nanti akan kita minta agar diwajibkan vaksinasi booster," ujar Budi.

Baca Juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Masuk Pusat Perbelanjaan di Jakarta Barat

"Tujuan (vaksin booster) untuk melindungi masyarakat, kalau terkena jangan sampai masuk rumah sakit, dan jangan sampai wafat," lanjutnya.

Dalam rapat terbatas Senin ini, Menkes Budi melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia terus terjadi.

"Indonesia mirip dengan India di mana kenaikannya tidak cepat tapi perlahan naik terus dan kita belum melihat puncaknya mencapai dengan cepat seperti yang terjadi di negara-negara lain," tandasnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI