Ketum HMI Bekasi: Pilpres 2024, Elektabilitas Lebih Utama dari Elitabilitas

Iwan Supriyatna

Selasa, 26 Juli 2022 | 08:42 WIB
Ketum HMI Bekasi: Pilpres 2024, Elektabilitas Lebih Utama dari Elitabilitas
Ilustrasi pemilu (Unsplash/5Element)

Suara.com - Menyongsong Pemilu 2024, rakyat Indonesia diperhadapkan oleh dua wacana mainstream yakni elektabilitas vis-a-vis elitabilitas.

Bergulirnya kedua wacana pun mendapat ragam tanggapan dari masyarakat utamanya di kalangan organisasi kemahasiswaan, salah satunya datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bekasi yang mencakup kabupaten dan kota.

Ketua HMI Cabang Bekasi yang juga anggota Kelompok Cipayung Bekasi, Khaqim Nurjawahir mengatakan publik perlu bersikap kritis terkait kehadiran kedua wacana tersebut.

"Mengapa publik perlu kritis? Sebab, ini menyangkut kedaulatan rakyat," demikian ungkap Khaqim dalam Dialog Aktivis Bekasi yang dihadiri sejumlah aktivis mahasiswa mulai dari BEM hingga Kelompok Cipayung Bekasi di Cafe sekitaran Alun-alun Kota Bekasi.

Khaqim menilai, baik elektabilitas maupun elitabilitas, masing-masing mengandung pengertian yang cukup kontras.

"Elektabilitas dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai derajat keterpilihan seseorang berdasarkan preferensi (dukungan) publik," ujarnya.

Sedangkan, elitabilitas kata dia, bermakna tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang di lingkungan elite atau besarnya dukungan seseorang di kalangan elite.

"Dengan demikian, antara elektabilitas dan elitabilitas tidak hanya berbeda secara pengertian, tapi juga memiliki perbedaan yang kontradiktif," paparnya.

Khaqim lebih lanjut menuturkan, rakyat saat ini butuh didengarkan suaranya. Ia memisalkan kondisi warga Bekasi saat ini yang terkena imbas akibat dari dominannya pengaruh elitabilitas itu.

baca juga

"Ambil contoh kenaikan harga minyak goreng, kenaikan BBM (Pertamax), hingga kuatnya pengaruh elite partai dalam penentuan bakal calon presiden dan wakil presiden jelang Pemilu 2024," beber dia.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini demokrasi sedang dirampok oleh kekuatan elite oligarkis. Implikasinya, ujar dia, kedaulatan rakyat menjadi nonsense (omong kosong).

"Fakta terkait hal ini dapat diamati dari keputusan publik yang justru teramputasi di lingkaran elite tanpa menimbang aspirasi ataupun kehendak rakyat. Inilah bahaya elitabilitas," jelasnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat agar kembali merebut hak daulatnya yang terampas.

"Untuk itu, bagi saya masyarakat perlu mempertegas pentingnya elektabilitas dari kuasa elitabilitas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Bima Arya Sebut Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Jadi Opsi Duet Terbaik di Pilpres 2024

Ini Alasan Bima Arya Sebut Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Jadi Opsi Duet Terbaik di Pilpres 2024

Jabar | Selasa, 26 Juli 2022 | 07:10 WIB

Sebut Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil di Pilpres 2024 Cocok, Bima Arya: Opsi Duet Kepemimpinan Terbaik Bangsa

Sebut Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil di Pilpres 2024 Cocok, Bima Arya: Opsi Duet Kepemimpinan Terbaik Bangsa

Bogor | Selasa, 26 Juli 2022 | 06:00 WIB

Tak Pungkiri Bahas Pemilu 2024 dengan Ganjar dan Ridwan Kamil, Bima Arya: Ya Ada Lah

Tak Pungkiri Bahas Pemilu 2024 dengan Ganjar dan Ridwan Kamil, Bima Arya: Ya Ada Lah

Kalbar | Selasa, 26 Juli 2022 | 07:45 WIB

Terkini

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:35 WIB

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

×