Prihatin! Siswa SDN Beleka Harus Belajar di Ruang Perpustakaan Karena Ruang Kelas Rusak Parah

Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:35 WIB
Prihatin! Siswa SDN Beleka Harus Belajar di Ruang Perpustakaan Karena Ruang Kelas Rusak Parah
Kondisi ruangan kelas SDN Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah yang rusak (ANTARA/Akhyar)

Suara.com - Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beleka, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) rusak parah. Karena kondisi tersebut, siswa terpaksa belajar di ruang perpustakaan.

"Dari enam ruang kelas, tiga ruangan dalam kondisi rusak, termasuk ruangan guru," kata Kepala Sekolah SDN Beleka, Sukarman di kantornya di Praya, Kamis (4/8/2022).

Tiga ruangan kelas itu mulai rusak sejak gempa bumi terjadi di 2018, sehingga bagian atas ruangan kelas nyaris ambruk. Selain itu, plafon ruangan juga telah rusak, sehingga proses kegiatan belajar cukup terganggu.

"Kalau digunakan kita was-was. Takut ambruk, sehingga tidak digunakan untuk belajar," ucapnya.

Renovasi ruangan kelas tersebut pernah dilakukan di 2009, namun tidak untuk pembangunan tembok, melainkan konstruksi bagian atap, sehingga kondisi bangunannya saat ini rusak.

"Dari tiga ruang kelas yang rusak, satu cukup parah, dua rusak ringan. Jumlah siswa 90 orang dari kelas 1 hingga kelas VI," terangnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaiki ruangan kelas yang rusak tersebut, karena bangunan sekolah itu merupakan bangunan lama.

"Pernah ada konsultan datang, akan diperbaiki 2020. Namun, sampai saat ini belum direalisasikan," jelasnya.

Ketua Komite SDN Beleka, Justadi selaku orang tua wali murid berharap kepada pemerintah segera memperbaiki ruangan kelas tersebut agar tidak terjadi korban ketika digunakan untuk belajar.

"Sekolah lain bangunannya cukup bagus. Kita berharap sekolah ini juga diperbaiki," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Makbul mengatakan, jumlah sekolah yang rusak baik berat maupun ringan di Lombok Tengah mencapai 120 sekolah dari 625 sekolah negeri maupun swasta.

Perbaikan sekolah yang rusak tersebut dilakukan secara bertahap, sesuai dengan anggaran dan kondisi sekolah tersebut.

"Perbaikan dilakukan secara bertahap," kata Makbul.

Untuk menyelesaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak tersebut memang harus dilakukan secara global. Namun, kondisi anggaran yang tidak memungkinkan, sehingga harus dilaksanakan secara bertahap.

"Anggaran pemerintah masih terbatas, sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap." [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lumba-lumba Spinner Ditemukan Mati di Gili Air NTB

Lumba-lumba Spinner Ditemukan Mati di Gili Air NTB

Bali | Kamis, 04 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Sirkuit Mandalika Akan Ditutup Sebulan Selama Dilakukan Pengaspalan Ulang

Sirkuit Mandalika Akan Ditutup Sebulan Selama Dilakukan Pengaspalan Ulang

Bali | Rabu, 03 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Masyarakat di NTB Diminta Waspada Bencana Mulai Kekeringan Hingga Kebakaran

Masyarakat di NTB Diminta Waspada Bencana Mulai Kekeringan Hingga Kebakaran

Bali | Selasa, 02 Agustus 2022 | 09:07 WIB

Polisi Ungkap Penemuan Mayat Guru TK Dalam Kamar Mandi di Lombok Barat

Polisi Ungkap Penemuan Mayat Guru TK Dalam Kamar Mandi di Lombok Barat

News | Senin, 01 Agustus 2022 | 16:56 WIB

Masyarakat di NTB Diminta Mewaspadai Bencana di Puncak Musim Kemarau

Masyarakat di NTB Diminta Mewaspadai Bencana di Puncak Musim Kemarau

Bali | Senin, 01 Agustus 2022 | 11:02 WIB

Terkini

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:53 WIB

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa Maluku Utara, Ini Data Dampak dan Susulannya

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:11 WIB