Fakta-fakta Kominfo Mau Bangun Search Engine Gatotkaca Ala Google

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:44 WIB
Fakta-fakta Kominfo Mau Bangun Search Engine Gatotkaca Ala Google
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan keterangan pers terkait perkembangan pendaftaran PSE di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) berniat membangun search engine atau mesin pencari layaknya Google. Menteri Komunikasi dan Informasi, Johhny G Plate menjelaskan rencananya mesin pencari itu akan diberi nama Gatotkaca.

Sebelumnya Kominfo menjadi sorotan tajam hingga banjir kritikan karena melakukan pemblokiran terhadap sejumlah situs dan platform. Hal itu menjadikan Deddy Corbuzier tertarik untuk mengundang Johnny G Plate menjadi bintang tamu dalam podcast miliknya.

Dalam salah satu perbincangan, Deddy menyinggung perihal pemblokiran tersebut. Ia menanyakan mengenai potensi Indonesia untuk membuat sendiri berbagai platform seperti media sosial layaknya Instagram atau TikTok.

Jawaban Johnny G Plate cukup membuat Deddy tercengang. Dengan percaya diri, Plate menyebut bahwa pihaknya bisa membangun search engine alias mesin pencari di internet.

Lebih lanjut, Plate juga membeberkan bahwa dirinya sudah memanggil tim terkait untuk membuat sebuah mesin pencari yang akan dinamai Gatotkaca.

“Harusnya bisa. Saya, bukan saja aplikasi Instagramnya. Tapi search engine pun harus bis kita buat,” ujarnya di podcast Deddy Corbuzier.

“Saya pada saat menjadi menteri pertama saya panggil tim. Saya panggil tim, bisa ga kita membuat search engine. Name it Gatotkaca,” sambungnya.

Berikut fakta-fakta mengenai rencana Kominfo mau bangun search engine Gatotkaca ala Google:

Sebut pengembangan search engine susah dan mahal

baca juga

Johnny G. Plate menginginkan Indonesia memiliki search engine buatan sendiri layaknya Google. Hal tersebut dikarenakan beberapa negara kini sudah memiliki search engine buatan sendiri.

Namun, Plate sendiri juga mengakui bahwa pengembangan search engine itu susah dan juga mahal, meskipun kehadiran teknologi itu baik untuk independensi sebuah negara.

"Lebih susah lagi karena sangat besar dan mahal. Idealnya untuk ke independensi tentu punya search engine," kata Plate dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (8/8/2022).

"Ada banyak negara yang mempunyai search engine (sendiri), Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Prancis, punya masing masing," lanjutnya.

Adanya Covid-19 menjadi sebuah kendala

Menteri Kominfo tersebut mengatakan bahwa saat ini kementeriannya memang belum menyiapkan search engine. Sebab waktu dan biaya pemerintah saat ini lebih banyak ditujukan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Namun kami tentu suatu saat nanti kalau bisa mempunyai search engine kan baik juga. Saat ini kami belum menyiapkannya karena memang kami punya waktu dan biaya selama ini kan lebih banyak perhatiannya untuk menangani Covid-19," jelasnya.

Memancing komentar warganet

Pernyataan dari Johnny G Plate yang hendak membuat search engine buatan sendiri yang bernama Gatotkaca tersebut mengundang komentar dari warganet.

Sebuah akun bernama lantip @lantip memperkenalkan Gatotkaca, mesin pencari seperti yang diusulkan Kominfo.

"Alhamdulillah akhirnya bisa rilis. rilis di hari jumat adalah semangat pi in is. silakan, mesin pencari karya anak bangsa, demi mendukung pak plate. https://gatotkaca.mooo.info," kata @lantip, dikutip Minggu (7/8/2022).

Saat ditelusuri Suara.com, situs Gatotkaca buatan akun lantip itu memang bisa dibuka. Isi web tersebut menampilkan logo 'Gatotkaca!' dengan latar belakang awan bergerak beserta kolom pencarian layaknya Google.

Tapi saat mengetik 'Google', 'Kominfo', atau kata-kata lain layaknya cara kerja Google, bukan hasil informasi yang diperlihatkan.

Hasil penelusuran menunjukkan sebuah animasi Gatotkaca dengan deskripsi tulisan 'Ya ndak tahu kok tanya saya...'

Candaan akun lantip ini mendapatkan banyak atensi dari pengguna Twitter dengan 2.308 retweet, 978 quote tweet, dan 6.446 likes hingga berita ini diturunkan.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Layanan Down, Google Minta Maaf ke Pengguna

Layanan Down, Google Minta Maaf ke Pengguna

Poptren | Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:31 WIB

Ini Daftar Mobil Listrik yang Paling Banyak Dicari Peminat Indonesia via Google

Ini Daftar Mobil Listrik yang Paling Banyak Dicari Peminat Indonesia via Google

Otomotif | Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:42 WIB

Google Minta Maaf Usai Layanan Down

Google Minta Maaf Usai Layanan Down

Tekno | Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:22 WIB

Waspada Risiko Ekonomi Digital Imbas Pemblokiran Platform Digital

Waspada Risiko Ekonomi Digital Imbas Pemblokiran Platform Digital

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:29 WIB

Jangan Bedakan Interaksi Internet Dengan Dunia Nyata

Jangan Bedakan Interaksi Internet Dengan Dunia Nyata

Tantrum | Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Mobil Keluarga Masih Mendominasi Pencarian Mobil Baru di Google

Mobil Keluarga Masih Mendominasi Pencarian Mobil Baru di Google

Otomotif | Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:34 WIB

Terkini

Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya

Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI

Dorong Digitalisasi PAD Gowa, BRI Hadirkan Integrasi Sistem Pembayaran Lewat BRIAPI

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak

Waspada! Modus Baru Judi Online Pakai QRIS, Deposit Rp5.000 Sasar Anak-anak

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim

Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:32 WIB

BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak

BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:30 WIB

M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!

M3GAN: Perpaduan Unik Horor Fiksi Ilmiah dan Komedi Satire yang Cerdas!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding

Hakim Kabulkan 5 Saksi, Nadiem Optimistis Menang Banding

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan

Kita Tak Kekurangan Program Lingkungan, Kita Kekurangan Kebiasaan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:28 WIB

×