Sejarah Bendera Merah Putih: Sejak Kerajaan Majapahit hingga Kini

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:01 WIB
Sejarah Bendera Merah Putih: Sejak Kerajaan Majapahit hingga Kini
sejarah bendera merah putih //pixabay.com

Suara.com - Setiap hari bendera Merah Putih berkibar di berbagai tempat di Indonesia, khususnya mudah dilihat di sekolah dan lembaga-lembaga atau instansi pemerintahan Indonesia. Dalam tubuh sang saka terdapat curahan keberanian dan semangat para pejuang kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

Dulu untuk mendapatkan bendera tersebut, pejuang mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan nyawa mereka. Anda mungkin tidak terlalu ingat sejarah bendera merah putih. Maka, di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ini, izinkan kami mengingatkan Anda dengan artikel sejarah bendera merah putih ini. 

Bendera Pusaka 

Dikutip dari web.archiv.org, Bendera nasional Indonesia disebut Sang Saka Merah Putih. Bendera itu terdiri dari dua warna, merah di atas putih. Lebarnya dua pertiga dari panjangnya, atau dua meter kali tiga meter. Bendera pertama dikibarkan dengan berani di tengah-tengah pasukan pendudukan Jepang pada hari kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, pada 17 Agustus 1968. 

Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1950. Tiga hari setelah perang dunia II. Nama resmi bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah-Putih. Pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk pertama kalinya, bendera merah putih dikibarkan sebagai bendera nasional dalam Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta. 

Bendera Merah Putih Dijahit Oleh Fatmawati

Bendera merah putih Indonesia pertama kali dijahit oleh Fatmawati. Ia lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, pulau Sumatera. Ia adalah Ibu Negara Indonesia pertama dan istri ketiga Soekarno, dan ibu dari presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri.  Fatmawati meninggal karena serangan jantung pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bendera Putih Merah asli dijahit oleh Ibu Fatmawati, pada tahun 1944 dengan 276 cm x 200 cm. Bendera itu terbuat dari kapas Jepang, tetapi ada juga yang dikatakan benang wol dari London yang benar-benar istimewa untuk membuat bendera. Pada tahun 1946 – 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada saat upacara hari kemerdekaan setiap tahunnya di depan istana kepresidenan. Sekarang bendera yang dijahit oleh Fatmawati disimpan di Istana Merdeka, tulis factsofindonesia.com. 

Sejarah Bendera Merah Putih

baca juga

Ada kisah bersejarah yang membuat Indonesia memilih mengkombinasikan warna merah putih untuk bendera negara. Sejarah bendera merah putih itu sangat panjang sampai ke Kerajaan Majapahit. 

Kisah ini dialihbahasakan dari factsofindonesia.com., dalam sejarah, warna dan nama bendera Indonesia berasal dari kerajaan Majapahit. Sebenarnya, sebelum Majapahit, Kerajaan Kediri mengenakan panji-panji merah putih. Sebelum Indonesia dijajah Belanda dan Jepang selama hampir tiga abad atau lebih dari 350 tahun, sejarah bendera putih merah dimulai di Kerajaan Singosari. Setelah itu, banyak pahlawan kebebasan menggunakan bendera merah putih sebagai simbol untuk memulai perang.

Merah putih ini dihidupkan kembali oleh mahasiswa dan para nasionalis pada awal abad ke-20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Sekelompok remaja Indonesia memanjat atap Hotel Yamato atau Hotel Majapahit sekitar tahun 1945 dan merobek lapisan bawah berwarna biru bendera Belanda sebelum Inggris menyerbu dan menguasai Surabaya. 

Enam bulan kemudian setelah peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi hanya merah putih, pasukan Belanda merebut Surabaya dari Inggris dan berjuang selama empat tahun lagi untuk mencoba dan menegaskan kembali kendali mereka di tanah air. Namun, perlawanan nasionalis dan tekanan dari negara lain akhirnya membuat Belanda menyerah.  Indonesia berhasil menjaga kemerdekaan Indonesia dan akhirnya negara-negara di seluruh dunia mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, umumnya pengakuan itu terjadi pada tahun 1949. 

Lika Liku Pengibaran Bendera Indonesia di Masa Kemerdekaan

Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di jalan Pegangsaan Timur No. 56. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, untuk pertama kalinya secara resmi bendera nasional merah putih dikibarkan oleh dua anak muda yang dipimpin oleh Bapak Latif Hendraningrat. 

Pada 4 Januari 1946, aksi teror Belanda dilakukan peningkatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk meninggalkan Jakarta ke Jogjakarta dengan kereta api. Bendera nasional asli dibawa ke Jogjakarta dan termasuk dalam koper pribadi Presiden Soekarno. Kemudian, ibu kota Indonesia dipindahkan ke Jogjakarta.

Pada 19 Desember 1948, Belanda memimpin agresi kedua mereka. Pada masa Istana Kepresidenan, Rumah Besar Yogyakarta dikelilingi oleh Belanda. Pak Husein Mutahar dipanggil oleh Ir.Soekarno dan memberinya tugas untuk menyelamatkan bendera nasional.

Penyelamatan bendera adalah salah satu bagian dari sejarah untuk menegakkan bendera merah putih sebagai identitas negara. Untuk menyelamatkannya, Tuan Husein Mutahar terpaksa memisahkan bagian merah dan putih. Oleh karena itu, bendera yang dipisahkan menjadi dua itu pun dijahit kembali oleh Pak Husein Mutahar persis di jahitan aslinya.

Pada 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk membawa kembali nama ibu kota Indonesia menjadi kota Jakarta. Bendera merah putih juga dibawa ke Jakarta. Untuk pertama kalinya, peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950, diadakan di Istana Merdeka dengan menggunakan bendera nasional Indonesia, Sang Saka Merah Putih, yang disambut dengan perayaan penuh suka cita oleh seluruh bangsa Indonesia.

Demikian itu sejarah bendera merah putih dan lika likunya menjadi sang saka Indonesia. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Pancasila Tangguh Berhasil Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka

Tim Pancasila Tangguh Berhasil Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka

News | Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:37 WIB

6 Fakta di Balik Sejarah Bendera Merah Putih, Sempat Dipisah Jadi Dua Bagian

6 Fakta di Balik Sejarah Bendera Merah Putih, Sempat Dipisah Jadi Dua Bagian

News | Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:20 WIB

Tetangga Dekat, Tapi Masih Ada Kesalahpahaman Australia Soal Indonesia

Tetangga Dekat, Tapi Masih Ada Kesalahpahaman Australia Soal Indonesia

News | Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:34 WIB

Fakta Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih: Sejarah, Pernah Dijahit 2 Kali hingga Dibungkus Koran

Fakta Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih: Sejarah, Pernah Dijahit 2 Kali hingga Dibungkus Koran

News | Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:07 WIB

Sejarah Paskibraka Berawal dari Utusan Presiden Soekarno

Sejarah Paskibraka Berawal dari Utusan Presiden Soekarno

News | Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:35 WIB

Bendera Merah Putih Sepanjang 1.444 Meter Hiasi Desa Honggosoco Kudus

Bendera Merah Putih Sepanjang 1.444 Meter Hiasi Desa Honggosoco Kudus

Foto | Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:35 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB