Saat Umat Kristen Turun, Australia Melihat Islam, Hindu, Buddha Meningkat

Siswanto, ABC

Senin, 22 Agustus 2022 | 10:45 WIB
Saat Umat Kristen Turun, Australia Melihat Islam, Hindu, Buddha Meningkat
Ilustrasi Masjid  (Pixabay)

Suara.com - Di saat menurunnya jumlah pemeluk Kristen dan meningkatnya ateisme di Australia, kelompok agama-agama minoritas bertambah secara signifikan.

 |  Bahasa Inggris

Di tengah musim dingin, ratusan umat Hindu berkumpul di kuil terbesar di Melbourne untuk merayakan Festival Chariot, salah satu acara keagamaan terbesar yang biasanya dirayakan di India.

Balasubramaniam Rangarajan, salah satu penyelenggara acara, sangat kagum melihat jumlah orang yang datang. Sebagai presiden di kuil Shri Shiva Vishnu di kawasan Carrum Downs, ia mengatakan ada peningkatan jumlah yang besar dalam dua puluh tahun terakhir.

Catatan: Untuk mengoptimisasi format artikel ini bisa di-klik di sini.

"Saat pertama kali datang ke Australia di tahun 1988, hanya ada sedikit kuil Hindu di Australia," ujarnya.

"Sekarang yang datang orang-orang dari penjuru Victoria, karena ada kesempatan berkunjung ke salah satu kuil terbesar."

Hindu menjadi salah satu agama yang berkembang pesat di Australia, menurut data sensus terbaru yang dikeluarkan Biro Statistik Australia (ABS).

Peningkatannya bisa mencapai 55 persen dalam lima tahun terakhir dan saat ini 2.7 persen orang di Australia memeluk agama Hindu.

baca juga

Menurut ABS, lebih dari 2,5 juta orang, sekitar 10 persen dari jumlah total penduduk di Australia memeluk agama-agama minoritas.

Artinya jumlah mereka yang memeluk agama minoritas meningkat 3,5 persen dalam waktu 25 tahun, sementara jumlah pemeluk agama Kristen turun 2,6 persen di waktu yang sama, meski Kristen masih jadi agama dominan di Australia.

Dari agama-agama minoritas, Islam menjadi yang terbesar, yakni 3,2 persen, diikuti Hindu dan Buddha.

Profesor sosiologi, Dr Anna Halafoff mengatakan meningkatnya pemeluk agama minoritas di Australia disebabkan oleh migrasi.

"Buddha, Hindu, Islam, yang disebut kepercayaan minoritas, faktor penyebabnya adalah historis dan juga migrasi," katanya.

Perkembangan Hindu diikuti oleh kedatangan para pendatang dari India dan Nepal.

"Kuil bukan hanya tempat spiritual, tapi juga jaringan sosial yang memberikan kesempatan baru bagi para pendatang untuk berinteraksi dengan mereka yang berasal dari negara, latar belakang, dan tradisi yang sama," ujar Balasubramaniam.

"Jadi kita bersama-sama dan mendorong mereka untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat besar yang beragam budaya."

Sebuah 'Nirvana boulevard'

Di sebelah utara kuil Hindu, yakni di kawasan Springvale, ada daerah yang disebut "Nirvana Boulevard".

Dalam area seluas 750 meter itu terdapat tiga kuil Buddha yang dimiliki oleh komunitas warga China, Kamboja, dan Vietnam.

Kepala dari kuil milik komunitas Vietnam, Thich Thien Tam, pertama kali datang ke Australia sebagai pengungsi.

Dengan bantuan komunitas setempat, ia mendirikan kuil di kawasan yang tadinya tempat pembuangan sampah. Tapi menurutnya ia sesuai dengan semangat Buddha yang mengubah keburukan menjadi keindahan.

"Seperti bunga lotus yang ditanam di lumpur dan tumbuh untuk berdiri tegak di bawah matahari, kuat saat diterpa angin, dan harum," ujarnya.

"Kita sekarang berada di tanah yang dulunya pembuangan sampah dan sekarang Buddha memberikan kebaikan, kasih sayang, kedermawanan, dan pendidikan."

Ia mengatakan meski ada banyak kuil Buddha di daerah itu, mereka punya peran di masyarakat dan untuk bersama-sama merayakan hari-hari besar dalam agama Buddha, seperti hari kelahiran Buddha.

"Sejarah Buddha di Australia dimulai sekitar tahun 1850an saat periode emas berlimpah di Australia, di mana ada banyak pendatang dari China yang paham soal agama dan filosofi China," kata Dr Halafoff.

"Biasanya campuran dan konfusianisme, Taoisme and Buddha."

Diperkenalkannya kebijakan "White Australia" di tahun 1901 yang hanya memperbolehkan warga kulit putih datang ke Australia, ada jumlah penurunan yang dramatis sebelum jumlahnya naik lagi. 

"Sejak dihapuskannya kebijakan "White Australia" dan karena globalisasi, jumlah pendatang dari kawasan Asia terus bertambah, karenanya kita lihat peningkatan dramatis juga dari jumlah pemeluk Buddha di Australia."

Di awal tahun 2000-an, Buddha menjadi agama terbesar kedua di Australia setelah Kristen.

Tu My Nguyen pernah menjadi pemuka Buddha selama 16 tahun dan ia datang ke Australia sebagai pelajar internasional dari Vietnam saat masih remaja.

Ia mengatakan mengikuti ajaran Buddha membantunya saat menghadapi tantangan bahasa dan studi saat itu.

"Semuanya percaya kuil Buddha adalah tempat yang damai yang bisa dikunjungi saat mereka ada masalah, tapi saya melihatnya dari sisi berbeda," katanya.

"Kuil adalah tempat yang bisa dinikmati, karena sangat dan menerima siapa pun, tempat yang bisa mengembalikan kedamaian dari dalam diri kapan pun."

Setelah memiliki kualifikasi sebagai guru, ia mendirikan sekolah dasar di kuil tersebut pada tahun 2015. 

"Anak-anak sangat baik. Mereka selalu punya energi positif, bermain dan selalu tersenyum," ujarnya.

"Mungkin mereka suka bikin barang-barang berantakan, tapi mereka memberikan kebahagiaan. Itu alasannya saya mendirikan sekolah dasar."

Ia mengatakan sangat penting untuk memiliki hubungan anak-anak dengan orang tua atau kakek dan nenek mereka lewat ajaran dan cara pemikiran Buddha.

Di sebelah kuil Buddha komunitas Vietnam ada juga kuil Buddha Kamboja, yang dikenal dengan nama Wat Khmer Melbourne.

Simon Long sudah menjadi biksu di kuil itu selama lebih dari 10 tahun. 

"Saya percaya jalan Buddha akan memberikan kedamaian dalam pikiran. Kita bisa lupakan kekhawatiran atau sekarat."

Keberagaman Islam

Dengan peningkatan pendatang dari Pakistan, Afghanistan, India dan Bangladesh dalam lima tahun terakhir, migrasi jadi kontributor terhadap perkembangan Islam di Australia dan jadi agama minoritas yang paling besar saat ini.

Hampir 126 ribu orang yang tiba di Australia antara 2016 dan 2021 adalah Muslim.

Tapi sebenarnya yang menjadi faktor terbesar kedatangan Islam di Australia adalah Muslim yang lahir di Australia.

Rheme El-Hussein adalah salah satu Muslim yang lahir di Australia dengan kedua orang tua yang lahir di Lebanon dan datang ke Australia di tahun 90-an.

"

"Saya sangat bersyukur terhadap mereka, datang dari Timur Tengah, dari sebuah negara yang sering alami peperangan dengan kehidupan yang sulit," katanya.

"

Rheme, yang sudah menikah dan punya satu anak perempuan, berharap akan lebih banyak anak-anak muda yang memahami Islam.

"Visi saya dalam hidup adalah agar bisa menunjukkan apa itu Islam, Muslim adalah bagian dari masyarakat Australia, dan seringkali ada konflik antara jadi Muslim dan jadi seorang warga Australia," katanya.

Umat Muslim di Australia berasal dari hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia.

Dr Halafoff mengatakan sangat penting untuk mengenal keberagaman Islam dan agam lainnya.

"Biasanya ini jadi yang tidak terlalu kita bahas atau pelajari di sekolah, keberagaman internal dari agama, tapi juga berasal dari keberagaman kelompok budaya, karena Islam cukup signifikan di Asia."

Aileen Ma lahir dari keluarga Muslim di China dan datang ke Australia sebagai pelajar internasional di tahun 2003.

Ia adalah satu dari 5.000 Muslim dengan latar belakang China di Australia.

"Orang bertanya, 'wow, kamu Muslim dan China? Kamu yang pertama yang saya kenal'," katanya.

"Enggak apa-apa dengan pertanyaan itu, meski kadang capek juga menerangkannya."

Menurutnya ada banyak hal yang membuatnya bangga jadi bagian dari Australia.

"Saya senang melihat komunitas Muslim di Australia berkembang dan ada banyak keberagaman budaya dan agama di sini."

Baca dalam bahasa Mandarin:  atau Bahasa Inggris: Baca dalam Bahasa Indonesia

Kredit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Psikolog Ungkap Cara Sederhana Membangun Kedekatan Orang Tua dan Anak

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Timnas Indonesia U-20 TC ke Turki, Hadapi Dua Lawan Berat, Siapa Saja Mereka?

Timnas Indonesia U-20 TC ke Turki, Hadapi Dua Lawan Berat, Siapa Saja Mereka?

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Bahlil Minta Maaf ke KKKS Pendapatan Berkurang Imbas Stop Ekspor Gas

Bahlil Minta Maaf ke KKKS Pendapatan Berkurang Imbas Stop Ekspor Gas

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Terkini

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×