Kala Sri Mulyani Pusing Tujuh Keliling Anggaran Subsidi BBM Bengkak

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:39 WIB
Kala Sri Mulyani Pusing Tujuh Keliling Anggaran Subsidi BBM Bengkak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Istimewa)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pusing tujuh keliling untuk mencari solusi agar harga Bahan Bakar Minyak/BBM subsidi, Pertalite dan Solar tidak naik. Ia mengaku tidak ada pilihan yang manis untuk rakyat terkait kebijakan BBM.

Dia menuturkan, pada 2022 pemerintah sudah menggelontorkan dana sekitar Rp502,4 triliun untuk menahan laju kenaikan harga BBM. Anggaran yang sangat besar, tapi miris karena justru dinikmati hampir 80 persen orang mampu, klaimnya.

Dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (30/8/2022) Sri Mulyani memaparkan seluk beluk soal anggaran subsidi dan kompensasi.

"Hitung-hitungan ini menggambarkan bagaimana perubahan kenaikan subsidi dari tahun 2018 hingga 2022 yang melonjak," kata Sri Mulyani.

Tak bisa dipungkiri kata wanita yang mendapatkan predikat Menteri Terbaik Dunia versi World Development Summit pada 2018 ini, faktor kenaikan harga minyak mentah merupakan biang kerok terus membengkaknya anggaran subsidi dan kompensasi, terutama ketika perang antara Rusia dan Ukraina pecah pada Februari 2022 lalu.

Alhasil kata dia belanja subsidi energi khususnya BBM dalam anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2022 tiba-tiba melesat tinggi, dari awalnya hanya sebesar Rp152 triliun diperkirakan menjadi Rp698 triliun.

"Jadi tahun ini subsidi dan kompensasi Rp502,4 triliun bahkan kemungkinan akan melonjak di atas Rp690 triliun. Ini adalah kenaikan yang sungguh dramatis," ujarnya.

Bandingkan kata Sri Mulyani yang terjadi selama 3 tahun terakhir, dimana anggaran subsidi dan kompensasi hanya dibawah Rp200 triliun saja.

"Kompensasi meledak, kalau subsidi melonjak karena bicara Rp130-140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun dari 2021 Rp47 triliun, ini hanya Rp18 triliun, ini meledak menjadi Rp293,5 triliun," tuturnya.

baca juga

Akibatnya kata dia kinerja APBN menjadi terguncang cukup hebat, karena harus menanggung beban anggaran yang cukup besar demi menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

"APBN menjadi shock absorber terhadap guncagan akibat harga subsidi yang terjadi tahun ini lebih dari 3 kali lipat subsidi kompensasi kita alokasikan untuk agar daya beli masyarakat terus terjaga ini sungguh luar biasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Sri Mulyani Beri Sinyal Kondisi Ekonomi Berpotensi Berawan Tebal dan Gelap

Menkeu Sri Mulyani Beri Sinyal Kondisi Ekonomi Berpotensi Berawan Tebal dan Gelap

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:58 WIB

Subsidi BBM adalah Candu, Saatnya Menata Ulang Formula Penyesuaian Harga BBM

Subsidi BBM adalah Candu, Saatnya Menata Ulang Formula Penyesuaian Harga BBM

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:37 WIB

Setuju Harga Pertalite Naik, CSIS Sarankan Pemerintah Alihkan Subsidi BBM ke Sektor Pendidikan dan EBT

Setuju Harga Pertalite Naik, CSIS Sarankan Pemerintah Alihkan Subsidi BBM ke Sektor Pendidikan dan EBT

Bekaci | Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×