Penduduk Asli Australia Minta Permohonan Maaf dari Keluarga Kerajaan Inggris

Siswanto, ABC

Senin, 12 September 2022 | 16:29 WIB
Penduduk Asli Australia Minta Permohonan Maaf dari Keluarga Kerajaan Inggris
Ilustrasi Australia (Pixabay/hbieser)

Suara.com - Selama lebih dari 200 tahun, orang-orang Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres telah memohon kepada keluarga kerajaan untuk mengakui kesalahan mereka di masa lalu dan saat ini yang menyebabkan orang Pribumi ditundukkan di tanah mereka sendiri.

Mendiang Ratu Elizabeth II meninggalkan kompleksitas bagi Penduduk Asli Australia, selain beragamnya opini warga tentang pemerintahan Kerajaan Inggris selama ini.

Belasan kali mendiang Ratu Elizabeth II mengunjungi Australia, dimulai saat penduduk asli dipaksa untuk hidup dan terpinggirkan, dengan hak seadanya.

Pada tur Australia pertamanya di tahun 1954, Ratu mengunjungi kota-kota di seluruh wilayah Australia, termasuk Shepparton di Victoria, tanah Yorta Yorta.

Ketika itu Ratu melewati "The Flats", wilayah di mana warga Aborigin tinggal di pondok sementara.

Tetapi pemerintah setempat mencoba untuk menutupi masyarakat tersebut dari pandangan Ratu dengan mendirikan layar goni.

"Saat itu [Ratu] berada di jalur mobil yang melintasi jalan raya dan [pemerintah setempat] memotong cabang-cabang pohon, lalu memasangnya melalui pagar sehingga ketika melewati daerah itu … ia tidak akan melihat semua orang berkemah di sana untuk menanyakan apa yang terjadi," kata sesepuh Dja Dja Wurrung, Bibi Fay Carter, 87 tahun.

"

"Kami menerima saja hal-hal semacam ini terjadi pada kami … tetapi seiring bertambahnya usia dan kesadaran akan apa yang terjadi, saya merasa tidak menyukai hal itu."

"

Hampir setengah abad kemudian, dalam kunjungannya kembali ke Australia yang meliputi NSW, Victoria, Tasmania, Wilayah Ibu Kota Australia, dan Australia Barat, Ratu mengunjungi kota Bourke di wilayah NSW.

Penatua Wiradjuri, Frank Doolan, lebih dikenal sebagai "Riverbank Frank", mengatakan "terkejut dan sedih" mendengar berita kematian Ratu.

Frank tinggal di Bourke dan meski dirinya tidak hadir saat Ratu mengadakan kunjungan ke sana pada Maret 2000, ia mengatakan momen tersebut meninggalkan kesan positif dan abadi di komunitasnya.

"Momen itu indah dan mereka merasa terhormat Ratu ingin pergi ke sana terutama untuk bertemu dengan mereka," katanya.

"Mereka terkejut melihat betapa kecilnya [Ratu Elizabeth II] secara fisik dan saya kira itu memang mengejutkan juga karena dalam banyak hal Ratu, dan semua yang diwakilinya lebih besar dari kehidupan."

Ia mengatakan semasa kecil, foto Ratu terpampang di setiap kelas dan, meskipun sekarang tidak lagi demikian, pengaruhnya menyentuh banyak orang.

"Terlepas dari bagaimana pandangan politik Anda … saya pikir kita semua harus setuju bahwa kita telah menyaksikan seorang perempuan yang sangat hebat dan ramah," katanya.

"Sebagai seorang pria Pribumi di Australia, saya tidak punya masalah jika Charles menjadi Raja Charles dan saya tidak memiliki masalah dengan gagasan bahwa mendiang ibunya, juga menghabiskan 70 tahun di atas takhta."

Tapi, Profesor Sandy O'Sullivan, seorang warga Aborigin Australia, merasa bahwa sang Ratu seharusnya bertanggung jawab mengubah kehidupan Penduduk Asli ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, banyak Penduduk Asli merasa frustasi karena Ratu tidak melakukan lebih.

"Selama berabad-abad tidak ada satu pun pekerjaan yang diselesaikan," ujarnya.

"Ia memiliki suara yang tidak kami miliki dan suara itu seharusnya bisa membawa perubahan .... semoga kami bisa melihatnya sekarang."

Hak Penduduk Asli dan generasi penerus

Keterlibatan dengan Penduduk Asli dipandang sebagai komponen penting dari tur dan tugas generasi penerus bangsawan di seluruh negara Persemakmuran.

Sebelum melepaskan posisi mereka sebagai anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle, Duchess of Sussex, sengaja bertemu dengan beberapa komunitas Aborigin.

Bagi banyak orang Pribumi di seluruh Persemakmuran, pernikahan Meghan Markle dengan Pangeran Harry adalah pertama kalinya mereka melihat keluarga tersebut bergejolak di hadapan publik dengan munculnya tuduhan rasisme sistemik dan minimnya keragaman di keluarga tersebut.

Raja Charles akan memerintah di era di mana pemahaman tentang hak-hak dan aktivisme Pribumi di seluruh Persemakmuran sudah mulai berkembang.

Di tempat lain, Karibia misalnya, beberapa negara anggota Persemakmuran telah memperdebatkan pemutusan hubungan dengan monarki.

Dalam kunjungan ke Jamaika, Pangeran William dan Kate, Duchess of Cambridge, dihadapkan dengan pengunjuk rasa yang menyerukan permintaan maaf dan upaya perbaikan atas dampak perbudakan dan penganiayaan sepanjang sejarah dilakukan.

Raja Charles telah mengisyaratkan dirinya sadar bahwa negara-negara ini akan terus memperdebatkan keterlibatan mereka di Persemakmuran, tapi mengatakan tahun ini "setiap negara anggota berhak untuk membuat keputusan".

Bibi Fay Carter berharap permintaan maaf resmi akan dilakukan keluarga kerajaan atas ketidakadilan yang menimpa penduduk asli Australia di bawah pemerintahan kolonial Inggris.

"Gestur ini hanya akan membuat kita merasa seolah-olah mereka peduli tentang apa yang terjadi di masa lalu … itu akan membantu kita melunakkan pikiran kita tentang monarki," katanya.

"Ini adalah sejarah mereka juga, bukan hanya sejarah kita dan semoga [Raja Charles] akan memiliki sikap yang berbeda dan mungkin tidak se-konservatif Ratu."

Ia berharap suatu hari akan ada perjanjian yang mengakui kesalahan masa lalu.

"Akan baik jika [Raja Charles] dapat menemukan sesuatu yang dapat membantu kita mengatasi rasa sakit dan penderitaan yang dialami rakyat kita oleh rakyatnya."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan ABC News dalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap

Terlibat Epstein Files? Kerajaan Inggris Buka Suara setelah Prince Andrew Ditangkap

Tekno | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:51 WIB

Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan

Etika Trump Dipertanyakan! Raja Charles III Dibelakangi saat Kunjungan Kenegaraan

Video | Sabtu, 20 September 2025 | 10:05 WIB

Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut

Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 09:17 WIB

Perusahaan Cadbury Dibuang dari Kerajaan Inggris, Apa Penyebabnya?

Perusahaan Cadbury Dibuang dari Kerajaan Inggris, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Desember 2024 | 08:46 WIB

Usai Borong Oscar, Sutradara Oppenheimer Dapat Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Usai Borong Oscar, Sutradara Oppenheimer Dapat Gelar Kehormatan dari Kerajaan Inggris

Lifestyle | Jum'at, 20 Desember 2024 | 18:11 WIB

Punya Aset Hingga Rp22 Ribu Triliun, Siapa Lebih Kaya Keluarga Kerajaan Inggris atau Arab Saudi?

Punya Aset Hingga Rp22 Ribu Triliun, Siapa Lebih Kaya Keluarga Kerajaan Inggris atau Arab Saudi?

News | Selasa, 19 November 2024 | 14:43 WIB

Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah

Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris di Bulan November, Ini Arti Bros Poppy Merah

Lifestyle | Selasa, 19 November 2024 | 09:11 WIB

Kisah Tragis di Balik Gelar Duke of Cambridge Pangeran William, Beberapa Anggota Kerajaan Mati Muda Setelah Mewarisinya

Kisah Tragis di Balik Gelar Duke of Cambridge Pangeran William, Beberapa Anggota Kerajaan Mati Muda Setelah Mewarisinya

News | Rabu, 06 November 2024 | 04:10 WIB

Kerajaan Inggris Buka Loker Baru, Berikut Syarat dan Job Desknya di Istana!

Kerajaan Inggris Buka Loker Baru, Berikut Syarat dan Job Desknya di Istana!

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 12:22 WIB

Meghan Markle Punya Senjata Rahasia untuk Balas Dendam pada Keluarga Kerajaan

Meghan Markle Punya Senjata Rahasia untuk Balas Dendam pada Keluarga Kerajaan

News | Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:43 WIB

Terkini

Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi

Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:41 WIB

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:33 WIB

Percakapan Lengkap Donald Trump saat Marahi Netanyahu: Apa yang Kau Lakukan, Bodoh!

Percakapan Lengkap Donald Trump saat Marahi Netanyahu: Apa yang Kau Lakukan, Bodoh!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:28 WIB

Dana Umrah Hanania Group Diduga Buat Bayar Influencer, Polisi akan Periksa Keanu hingga Awkarin

Dana Umrah Hanania Group Diduga Buat Bayar Influencer, Polisi akan Periksa Keanu hingga Awkarin

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:14 WIB

Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing

Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:56 WIB

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:52 WIB

Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi

Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46 WIB

Bantah Terima Suap Haji, Kubu Yaqut Sebut KPK Tak Tanya Soal Aliran Dana

Bantah Terima Suap Haji, Kubu Yaqut Sebut KPK Tak Tanya Soal Aliran Dana

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:31 WIB

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:23 WIB

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB