Indonesia Kaya Akan SDM Peneliti, Stafsus Presiden Diaz Hendropriyono: Tapi Hasil Riset Belum Memenuhi Kebutuhan Publik

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 19 September 2022 | 15:59 WIB
Indonesia Kaya Akan SDM Peneliti, Stafsus Presiden Diaz Hendropriyono: Tapi Hasil Riset Belum Memenuhi Kebutuhan Publik
Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono ketika bertemu Rektor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Prof Widodo di Kota Malang, Sabtu (17/9/2022). (Dok. Tim Diaz Hendropriyono)

Suara.com - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mengemukakan, Indonesia kaya akan sumber daya peneliti yang unggul, cerdas dan mumpuni. Namun di balik banyaknya SDM peneliti tersebut, Diaz juga melihat hasil riset yang ada belum begitu membantu kebutuhan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Diaz saat bertemu Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo di Kota Malang, Jatim beberapa waktu lalu.

"Indonesia kaya akan sumber daya manusia peneliti yang unggul, cerdas, dan mumpuni. Namun, hasil riset kita belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan publik," kata Diaz dikutip Suara.com, Senin (19/9/2022).

Akibat dari situasi tersebut, Diaz melihat Indonesia tertinggal dari negara lain yang memiliki pengembangan riset tepat sasaran atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pihak pemerintah, swasta hingga BUMN harus terus menjalin kolaborasi untuk mengubah keadaan tersebut.

"Tidak bisa jalan sendiri-sendiri karena ketiganya memiliki peran vital masing-masing. Link and match demi membangun ekosistem riset yang kokoh dan sustainable," ujarnya.

"Peneliti Indonesia terbukti cakap dan mumpuni. Kita harus terus memperbaiki ekosistem riset untuk hasil penelitian yang optimal," sambungnya.

Sementara itu, Widodo juga menyampaikan hal yang serupa. Widodo mengatakan kalau ekosistem riset itu harus dibangun secara kokoh dan melibatkan seluruh stakeholder.

"Dengan kehadiran pemerintah, maka orkestrasi riset menjadi lebih jelas. Siapa (lembaga pendidikan mana) melakukan apa, dan dikoordinasikan pula dengan BRIN," ucap Widodo.

"Dengan demikian tidak ada duplikasi dan overlapping. Serta perlu ada jaminan terhadap kebutuhan material dasar riset. Ini penting, mengingat lead time dan kualitas dari material dasar riset ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir riset," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset: Sektor Energi Indonesia Akan Jadi Sasaran Serangan Siber

Riset: Sektor Energi Indonesia Akan Jadi Sasaran Serangan Siber

Tekno | Senin, 19 September 2022 | 14:11 WIB

Waspada! Pakar Temukan Serangan "Phishing" Mulai Sasar Data Riset Universitas

Waspada! Pakar Temukan Serangan "Phishing" Mulai Sasar Data Riset Universitas

Jawa Tengah | Selasa, 13 September 2022 | 08:58 WIB

Pakar Ungkap Phising Mulai Bahayakan Pendidikan, Data Riset Universitas hingga Informasi Mahasiswa Terancam

Pakar Ungkap Phising Mulai Bahayakan Pendidikan, Data Riset Universitas hingga Informasi Mahasiswa Terancam

Jogja | Minggu, 11 September 2022 | 16:30 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

×