Aparat Diminta Hentikan Pola Represif, KASBI: Rakyat Hanya Ingin Pertahankan Sumber Kehidupan

Selasa, 27 September 2022 | 14:34 WIB
Aparat Diminta Hentikan Pola Represif, KASBI: Rakyat Hanya Ingin Pertahankan Sumber Kehidupan
Ketua KASBI, Nining Elitos saat berorasi dalam aksi HTN 2022 di depan gedung DPR RI. (Suara.com/Arga)

Suara.com - KASBI menyatakan Omnibus Law - UU Cipta Kerja semakin melegitimasi kepentingan pemerintah yang berujung menyingkirkan hak-hak rakyat kecil. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua KASBI, Nining Elitos dalam aksi unjuk rasa Hari Tani Nasional (HTN) 2022 bersama kaum tani, buruh, nelayan, perempuan, di depan Gedung DPR RI, Selasa (27/9/2022).

"Hari ini semakin terlegitimasi dengan adanya Omnibuslaw UU Cipta Kerja. Kita bisa lihat Wadas yang ada di Jawa Tengah. Itu adalah buntut wujud nyata pemerintah menjalankan mandat pemerintah Omnibuslaw UU Cipta Kerja," kata Nining di lokasi.

Pola-pola yang digunakan dengan menindas rakyat kecil, kata Nining, dilakukan dengan upaya tindakan represif pemerintah dengan menggerakan aparat untuk melawan rakyat yang hanya ingin mempertahankan tanah sebagai sumber kehidupannya.

"Kami mendesak juga kepada aparat hentikan represif terhdap rakyat yang ingin mempertahankan sumber kehidupan mereka, baik kepada kaum butuh, petani, mahasiswa, pelajar bahkan seluruh gerakan rakyat," tegas Nining

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika dalam orasinya menyampaikan, selama 17 tahun terakhir terjadi empat ribu lebih konfik yang berkaitan dengan tanah. Selain itu, ratusan petani ditangkap dan dikriminalisasi karena memperjuangkan tanahnya.

"Kaum tani di Indonesia selama 17 tahun terakhir, 4.009 konflik. Ada 900 lebih petani ditangkap karena memperjuangkan tanahnya," kata Dewi dari atas mobil komando.

Dewi juga menyebut, reforma agraria sejati menjadi salah satu tuntutan yang dibawa oleh massa aksi kali ini. Sebab, rakyat Indonesia berhak memperoleh konstitusionalnya atas tanah dan sumber-sumber agraria.

"Untuk itu kita harus terus memperjuangkan, menuntut, meneriakkan aspirasi agraria, dengan menuntut segera dijalankan reforma agraria sejati di Indonesia," kata Dewi.

Pantauan Suara.com di lokasi, sejumlah poster dan spanduk tuntutan turut dibawa oleh massa aksi. Dari sektor perempuan, terdapat spanduk dengan tulisan "Akui Entitas Perempuan Petani", "Suara Perempuan Nelayan = Suara Rakyat", hingga "Hentikan Perampasan Ruang Hidup Perempuan."

Baca Juga: IPW Minta Polri Dalami Pemakaian Jet Pribadi oleh Brigjen Hendra, Sugeng Bilang Begini Didepan MKD

Sementara itu, di gerbang Gedung DPR, massa yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) juga memasang spanduk besar yang berisikan sejumlah tuntutan. Misalnya, "Hentikan Perampasan Tanah dan Kriminalisasi Petani", "Laksanakan Reforma Agraria Sejati", "Cabut Omnibus Law-UU Cipta Kerja", hingga "Tolak Kenaikan Harga BBM dan Sembako".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI