Bela SBY Soal Isu Kecurangan Pemilu 2024, Pengamat: Mengapa Harus Dibatasi Dua Paslon?

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB
Bela SBY Soal Isu Kecurangan Pemilu 2024, Pengamat: Mengapa Harus Dibatasi Dua Paslon?
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY saat memberikan pernyataan merespons pelaksanaan KLB Deli Serdang.[YouTube/KompasTV]

Suara.com - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menuding adanya kecurangan Pemilu 2024. Tudingan itu tentu membuat geger publik, setelah sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menyindir pemerintahan Presiden Jokowi.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, AHY sebelumnya menyentil pemerintahan Jokowi hanya tinggal menggunting pita dan melanjutkan pembangunan era SBY yang hampir selesai. Sedangkan SBY menyinggung mengenai skenario hanya ada dua pasangan calon atau paslon di Pemilu 2024.

Gelombang pernyataan kontroversial dari Partai Demokrat itu lantas mendapatkan tanggapan dari Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro. Ia membela pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.

Menurutnya, peringatan SBY mengenai pengaturan pilpres hanya dua paslon berkaca pada dua Pilpres terakhir, yang hanya menghadirkan dua pasangan calon.

Dalam dua pilpres terakhir selalu dua pasangan calon saja yang muncul,” kata Bawono, Selasa (27/9/2022).

Bawono menyebut, pernyataan SBY itu juga harus diletakkan dalam konteks merespons gagasan dua paslon saja dalam pilpres yang disampailan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto dalam suatu diskusi beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keinginan PDIP agar pasangan calon dalam Pilpres 2024 dua paslon saja adalah sebuah ironi tersendiri. Apalagi, sejumlah survei mengungkap banyak nama yang berpotensial maju Pilpres 2024.

Mengapa harus dibatasi pada dua pasangan calon? Padahal saat ini sebagaimana terekam dalam survei-survei saat Indonesia memiliki figur-figur potensial dari untuk menjadi pemimpin nasional di masa depan,” ujar Bawono.

Sepanjang paslon yang muncul dapat memenuhi ketentuan dari UU Pemilu, Bawono menyarankan lebih baik dibiarkan saja muncul lebih dari dua pasangan calon. Baginya, tidak wajar apabila dari sembilan partai politik di DPR RI hanya memunculkan dua pasangan calon saja.

baca juga

Jangan paksa pemilih untuk kembali disuguhkan oleh dua pasangan calon saja sebagaimana dua pemilihan presiden terdahulu. Potensi keterbelahan pada tingkat grass root pemilih akan kembali terbuka,” tandasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LORD Luhut Sempat Ingin Jadi Presiden, tapi Sadar Bukan Orang Jawa

LORD Luhut Sempat Ingin Jadi Presiden, tapi Sadar Bukan Orang Jawa

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 09:54 WIB

Awas Gigit Jari! Bukan AHY, Pendukung Ternyata Ingin Anies Baswedan Gandeng Khofifah di Pemilu 2024

Awas Gigit Jari! Bukan AHY, Pendukung Ternyata Ingin Anies Baswedan Gandeng Khofifah di Pemilu 2024

News | Rabu, 28 September 2022 | 08:37 WIB

Serang Jokowi dengan Bandingkan Infrastruktur, AHY Dianggap Lakukan Bunuh Diri Politik

Serang Jokowi dengan Bandingkan Infrastruktur, AHY Dianggap Lakukan Bunuh Diri Politik

News | Selasa, 27 September 2022 | 21:44 WIB

Anies Dilaporkan ke Bawaslu RI, Dugaan Kampanye Terselubung di Masjid

Anies Dilaporkan ke Bawaslu RI, Dugaan Kampanye Terselubung di Masjid

Serang | Selasa, 27 September 2022 | 19:05 WIB

Minta Koalisi Bersama NasDem dan PKS Bisa Secepatnya Dideklarasikan, Politikus Demokrat: Rakyat Menunggu

Minta Koalisi Bersama NasDem dan PKS Bisa Secepatnya Dideklarasikan, Politikus Demokrat: Rakyat Menunggu

News | Selasa, 27 September 2022 | 16:52 WIB

Survei CSIS: Ganjar Pranowo Unggul Jadi Capres 2024 Pilihan Milenial

Survei CSIS: Ganjar Pranowo Unggul Jadi Capres 2024 Pilihan Milenial

Kalbar | Selasa, 27 September 2022 | 16:23 WIB

Terkini

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

×