Lagi, Jokowi Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas: Beri Sanksi yang Bersalah

Rizki Nurmansyah | Ria Rizki Nirmala Sari
Lagi, Jokowi Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas: Beri Sanksi yang Bersalah
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, terkait Tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022). [Dok.Antara]

Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengungkap Tragedi Kanjuruhan secara tuntas.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta agar Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) lalu, diinvestigasi hingga tuntas.

Jokowi juga menegaskan bahwa pihak yang telah terbukti bersalah harus diberi sanksi.

"Sudah saya sampaikan, diinvestigasi tuntas, diberikan sanksi kepada memang yang bersalah," ujar Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/10/2022).

Jokowi sendiri telah memerintahkan kepada segenap jajarannya untuk menangani Tragedi Kanjuruhan tersebut.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: 28 Anggota Polri Diperiksa Kasus Dugaan Pelanggaran Etik, Kemungkinan Bertambah!

"Saya kira juga perintah saya sudah jelas pada Menkopolhukam, pada Kapolri, pada Menpora dan semuanya sudah jelas," tuturnya.

Bentuk TGIPF

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md mengatakan, bahwa pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengungkap Tragedi Kanjuruhan secara tuntas.

Berikut daftar anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan:

Ketua: Menko Polhukam Mahfud MD

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Telan Nyawa Ratusan Suporter, Kapolres Malang AKPB Ferli Hidayat Resmi Dicopot!

Wakil Ketua: Menpora Zainuddin Amali