Bisingnya Deklarasi Capres di Tengah Tangisan Tragedi Kanjuruhan, 'Nir Empati'

Ruth Meliana Dwi Indriani

Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:34 WIB
Bisingnya Deklarasi Capres di Tengah Tangisan Tragedi Kanjuruhan, 'Nir Empati'
Ultras Garuda bersama Gabungan suporter klub di Indonesia melakukan aksi 1000 lilin dan tabur bunga di depan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bangsa Indonesia tengah berduka atas tragedi Kanjuruhan. Tragedi itu menjadi salah satu yang terkelam dalam sejarah sepak bola dunia, menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Di tengah tangisan keluarga dan kerabat yang kehilangan, muncul juga suara-suara bising dari dunia politik. Sejumlah partai politik dengan lantang mendeklarasikan capres 2024, tepat sehari setelah tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah pergerakan politik itu tentu langsung memicu kritikan. Para pejabat itu dinilai tidak bisa berempati di tengah terjadinya tragedi bangsa yang memicu kemarahan masyarakat.

Diketahui, partai yang pertama mendeklarasikan capres untuk Pemilu 2024 adalah NasDem. Partai yang diketuai Surya Paloh ini mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden2024.

Pengumuman ini dilakukan di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). Surya Paloh menyebut salah satu alasan memilih Anies untuk menjadi calon presiden. Ini karena Gubernur DKI Jakarta itu dinilai yang paling terbaik. 

Tak mau kalah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kemudian mengusung nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pilihannya dalam Pemilu 2024 mendatang. 

Selain itu, mereka juga menunjukkan dukungannya kepada putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar.

"Kami mengumumkan bahwa PSI akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024. Untuk calon wakil presiden, PSI memilih Mbak Yenny Wahid," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dalam jumpa pers virtual, Senin (3/10/2022).

Grace menambahkan, alasan PSI memilih Ganjar karena ia adalah sosok yang sesuai untuk melanjutkan kerja presiden saat ini. Ditambah, Ganjar juga dikenal oleh banyak anak muda, sehingga akan mengerti aspirasi mereka.

baca juga

Sementara itu, Grace menilai Yenny Wahid merupakan tokoh perempuan Islam yang dihormati. Ia bahkan dianggap bisa meneruskan perjuangan sang ayah yang populer dengan semangat toleransinya.

"Mas Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi. Sebagai tokoh politik, Mas Ganjar dikenal sebagai orang merakyat yang mengerti aspirasi kaum muda," ungkap Grace.

"Kombinasi Ganjar Pranowo-Yenny Wahid kami anggap adalah kombinasi terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan nasional. Inilah pasangan yang didorong oleh PSI menjadi calon presiden dan wakil presiden 2024 untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang adil dan toleran," imbuhnya.

Deklarasi capres ini juga disorot publik. Mereka dianggap blunder karena Ketum PSI Giring Ganesha dalam cuitan Twitternya @Giring_Ganesha kerap menyinggung Partai NasDem yang disebutnya kurang berempati.

"Hilangnya ratusan nyawa di #kanjuruhan membuat kami di @psi_id menyingkirkan bahasan politik sementara, deklarasi capres di tengah kedukaan tentu menyiksakan rasa nir empati," tulis Giring.

Tak sampai di situ, sehari setelah tragedi Kanjuruhan, aksi Ganjar juga membuat geger. Ia mengunggah foto bersama videotron Puan. Aksinya itu seolah menandakan bahwa ia mendukung keputusan PDIP, termasuk jika memang akhirnya Puan yang diusung.

"Siap! @pdiperjuangan," itulah keterangan yang diunggah Ganjar, dikutip Suara.com dari akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022).

Dalam foto, Ganjar dengan setelan olahraganya tampak berdiri sembari mengacungkan kedua ibu jarinya di bawah sebuah videotron besar yang bergambar wajah Puan.

Momen deklarasi capres hingga aksi tokoh politik itu tentu disayangkan warganet, sebab dilakukan di waktu yang kurang tepat. Mereka menilai para pejabat ini tidak memiliki empati, karena berdekatan dengan tragedi Kanjuruhan.

Salah satunya, akun Twitter @pn7l7h, yang mengkritik deklarasi Anies. Ia merekomendasikan waktu tepat untuk deklarasi calon presiden, yakni ditunda hingga beberapa hari karena suasana masih berduka. 

"Partai nir empati dikala rakyat sedang berduka dengan kejadian di Kanjuruhan Malang, ehh mereka malah sibuk deklarasi copras capres. Padahal Pilpres masih lama dan gak ada salahnya jika ditunda hingga beberapa hari.

Restorasi preketek," tulisnya.

Cuitan akun tersebut dibanjiri komentar warganet lain yang juga menyebut Partai NasDem minim empati usai mengumumkan Anies sebagai pilihannya di waktu berduka.

"Gimana ya? Manusia yang memiliki empati dan nurani itu amat berharga saat ini. Tidak ada satu pun kekayaan yg bisa membeli empati. Dan manusia tanpa empati hanyalah seonggok daging serta tulang tanpa makna," komentar warganet.

Lalu, akun Twitter lainnya dengan nama @/DianOnno turut menyinggung deklarasi yang dilakukan kedua kubu, yakni Partai NasDem serta PSI saat tragedi yang menelan ratusan korban jiwa.

"Ada tragedi ratusan orang meninggal, besoknya ada yang deklarasi politik, lalu ada satu lagi yang deklarasi politik tapi belum koordinasi internal," tulisnya.

Berkaca pada Respons Jokowi?

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat ditanya mengenai deklarasi Anies Baswedan sebagai capres 2024. Dengan tegas, Presiden Jokowi menyatakan tidak ingin berkomentar.

Presiden Jokowi menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang berduka akibat Tragedi Kanjuruhan. Karena itu tidak pantas untuk berbicara mengenai deklarasi politik.

Dalam pernyataannya, Jokowi bahkan sempat terbata-bata saat mengucapkan dukanya. Ia seolah berusaha menekankan bahwa tidak pantas dirinya berkomentar tentang politik di tengah situasi ini.

“Saya tidak... Saya tidak... Saya tidak... Saya tidak mau berkomentar karena posisinya masih dalam suasana duka,” ucap Jokowi.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Polisi Korban Tewas Di Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat

Dua Polisi Korban Tewas Di Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:32 WIB

Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Pelatih Persib Bandung Miliki Tambahan Tugas di Jeda Waktu Kompetisi Liga 1

Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang, Pelatih Persib Bandung Miliki Tambahan Tugas di Jeda Waktu Kompetisi Liga 1

Bandung | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:30 WIB

Usai Tragedi Kanjuruhan, Desakan Iwan Bule Mundur dari Jabatan Tuai Pro dan Kontra

Usai Tragedi Kanjuruhan, Desakan Iwan Bule Mundur dari Jabatan Tuai Pro dan Kontra

Jogja | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:30 WIB

Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Simpang Siur, Begini Beda Rincian Versi Kapolri dan Dinkes Kabupaten Malang

Data Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Simpang Siur, Begini Beda Rincian Versi Kapolri dan Dinkes Kabupaten Malang

Malang | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:29 WIB

Presiden Beri Waktu Kurang Dari Satu Bulan Kepada Mahfud MD untuk Selesaikan Kasus Tragedi Kanjuruhan

Presiden Beri Waktu Kurang Dari Satu Bulan Kepada Mahfud MD untuk Selesaikan Kasus Tragedi Kanjuruhan

Kalbar | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:23 WIB

Kenangan Kakak Pentolan Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan, Minta Kasus Diusut Tuntas

Kenangan Kakak Pentolan Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan, Minta Kasus Diusut Tuntas

Video | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:25 WIB

Terkini

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:47 WIB

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:39 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

×