Buntut Pedih Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Polisi Indonesia Dicolek Media Internasional

Dany Garjito, Elvariza Opita

Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:02 WIB
Buntut Pedih Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Polisi Indonesia Dicolek Media Internasional
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Suara.com - Polisi kembali menjadi sasaran kritik publik akibat pecahnya tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). Apalagi karena tragedi itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Cara polisi menangani kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu bahkan turut menjadi sorotan internasional. Tak terkecuali dari media asing The New York Times.

Bahkan sang jurnalis, Sui-Lee Wee tampak menyimpulkan tragedi Kanjuruhan adalah insiden yang lebih dari sekadar kerusuhan suporter dan ada campur tangan kurangnya kecakapan Polri dalam menangani massa.

"Saya berbicara dengan sejumlah pakar yang menyebut tragedi sepak bola di Malang menunjukkan ada isu yang lebih besar mengenai kepolisian," cuit @suilee, seperti dikutip Suara.com, Selasa (4/10/2022).

"Pelatihan yang buruk dalam pengendalian massa, satuan yang sangat militeristik, dan yang terpenting, hampir tidak pernah bertanggung jawab kepada siapapun," lanjutnya.

Bahkan tragedi Kanjuruhan bukan satu-satunya masalah terkait kepolisian yang diungkit sang jurnalis. Misalnya saja tragedi peluru yang menewaskan dua mahasiswa Sulawesi Selatan peserta demo tahun 2019 hingga skandal Ferdy Sambo yang tega mengeksekusi ajudannya sendiri, Brigadir J.

The New York Times juga sangat menyoroti masifnya pemakaian gas air mata untuk mengendalikan massa hingga tingginya biaya pengadaan atribut pengaman protes seperti helm dan kendaraan taktis.

Pemberitaan media asing mengenai kinerja kepolisian ini tentu membuat korps bhayangkara kembali disorot publik. Beramai-ramai warganet mendesak Polri untuk segera berbenah menyusul banyaknya perkara yang tengah membelit institusi.

Tersangka Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). [Suara.com/Alfian Winnato]
Tersangka Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). [Suara.com/Alfian Winnato]

"Dan korup," kecam warganet, menambahkan lagi poin negatif penilaian terhadap Polri.

baca juga

"Kalau udah sampai jadi perhatian internasional kayak gini dan mereka tetap nggak melakukan reformasi, nggak paham lagi," komentar warganet.

"Bagaimana bapak @ListyoSigitP statement dari New York Times sudah sesuai dengan realita bukan?" sindir warganet, bahkan menandai akun Twitter resmi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Mantep dibahas NY Times. Belom soal kasus-kasus sebelumnya," ujar warganet lain.

"Anda mau bilang apa pak polisi?" timpal yang lainnya.

Tewaskan Ratusan Orang, Tragedi Kanjuruhan Berujung Pencopotan Kapolres Malang

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada saat memberikan keterangan kepada media, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada saat memberikan keterangan kepada media, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)

Kapolri langsung mengambil langkah tegas dengan mencopot AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya sebagai Kapolres Malang.

Meski begitu, Ferli Hidayat masih mendapat pembelaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Disampaikan oleh Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, Ferli sudah melakukan langkah pengamanan sesuai prosedur.

"Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian, kapolres melihat secara prosedural sudah dijalankan," kata Albertus di Polres Malang, Selasa (4/10/2022).

Seperti dengan menyediakan kendaraan Barakuda milik Brimob Polda Jawa Timur untuk pengamanan pemain serta ofisial Persebaya Surabaya.

Albertus juga memastikan Ferli tidak memberi perintah untuk mengunci pintu Stadion Kanjuruhan. Diketahui perkara pintu keluar yang masih terkunci ketika Stadion Kanjuruhan sudah dipenuhi gas air mata disinyalir menjadi salah satu penyebab jatuhnya banyak korban jiwa.

Bahkan menurutnya Ferli sudah memerintahkan agar pintu dibuka 15 menit sebelum pertandingan berakhir. "Tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci," tutur Albertus.

"Tidak ada (juga) perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan eksesif dengan gas air mata," sambung Albertus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Panpel Arema FC Diganjar Hukuman Seumur Hidup, Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola

Ketua Panpel Arema FC Diganjar Hukuman Seumur Hidup, Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola

Bola | Selasa, 04 Oktober 2022 | 18:24 WIB

Timnas Indonesia U-17 Bantai Guam 14-0, Netizen Curhat: Aku Tak Terlalu Bahagia

Timnas Indonesia U-17 Bantai Guam 14-0, Netizen Curhat: Aku Tak Terlalu Bahagia

Jogja | Selasa, 04 Oktober 2022 | 18:17 WIB

Al Jazeera menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai 'world diedliest sporting stadium disaster' (tragedi paling mematikan dalam olahraga stadium di dunia).

Al Jazeera menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai 'world diedliest sporting stadium disaster' (tragedi paling mematikan dalam olahraga stadium di dunia).

Tangsel | Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:59 WIB

Bantah Data Suporter Arema, Polisi Pastikan Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Hanya 125 Orang

Bantah Data Suporter Arema, Polisi Pastikan Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Hanya 125 Orang

Sumut | Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:28 WIB

Disorot Media Internasional: Aremania Sampai Jebol Ventilasi Demi Selamatkan Diri

Disorot Media Internasional: Aremania Sampai Jebol Ventilasi Demi Selamatkan Diri

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 17:47 WIB

Terkini

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

×