Komnas HAM: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Banyak Wajah Membiru, Berbusa, dan Patah

Reza Gunadha, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:48 WIB
Komnas HAM: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Banyak Wajah Membiru, Berbusa, dan Patah
Warga meletakan syal di salah satu gate yang menjadi tempat meregangnya nyawa Aremania usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya pada Selasa (4/10/2022). [Suara.com/Dimas Angga]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atua Komnas HAM mengungkap kondisi para korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.

Peringatan Redaksi: narasi dalam artikel ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pembaca, tapi tetap kami tampilkan untuk menunjukkan kondisi nyatanya.

Disebutkan, kebanyakan jenazah dalam kondisi wajah yang membiru diduga akibat tembakan gas air mata oleh polisi.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, kondisi jenazah para korban sangat memprihatinkan.

"Kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru, jadi muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen, karena juga gas air mata," kata Anam dalam sebuah video kepada wartawan, Rabu (5/10/2022).

Diungkapkannya juga kondisi mata para korban memerah dan mulut mengeluarkan busa.

"Jadi teman-teman khususnya keluarga, Aremania, maupun relawan yang menangani jenazah memberikan informasi terkait hal tersebut. Wajahnya biru. Banyak yang wajahnya biru, mata merah, keluar busa dan sebagainya," ungkap Anam.

Kemudian para korban juga ditemukan dalam kondisi luka-luka, mulai dari kaki dan rahang yang patah hingga memar.

baca juga

Anam memprediksi jumlah korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan bakal bertambah dari catatan Komnas HAM sementara ini sebanyak 125 korban jiwa.

"Jadi jenazah ini angkanya pasti akan bertambah. Dari 125 pasti akan bertambah terus, karena memang situasinya saat itu sampai Minggu pagi sangat crowded.  Angkanya akan bertambah, karena beberapa belum dicatat atau langsung dibawa oleh anggota keluarganya," tuturnya.

Dari sejumlah korban selamat yang ditemui Komnas HAM di Malang, didapati  kondisi mereka yang memprihatinkan. Gas air mata yang ditembakkan polisi mengakibatkan gangguan kesehatan.

"Matanya sangat merah. Bahkan kami bertemu dengan salah satu korban yang itu peristiwanya hari Sabtu (2/10), Senin (4/10) bertemu kami, Senin baru bisa melihat. Matanya sakit kalau dibuka. Dadanya juga perih, sesak napas, tenggorokannya perih. Itu beberapa contoh informasi yang kami dapat,"  ungkap Anam.

Indikasi langgar HAM

Diberitakan sebelumnya, Komnas HAM menyatakan ada indikasi pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa.

"Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi," kata Choirul Anam saat konferensi pers di kantor manajemen Arema FC di Kota Malang, Senin (3/10/2022).

Kekerasan yang terbukti  salah satunya dilakukan aparat keamanan terhadap suporter. Bahkan, terlihat ada kekerasan yang masih dilakukan aparat ketika suporter Arema sedang berjalan kaki di pinggir lapangan.

"Ditendang, kena kungfu di lapangan. Nah, itu tidak hanya Komnas HAM yang melihat, tapi semua juga bisa lihat," ujar Anam.

Komnas HAM tengah menelusuri dan melihat kondisi Stadion Kanjuruhan untuk memastikan apa yang terjadi dalam kerusuhan yang menewaskan hingga 125 orang itu.

"Kami akan menginvestigasi dengan agak dalam anatomi stadion, cerita saat itu dan pascapertandingan," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Sebut Gas Air Mata Jadi  Sebab Tragedi Kanjuruhan: Sudah Jelas Dilarang FIFA, Investigasi Tak Usah Bertele-tele

Fadli Zon Sebut Gas Air Mata Jadi Sebab Tragedi Kanjuruhan: Sudah Jelas Dilarang FIFA, Investigasi Tak Usah Bertele-tele

Sumedang | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:46 WIB

Apa Prestasi Giring Ganesha Selain Menyanyi?

Apa Prestasi Giring Ganesha Selain Menyanyi?

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:46 WIB

Tinjau Langsung Lokasi Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Soroti Pintu dan Tangga Stadion

Tinjau Langsung Lokasi Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Soroti Pintu dan Tangga Stadion

Malang | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:45 WIB

Rekomendasi dan Rencana TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan, Tegas Bakal Jatuhi Sanksi Bagi Pelanggar

Rekomendasi dan Rencana TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan, Tegas Bakal Jatuhi Sanksi Bagi Pelanggar

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:44 WIB

Bintang Emon Sentil Aparat Berbintang Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi Baik Malah Jadi Korban

Bintang Emon Sentil Aparat Berbintang Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi Baik Malah Jadi Korban

Depok | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:33 WIB

Presiden Jokowi Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Dapat Perawatan dan Pelayanan Terbaik

Presiden Jokowi Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Dapat Perawatan dan Pelayanan Terbaik

Malang | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:25 WIB

Sebut Tragedi Kanjuruhan karena Gas Air Mata Polisi, Fadli Zon: kenapa Gak Pakai Water Cannon?

Sebut Tragedi Kanjuruhan karena Gas Air Mata Polisi, Fadli Zon: kenapa Gak Pakai Water Cannon?

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:24 WIB

Nuraninya Ramai Disorot, Ucapan Duka DPRD Jatim atas Tragedi Kanjuruhan Banjir Kritik Pedas

Nuraninya Ramai Disorot, Ucapan Duka DPRD Jatim atas Tragedi Kanjuruhan Banjir Kritik Pedas

Your Say | Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Terkini

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×