Ukraina Rebut Kembali Desa-desa di Selatan dari Rusia

Siswanto, BBC

Kamis, 06 Oktober 2022 | 03:15 WIB
Ukraina Rebut Kembali Desa-desa di Selatan dari Rusia
BBC

Suara.com - Pasukan Ukraina membebaskan sebuah desa yang penting di wilayah selatan Kherson, mempercepat kemunduran militer Rusia di daerah lainnya.

Kementerian pertahanan di Kyiv mengunggah video yang menunjukkan Brigade Marinir ke-35 mengibarkan bendera Ukraina di atas Davydiv Brid, sementara banyak laporan menyebutkan desa-desa di dekatnya juga berhasil direbut kembali.

Pasukan Rusia telah dipaksa untuk mundur di timur laut Ukraina.

Sekarang, mereka juga dipukul mundur di wilayah selatan.

Kemunduran terbaru mereka terjadi saat Presiden Vladimir Putin hendak menandatangani dekrit untuk menganeksasi empat wilayah Ukraina, sementara perang masih berkecamuk di keempatnya.

Aneksasi itu tidak punya legitimasi di bawah hukum internasional dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyatakannya batal demi hukum.

Presiden Joe Biden berbicara dengan Zelensky pada hari Selasa dan meyakinkannya bahwa AS tidak akan pernah mengakui aneksasi Rusia. Mereka juga membahas paket terbaru bantuan AS senilai $625 juta (Rp9,4 triliun), termasuk peluncur roket Himars.

Rusia masih menguasai kota Kherson, ibu kota regional, di selatan. Tetapi cengkeramannya terlihat semakin goyah di seluruh area di utara Sungai Dnieper, yang dikenal di Ukraina sebagai Dnipro.

Dalam 48 jam terakhir, pasukan Ukraina telah mendorong pasukan Rusia ke selatan di sepanjang tepi barat sungai, dan unit-unit Rusia sekarang juga terpaksa mundur dari beberapa pemukiman di utara wilayah Kherson.

baca juga

Zelensky mengatakan pasukan Ukraina telah melakukan "gerakan cepat dan kuat" di Ukraina selatan dan telah membebaskan "puluhan permukiman" dalam pekan ini saja.

"Bendera Ukraina berkibar lagi di atas desa Davydiv Brid," kata kementerian pertahanan Ukraina di media sosial. Warga memfilmkan tentara Ukraina berjalan memasuki desa.


Dalam pidatonya pada Selasa malam, Zelensky mengatakan desa-desa Lyubimivka, Khreshchenivka, Zolota Balka, Bilyaivka, Ukrainka, Velyka Oleksandrivka dan Mala Oleksandrivka juga telah dibebaskan, dan bahwa itu "jauh dari keseluruhan daftar".

Wakil menteri dalam negeri Ukraina Yevhen Enin mengatakan 50 kota dan desa telah direbut kembali dan sekitar 3.500 warga dibebaskan di Kherson, tetapi tidak mengatakan selama periode kapan.

Kementerian pertahanan kemudian mengatakan bahwa pasukan Rusia mengalami demoralisasi dan berusaha menghancurkan jembatan demi memperlambat kemajuan Ukraina.

Seorang pejabat yang ditugaskan Kremlin di Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan kepada penduduk: "Tidak ada alasan untuk panik."

Tidak ada konfirmasi langsung bahwa desa-desa di timur laut Davydiv Brid juga telah jatuh dan juru bicara militer Rusia tidak menyebutkan adanya kekalahan di sana.

Tetapi pada peta yang digunakan untuk menggambarkan kendali Rusia, jelas bahwa itu tidak lagi termasuk desa Arkhanhelske dan Velyka Oleksandrivka di timur laut wilayah tersebut, dan Dudchany di tepi Dnieper.

Blogger militer Rusia Rybar mengatakan tentara memutuskan untuk mundur karena berisiko dikepung. "Tidak sepenuhnya jelas di mana jalur kontak baru akan berada," katanya.

Wakil Walikota Kherson yang diasingkan Roman Holovnia mengatakan: "Banyak permukiman diratakan - beberapa pemukiman hampir tidak memiliki bangunan yang masih utuh."

Ia menambahkan bahwa para penduduk kota itu sedang menunggu pasukan Ukraina, dengan pemahaman bahwa mereka sedang menang.

Dari 320.000 orang yang tinggal di sana sebelum perang, hanya 100.000 yang tersisa, kata Holovnia.

Pasukan Ukraina telah menargetkan jalur pasokan Rusia di daerah Kherson selama berminggu-minggu, menghancurkan beberapa jembatan di seberang sungai.

Namun kemajuan mereka ke arah selatan hingga saat ini masih lambat. Kherson dengan cepat dikuasai oleh pasukan Rusia pada awal perang, ketika mereka menyerbu wilayah tersebut dari semenanjung Krimea, yang dianeksasi pada tahun 2014.

Ukraina mencapai kesuksesan yang lebih dramatis di Kharkiv di timur laut dan di Donetsk, merebut kota Lyman yang penting secara strategis pada hari Sabtu (01/10).

Kota ini adalah bagian dari Donetsk tetapi dipandang sebagai pintu gerbang ke Luhansk, sebuah wilayah yang hampir seluruhnya dikuasai Rusia.

Orla Guerin dari BBC, yang melaporkan dari Lyman, mengatakan hanya sedikit warga sipil yang tersisa di sana sekarang, sementara jenazah beberapa tentara Rusia tergeletak di luar kota.

Kherson, Luhansk dan Donetsk termasuk di antara wilayah Ukraina yang dianeksasi secara ilegal oleh Rusia, tetapi triumfalisme proklamasi Vladimir Putin Jumat lalu terlihat semakin prematur.

Seorang blogger Rusia menerbitkan kesaksian dari dua pria yang ia sebut sebagai petarung dari pasukan proksi Rusia di Luhansk yang nyaris lolos dari pengepungan di dekat Lyman pekan lalu.

"Kami meninggalkan Lyman, tetapi itu hanya kami - tidak ada amunisi, tidak ada apa-apa. Semuanya terbakar. Semua teman dan kawan kami tinggal di sana [mati]," kata salah seorang pria yang bernama Mikhei.

Rusia sejauh ini telah memobilisasi lebih dari 200.000 tentara sejak Presiden Putin memberikan perintah bulan lalu, menurut Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

Target awal dari "mobilisasi parsial" adalah 300.000, tetapi gelombang perekrutan telah dibayangi oleh cerita-cerita tentang orang Rusia yang berusaha kabur dari wajib militer atau diberi peralatan jelek ketika mereka bergabung.

Kazakhstan sendiri telah melaporkan bahwa lebih dari 200.000 orang Rusia telah melintasi perbatasannya dalam dua minggu terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja Hingga Bikin Konten, Tips Memaksimalkan Perangkat Apple Sesuai Kebutuhan

Kerja Hingga Bikin Konten, Tips Memaksimalkan Perangkat Apple Sesuai Kebutuhan

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:35 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jakarta Diminta Alokasikan 5% APBD untuk Tangani Polusi Udara

Jakarta Diminta Alokasikan 5% APBD untuk Tangani Polusi Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:00 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

Bandara Soetta Sudah Beroperasi, Jadwal Penerbangan Banyak Tertunda

Bandara Soetta Sudah Beroperasi, Jadwal Penerbangan Banyak Tertunda

Video | Selasa, 08 September 2026 | 20:15 WIB

Kejagung Tetapkan PT TPL Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp 2 T

Kejagung Tetapkan PT TPL Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp 2 T

Video | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×