Ditanya Siapa yang Harus Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan? Jokowi Diam, Menpora Garuk-garuk

Rifan Aditya

Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:38 WIB
Ditanya Siapa yang Harus Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan? Jokowi Diam, Menpora Garuk-garuk
Presiden Jokowi di Stadion Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022) (tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Suara.com - Tingkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan ketika ditanya siapa pihak yang harus minta maaf atas Tragedi Kanjuruhan. Ia tampak bingung dan hanya memberikan jawaban menggantung.

Hal ini terjadi ketika Jokowi meninjau lokasi tragedi yang menewaskan 125 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Rabu (5/10/2022).

Ia didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menkopolhukam Mahfud MD.

Salah satu wartawan bertanya, "Selain investigasi, adakah pihak-pihak yang harus meminta maaf paling tidak kepada para korban atau keluarga korban?"

Presiden yang telah berusia 61 tahun ini tak langsung menjawab. Ia terdiam sebentar.

Sementara Menpora Amali tampak menggaruk-garuk dahinya sembari melihat ke arah depan, dimana para wartawan berdiri.

Ketum PSSI Iwan Bule dan Kapolri Listyo Sigit pun tak bicara. Mereka tampak menoleh ke kanan untuk menanti jawaban dari Jokowi.

Tak berapa lama Jokowi mengarahkan pandangan ke samping. Kepalanya sedikit menoleh kepada wartawan yang bertanya. Gesturnya seakan meminta jurnalis itu mengulang pertanyaan.

Namun belum sampai selesai awak media tersebut mengulang pertanyaan, Jokowi pun langsung menjawab.

baca juga

"Semuanya dilihat terlebih dahulu secara menyeluruh lewat tim gabungan independen pencari fakta, terima kasih," ujar Jokowi.

Presiden dan rombongan setelah itu langsung menutup sesi tanya jawab dan bergegas meninggalkan stadion.

Kejadian ini terdokumentasikan dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (5/10).

Kapolri Ditagih Berlutut Maaf

Soal siapa yang harus minta maaf dalam Tragedi Kanjuruhan, politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana juga sudah menagih. Ia meminta Kapolri Listyo Sigit untuk berlutut minta maaf.

Panca menyindir sikap polisi dengan membandingkannya pada kasus kematian George Floyd. Saat itu, para polisi pun rela berlutut dan meminta maaf kepada masyarakat Amerika yang marah dan merasa terpukul atas kematian Floyd.

"Satu nyawa melayang begitu berharganya bagi polisi Amerika ini. Kematian George Floyd di Florida ini membuat polisi-polisi di Amerika meminta maaf dengan berlutut ke masyarakat Amerika. Tak bisa kah kita begitu juga Jenderal
@ListyoSigitP ada 125 lebih nyawa melayang sia-sia," tulis Panca melalui akun Twitter @panca66 (5/10).

Ia menyarankan agar paling tidak minta polisi-polisi di Malang dan Jawa Timur menunduk minta maaf.

"Tindakan seperti ini tidak hina. Malah saya yakin akan mendapat respek masyarakat Indonesia!," ujar Panca.

Ia menambahkan, "Dari pada naikkan aneka hestek dan menggunakan buzzeRp seperti Ade Armando dkk, langkah seperti ini lebih efektif mengembalikan kepercayaan masyarakat ke polisi. Iya nga sih?"

Pintu yang Terkunci

Perlu diketahui, Jokowi mengunjungi Stadion Kanjuruhan dengan maksud ingin mengetahui gambaran lapangan yang berkaitan dengan tragedi 1 Oktober tersebut.

Presiden berharap tim pencari fakta independen dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Sehingga masyarakat tahu penyebab utama tragedi yang menewaskan lebih dari 120 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan dirinya sudah minta Menteri PU untuk melakukan audit bangunan stadion. Tak hanya Stadion Kanjuruhan, Presiden juga meminta seluruh stadion yang dipakai untuk pertandingan Liga 1 hingga Liga 3 untuk diperiksa kelayakannya.

Menurut Jokowi, masalah utama tragedi Kanjuruhan sehingga menelan banyak korban adalah karena pintu keluar yang terkunci.

"Itu nanti tim gabungan independen pencari fakta yang harus melihat secar detil. Tetapi sebagai gambaran tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci," ujar Jokowi kepada rekan media.

Ia menambahkan,"Dan juga tangga yang terlalu tajam. Ditambah kepanikan yang ada. Tapi itu saya hanya melihat lapangan, semuanya nanti akan disimpulkan oleh tim gabungan pencari fakta".

Jokowi meminta tim gabungan pencari fakta Tragedi Kanjuruhan ini untuk bekerja secepat mungkin dan segera memberikan hasilnya. Namun Mahfud MD telah meminta waktu selama satu bulan untuk mengusut hal ini.

"Kalau kita lihat di GBK dengan penonton 80 ribu orang dibuka 15 menit keluar semua, saya rasa standar itu yang harus kita miliki," imbuh Jokowi.

Menurut anda siapa pihak yang harusnya minta maaf kepada korban atas Tragedi Kanjuruhan ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bonek Membaur Ikuti Doa Bersama di Gate 13 Kanjuruhan

Bonek Membaur Ikuti Doa Bersama di Gate 13 Kanjuruhan

Tangsel | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:32 WIB

Terpopuler: Kuwat Maruf yang Loyo Diteriaki, 6 Artis Ini Ternyata Alami KDRT Padahal Selalu Tampil Mesra

Terpopuler: Kuwat Maruf yang Loyo Diteriaki, 6 Artis Ini Ternyata Alami KDRT Padahal Selalu Tampil Mesra

Bekaci | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:27 WIB

Doa Bersama Tiap Malam Terus Digelar Warga Malang di Gate 13 Stadion Kanjuruhan

Doa Bersama Tiap Malam Terus Digelar Warga Malang di Gate 13 Stadion Kanjuruhan

Malang | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:23 WIB

Suami-Istri dan Anak Balita Selamat di Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan: Setahu Kami Suporter Mau Salaman Bukan Rusuh

Suami-Istri dan Anak Balita Selamat di Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan: Setahu Kami Suporter Mau Salaman Bukan Rusuh

Hits | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:24 WIB

6 Alasan Indonesia Tak Layak Dihukum Berat oleh FIFA, Erick Thohir hingga Jokowi Ramai-ramai Lobi Federasi?

6 Alasan Indonesia Tak Layak Dihukum Berat oleh FIFA, Erick Thohir hingga Jokowi Ramai-ramai Lobi Federasi?

Denpasar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:08 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×