Meningkat Hingga 152 Kasus, Ini Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Rifan Aditya

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 22:27 WIB
Meningkat Hingga 152 Kasus, Ini Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Ilustrasi Anak Sakit Perut - Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak (Pexels)

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan, peningkatan kasus gangguan ginjal akut atipikal atau gangguan ginjal akut misterius yang terjadi pada anak sebanyak 152 kasus. Meskipun sudah ada sejak Januari 2022, namun penyakit misterius ini mengalami pelonjakan yang signifikan pada September 2022. Penyebab gangguan ginjal akut pada anak pun dipertanyakan. 

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun IDAI hingga Jumat (14/10/2022) kemarin, sebanyak 152 kasus tersebut ditemukan di 16 provinsi. Antara lain yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi Kep. Riau, Papua Barat dan Papua. Angka tersebut meningkat dari yang sebelumnya mencapai 146 kasus. 

Menurut laporan Piprim, kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak (acute kidney injury/AKI) di DKI Jakarta menjadi yang terbanyak, diikuti oleh Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, Bali, dan juga Yogyakarta. 

Gangguan ginjal akut misterius pada anak di DKI Jakarta saat ini sebayak 49 kasus. Sementara itu, di Jawa Barat yakni mencapai 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, Bali sebanyak 15 kasus, dan Yogyakarta sebanyak 11 kasus. 

Kasus gangguan ginjal akut misterius tersebut diketahui mulai meningkat pada Agustus 2022 dengan jumlah penderita mencapai 36 kasus. Namun, puncaknya terjadi pada bulan September kemarin yang mencapai hingga 76 kasus. 

Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak 

Sampai saat ini, penyebab gangguan ginjal akut pada anak tersebut masih belum diketahui secra pasti. IDAI mengatakan jika fenomena ini masih belum menemukan titik terang tentang penyebabnya sehingga masih harus dibutuhkan investigasi lebih lanjut. 

Penting untuk diketahui, penyakit jenis ini disebut “misterius” lantaran pola perkembangan penyakit terjadi sangat cepat, tidak seperti penyakit ginjal biasanya. 

IDAI saat ini tengah melakukan investigasi terhadap virus tertentu yang dicurigai sebagai penyebab penyakit ini melalui pemeriksaan swab tenggorokan dan juga rektal. Sayangnya, hingga kini belum ditemukan jenis virus yang identik sebagi pemicu masalah kesehatan ini.  

baca juga

Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak 

Dr. Yanti Herman, Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes menyatakan jika salah satu gejala utama penyakit gagal ginjal akut pada anak ini yakni terjadinya penurunan drastis pada volume air kencing yang dikeluarkan. Penurunannya ini, biasanya akan ditandai dengan peningkatan jumlah nitrogen urea darah atau penurunan hingga tidak ada produksi urin sama sekali. 

Lantaran gejala tersebut, mengingatkan agar para orang tua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat jika telah ditemukan gejala penurunan volume atau tidak buang air kecil sama sekali. 

Tak hanya itu, Yanti menegaskan bahwa gangguan ginjal akut pada anak ini umumnya akan terjadi pada anak dengan usia 0 sampai 18 tahun. Ada pun mayoritas akan menyerang balita, anak yang tidak memiliki riwayat kelainan pada ginjal, hingga anak yang tidak mengalami demam ataupun gejala infeksi lain dalam kurun waktu 14 hari terakhir. 

Selain jumlah air kencing, orang tua juga harus mewaspadai jika anak mengalami gejala demam, infeksi saluran pernafasan akut (batuk dan pilek yang parah), dan gejala infeksi saluran cerna (yang ditandai dengan diare dan muntah). 

Walaupun demikian, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI meminta agar masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta agar tetap waspada dan selalu mencari tahu informasi dari beberapa sumber terpercaya sehingga mereka tidak menerima informasi yang keliru terkait penyakit misterius ini. 

Itulah tadi pembahasan tentang penyebab gangguan ginjal akut pada anak lengkap dengan gejalannya. Selalu waspada dan update informasi terkini agar dilakukan penanganan yang tepat jika anak Anda mengalami penyakit misterius ini.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai

Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali Tewaskan 11 Anak, Ini Ciri Utama yang Wajib Diwaspadai

Bali | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:42 WIB

Pantangan yang Perlu Dihadapi Anak Setelah Sembuh dari Penyakit Gangguan Ginjal Akut Misterius

Pantangan yang Perlu Dihadapi Anak Setelah Sembuh dari Penyakit Gangguan Ginjal Akut Misterius

Health | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 19:15 WIB

Duh! Anak Idap Gangguan Ginjal Akut Misterius Perlu Perawatan Berbulan-Bulan Hingga Bisa Pulih Total

Duh! Anak Idap Gangguan Ginjal Akut Misterius Perlu Perawatan Berbulan-Bulan Hingga Bisa Pulih Total

Health | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 17:30 WIB

Hindari Penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kadinkes Palembang Sarankan Hal Ini

Hindari Penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kadinkes Palembang Sarankan Hal Ini

Sumsel | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 08:53 WIB

Terkini

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

×