Kelompok Taliban Tembak Mati Seorang Mahasiswa Gay di Afghanistan

Diana Mariska | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:33 WIB
Kelompok Taliban Tembak Mati Seorang Mahasiswa Gay di Afghanistan
Tentara Taliban berjaga di dekat lokasi masjid yang dibom di Kabul Afghanistan. (Foto: AFP)

Suara.com - Seorang mahasiswa kedokteran di Afghanistan diculik dan ditembak mati oleh kelompok Taliban karena orientasi homoseksualnya.

Seperti diberitakan The Guardian, keluarga dan pasangan dari Hamed Sabouri mengatakan sang mahasiswa ditahan di sebuah pos pemeriksaan di Kabul pada bulan Agustus lalu. Ia kemudian disiksa selama tiga hari sebelum akhirnya ditembak.

Video eksekusi Hamed kemudian dikirim ke anggota keluarganya, yang kini telah meninggalkan Afghanistan demi alasan keselamatan.

“Taliban membunuh Hamed dan mengirim video itu ke keluarganya dan saya,” kata pasangan Hamed, Bahar.

“Keluarga Hamed telah melarikan diri, dan saya kini harus bersembunyi. Kami seperti pasangan lainnya di seluruh dunia yang sedang jatuh cinta, tetapi Taliban memperlakukan kami seperti penjahat. Mereka telah membunuh cinta dalam hidup saya, dan saya tidak tahu bagaimana akan hidup tanpanya,” Bahar menambahkan.

“Saya telah kembali menerima ancaman dari Taliban, dan saya sekarang dalam pelarian. Saya punya banyak teman dari komunitas LGBTQ+ di Afghanistan yang juga diculik dan disiksa. Saya ditangkap oleh Taliban pada Agustus 2021, serta pada Mei dan Juni tahun ini, dan diperkosa, dipukuli, dan disiksa dengan sengatan listrik.”

Hamed menjadi korban terbaru dari serangkaian kekerasan terhadap komunitas LGBTQ+ di Afghanistan, sebut salah satu kelompok hak asasi manusia.

Organisasi hak LGBTQ+ di Afghanistan mengatakan meningkatnya kekerasan menyebabkan banyak anggota komunitas LGBTQ+ berusaha meninggalkan negara itu dan memaksa ribuan lainnya bersembunyi.

“Ketakutan terbesar yang dimiliki setiap orang LGBTQ+ di Afghanistan saat ini adalah bahwa mereka akan menjadi Hamed Sabouri berikutnya,” kata Nemat Sadat, pendiri kelompok hak LGBTQ+, Roshaniya.

“Hal ini telah menjadi salah satu kesulitan yang mereka hadapi sejak Taliban kembali berkuasa. Berita tentang kematian brutal Hamed terus menghantui komunitas kami, tetapi kami tidak akan membiarkan hidup Hamed sia-sia. Kami akan terus memperjuangkan hak-hak LGBTQ+ Afghanistan untuk lolos dari eksekusi, dan agar kami dapat hidup lama dan bahagia di negara yang bebas.”

Dalam sebuah surat elektronik, saudara laki-laki Hamed, Haseeb Sabouri, membenarkan bahwa keluarganya telah menjual dua rumah mereka di Afghanistan dan pindah ke Turki.

"Kami melarikan diri dari Afghanistan karena ancaman dan pembunuhan Hamed," katanya. “Kami melarikan diri karena Taliban datang ke rumah kami setiap hari untuk mengganggu dan mengancam kami.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasangan Kekasih Pria dan Pria Ditangkap Karena Mengedarkan Sabu

Pasangan Kekasih Pria dan Pria Ditangkap Karena Mengedarkan Sabu

| Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:20 WIB

Rusia Denda TikTok Rp 772 Juta Akibat Enggan Hapus Konten LGBTQ

Rusia Denda TikTok Rp 772 Juta Akibat Enggan Hapus Konten LGBTQ

Tekno | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:35 WIB

19 Orang Tewas dalam Peristiwa Bom Bunuh Diri di Afghanistan

19 Orang Tewas dalam Peristiwa Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Kalbar | Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:05 WIB

Taliban Sepakat Impor Minyak, Gas, dan Gandum dari Rusia

Taliban Sepakat Impor Minyak, Gas, dan Gandum dari Rusia

News | Rabu, 28 September 2022 | 16:50 WIB

Afghanistan Izinkan Anak Perempuan Kembali Sekolah, Tapi Cuma Tiga Hari

Afghanistan Izinkan Anak Perempuan Kembali Sekolah, Tapi Cuma Tiga Hari

| Minggu, 25 September 2022 | 19:30 WIB

Warga Dorong-Dorongan Ingin Robohkan Tenda Imigran Afghanistan di Depan Kantor IOM Tanjungpinang

Warga Dorong-Dorongan Ingin Robohkan Tenda Imigran Afghanistan di Depan Kantor IOM Tanjungpinang

Batam | Senin, 19 September 2022 | 18:48 WIB

Terkini

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB