Jepang Selidiki Gereja Unifikasi Setelah Pembunuhan Shinzo Abe

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:36 WIB
Jepang Selidiki Gereja Unifikasi Setelah Pembunuhan Shinzo Abe
BBC

Suara.com - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memerintahkan penyelidikan terhadap Gereja Unifikasi, sebuah kelompok keagamaan yang menjadi sorotan setelah pembunuhan mantan PM Shinzo Abe.  

Tetsuya Yamagami, pria yang dituduh membunuh Abe, menyatakan Gereja Unifikasi telah membuat bangkrut ibunya. Dia menyalahkan Abe karena mempromosikan gereja itu.  

Beberapa pekan pascapembunuhan Abe, sejumlah elemen masyarakat mulai menelaah organisasi keagamaan itu dan terungkap bahwa Gereja Unifikasi memiliki hubungan dengan banyak anggota parlemen. 

Skandal ini memaksa Fumio Kishida meminta maaf.

Tak hanya itu, pada Senin (17/10), dia akhirnya memerintahkan penyelidikan terhadap Gereja Unifikasi - padahal sebelumnya dia menolak seruan untuk menggelar investigasi. 

Dia mengatakan dirinya "menanggapi serius" tuduhan bahwa gereja telah menghancurkan keluarga dan mengeksploitasi pengikutnya demi uang. Kishida mengakui terdapat "banyak korban" dari gereja tersebut dan mengatakan "upaya untuk membantu mereka masih belum cukup".

Baca juga:

Di lain pihak, Gereja Unifikasi sebelumnya mengatakan telah difitnah secara tidak adil atas penembakan Abe. 

Beberapa tuntutan hukum telah diajukan terhadap gereja tersebut oleh para mantan pengikut. 

Sejumlah analis politik Jepang menilai sikap Kishida sebagai upaya untuk memenangkan kembali kepercayaan publik. Sebab, tingkat persetujuan pemilihnya telah anjlok dalam beberapa bulan terakhir, setelah muncul berita tentang relasi partainya dengan Gereja Unifikasi. 

Penyelidikan internal oleh Partai Liberal Demokrat - yang dipimpin oleh Kishida - menemukan 179 dari 379 anggota parlemen dari partai tersebut telah berinteraksi dengan Gereja Unifikasi. 

Menyusul laporan itu, Kishida meminta maaf dan mengatakan dia telah meminta anggota partainya untuk memutuskan semua hubungan dengan organisasi keagamaan tersebut. Dia juga menekankan bahwa dia tidak memiliki hubungan pribadi dengan mereka. 

Gereja Unifikasi, yang didirikan di Korea Selatan oleh Sun Myung Moon pada awal 1950-an, memasuki Jepang pada 1960-an. Sejak saat itu, gereja itu memupuk hubungan dengan politisi untuk menumbuhkan basis pengikut dan reputasinya, kata para peneliti. 

Sejumlah pengamat mengatakan kelompok itu mengirim pengikutnya untuk bekerja sebagai sukarelawan atau staf lain di kantor politisi guna membangun jaringan dengan partai konservatif. LDP telah membantah adanya hubungan secara organisasi dengan gereja tersebut. 

Dikenal secara resmi sebagai Federasi Keluarga untuk Perdamaian Dunia dan Unifikasi, Gereja Unifikasi dikategorikan sebagai "sekte" oleh sejumlah pengamat. 

Bahkan, beberapa pengacara telah menuduh gereja itu memaksa umat - yang dikenal sebagai "Moonies" sesuai nama pendirinya - untuk menyumbangkan sejumlah besar uang.

Hubungan Shinzo Abe dengan kelompok agama itu telah menjadi topik spekulasi terutama di media sosial, sebelum kematiannya. 

Dia telah muncul sebagai pembicara di sebuah acara yang berhubungan dengan gereja itu tahun lalu. 

Kakek Abe – Nobusuke Kishi, yang juga mantan PM Jepang – diyakini dekat dengan organisasi itu karena bersifat anti-komunis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Sempat Diterjang Tsunami Kecil, Prabowo Tetap Semangat Temui PM Fumio Kishida

Jepang Sempat Diterjang Tsunami Kecil, Prabowo Tetap Semangat Temui PM Fumio Kishida

Kotak Suara | Rabu, 03 April 2024 | 16:07 WIB

Bertemu PM Jepang, Jokowi Sampaikan Agar Pembangunan MRT di Indonesia Dipercepat

Bertemu PM Jepang, Jokowi Sampaikan Agar Pembangunan MRT di Indonesia Dipercepat

News | Sabtu, 20 Mei 2023 | 10:31 WIB

Dugaan Dendam Di Balik Insiden PM Jepang Dilempar Alat Peledak

Dugaan Dendam Di Balik Insiden PM Jepang Dilempar Alat Peledak

News | Rabu, 19 April 2023 | 10:18 WIB

Perdana Menteri Jepang Dukung Uni Afrika Jadi Anggota G20

Perdana Menteri Jepang Dukung Uni Afrika Jadi Anggota G20

Your Say | Selasa, 20 Desember 2022 | 08:45 WIB

Rudal Korut Mendarat di ZEE Jepang, PM Kishida Meradang

Rudal Korut Mendarat di ZEE Jepang, PM Kishida Meradang

News | Jum'at, 18 November 2022 | 14:27 WIB

Jepang Puji KTT G20 Bali, Pastikan Hubungan Bilateral Tetap Kuat

Jepang Puji KTT G20 Bali, Pastikan Hubungan Bilateral Tetap Kuat

News | Kamis, 17 November 2022 | 08:15 WIB

Komitmen AZEC Keseriusan Presidensi Indonesia di G20 dalam Mendukung Transisi Energi

Komitmen AZEC Keseriusan Presidensi Indonesia di G20 dalam Mendukung Transisi Energi

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 10:53 WIB

Bertemu PM Jepang di Bali, Jokowi Minta Proyek MRT Bisa Rampung Tepat Waktu

Bertemu PM Jepang di Bali, Jokowi Minta Proyek MRT Bisa Rampung Tepat Waktu

News | Senin, 14 November 2022 | 15:36 WIB

Berikut Ini yang Dibahas Dalam Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Fumio Kishida

Berikut Ini yang Dibahas Dalam Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Fumio Kishida

Bisnis | Senin, 14 November 2022 | 14:58 WIB

Pemimpin AS, Jepang, dan Korsel akan Adakan Pertemuan Literal Bahas Nuklir Korut

Pemimpin AS, Jepang, dan Korsel akan Adakan Pertemuan Literal Bahas Nuklir Korut

News | Kamis, 10 November 2022 | 19:32 WIB

Terkini

Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!

Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:45 WIB

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:42 WIB

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:25 WIB

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:22 WIB

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:08 WIB

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:50 WIB

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:45 WIB

Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?

Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:38 WIB

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:10 WIB