Kasus Lukas Enembe Berlarut-larut Bak Drama, MAKI Bersiap Gugat KPK

Bangun Santoso

Rabu, 19 Oktober 2022 | 05:44 WIB
Kasus Lukas Enembe Berlarut-larut Bak Drama, MAKI Bersiap Gugat KPK
Gubernur Papua Lukas Enembe. (Antara)

Suara.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebutkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memainkan drama baru dengan Lukas Enembe, tersangka kasus dugaan suap gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Adanya drama baru ini mendorong MAKI untuk mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK.

"Atas berlarut-larutnya dan mangkraknya dan tidak jelasnya KPK, kemarin malah Ketua KPK bakal mendatangi Lukas Enembe, itu menurut saya malah menjadi ada drama. Kemarin sudah drama katanya mau pemanggilan kedua, dan upaya paksa begitu, tapi sampai sekarang tidak ada," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Boyamin mengatakan MAKI berencana mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK, karena hingga detik ini belum melakukan upaya paksa terhadap Lukas Enembe.

Menurut dia, setelah pemanggilan pertama Lukas Enembe mangkir, KPK segera melayangkan surat panggilan kedua.

"Kalau tidak datang itu menjemput paksa, dan kalau memang dalilnya sakit dibawa ke rumah sakit untuk dibantarkan,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Boyamin, terkait Ketua KPK akan mendatangi Lukas Enembe diinformasikan oleh pengacara Lukas Enembe, namun hal itu sampai saat ini belum dibantah oleh KPK bahwa Firli Bahuri akan mendatangi Lukas Enembe ke Papua.

“Selain janji yang tidak ditepati, ada drama baru, Ketua KPK mendatangi tersangka yang dipanggil tidak hadir dengan dalih sakit, ini drama baru,” ujarnya pula.

Atas janji yang tidak ditepati dan drama baru itu, kata Boyamin, maka MAKI mengajukan gugatan praperadilan atas dugaan dihentikannya penyidikan atau mangkraknya perkara terkait gratifikasi dan yang lain telah dirilis oleh KPK terhadap Lukas Enembe.

baca juga

Boyamin bakal menghadirkan pembanding dalam praperadilan yang bakal diajukan, yakni kasus 2012 saat MAKI dilaporkan terkait pencemaran nama baik atas proyek Bank Dunia di Jambi oleh rekanan.

Dalam kasus itu, MAKI dipanggil oleh penyidik kepolisian untuk hadir dalam pemanggilan, namun surat panggilan dikirimkan ke alamat yang lama, sehingga tidak ada yang hadir. Kemudian penyidik melayangkan surat panggilan kedua yang disertai dengan surat perintah untuk membawa.

Padahal, kata Boyamin, saat itu kasus masih dalam tahap penyelidikan, belum penyidikan. Tetapi Polri telah menerbitkan surat pemanggilan disertai dengan surat perintah membawa karena mangkir dalam pemanggilan pertama.

“Apalagi ini (Lukas Enembe) sudah penyidikan oleh KPK mestinya diterbitkan surat perintah membawa. Nah, ini pembandingnya saja patuh hukum kemudian datang, karena diterbitkan surat perintah membawa itu. Saya datang dan saya jelaskan prosesnya waktu itu di Polres Jakarta Selatan,” tuturnya.

Meski kemudian kasus tersebut tidak terbukti tidak ditindaklanjuti karena data yang disampaikan MAKI dianggap benar, karenanya aduan pencemaran nama baik itu dinyatakan tidak dilanjutkan.

Melihat proses itu, kata Boyamin, hendaknya bisa diikuti oleh KPK. Penyidik Polri baru melakukan penyelidikan sudah menerbitkan surat perintah untuk membawa ketika surat panggilan pertama tidak hadir.

“Ini jadi perbandingan nanti dalam gugatan praperadilan MAKI melawan KPK dalam kasus mangkraknya perkara Lukas Enembe,” ujar dia lagi.

Selain itu, MAKI juga melakukan pelacakan tempat-tempat Lukas Enembe berjudi di Singapura.

“Ini baru pelacakan belum terlalu mendalam. Mudah-mudahan bisa lebih didalami, tapi setelah dari Sinngapura, kemudian ke Medan memantapkan hati untuk praperadilan kepada KPK,” imbuh Boyamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Bentuk Tim untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe agar Bisa Segera Dimintai Keterangan

KPK Bentuk Tim untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe agar Bisa Segera Dimintai Keterangan

News | Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:13 WIB

Tegas! KPK Bakal Bentuk Tim Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Tegas! KPK Bakal Bentuk Tim Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Jawa Tengah | Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:00 WIB

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Ridwan Rumasukun Dipanggil KPK

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Ridwan Rumasukun Dipanggil KPK

Sulsel | Selasa, 18 Oktober 2022 | 15:34 WIB

Buntut Kasus Gubernur Lukas Enembe, KPK Panggil Sekda Papua

Buntut Kasus Gubernur Lukas Enembe, KPK Panggil Sekda Papua

News | Selasa, 18 Oktober 2022 | 12:50 WIB

KPK: Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang Saksi Dugaan Korupsi

KPK: Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang Saksi Dugaan Korupsi

Sulsel | Selasa, 18 Oktober 2022 | 11:43 WIB

Mengenal Sosok Mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Terseret Kasus Suap Proyek Meikarta, Kini Hirup Udara Bebas

Mengenal Sosok Mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Terseret Kasus Suap Proyek Meikarta, Kini Hirup Udara Bebas

Bogor | Senin, 17 Oktober 2022 | 21:03 WIB

Belum Juga Menyerahkan Diri ke KPK, Tim Dokter Bakal Datangi Terduga Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Belum Juga Menyerahkan Diri ke KPK, Tim Dokter Bakal Datangi Terduga Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Bekaci | Senin, 17 Oktober 2022 | 20:37 WIB

Terkini

Eks Chelsea yang Disebut Lebih Hebat dari Cristiano Ronaldo: Jadi Bintang Film Porno Kini Pemerkosa

Eks Chelsea yang Disebut Lebih Hebat dari Cristiano Ronaldo: Jadi Bintang Film Porno Kini Pemerkosa

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Update! Bocoran Terbaru iPhone 18e, Terungkap Cip, Kamera, dan Layar

Update! Bocoran Terbaru iPhone 18e, Terungkap Cip, Kamera, dan Layar

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Dari Medan Perang hingga Turun Padamkan Karhutla: Ini Rekam Jejak Mayjen TNI Sriyanto Pimpin BPGMN

Dari Medan Perang hingga Turun Padamkan Karhutla: Ini Rekam Jejak Mayjen TNI Sriyanto Pimpin BPGMN

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Gergasi Karya Danarto: Kisah Semut Mengusung Mayat dan Pohon Bermusyawarah

Gergasi Karya Danarto: Kisah Semut Mengusung Mayat dan Pohon Bermusyawarah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Kemiskinan Struktural: Ketika Manusia Kehilangan Hak untuk Bermimpi

Kemiskinan Struktural: Ketika Manusia Kehilangan Hak untuk Bermimpi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Ditahan Polisi, Bidan Desa di Rokan Hilir Ngaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Omoda X Hadir dengan Thermal Night Vision: SUV Canggih Penantang Toyota RAV4 dari Chery

Omoda X Hadir dengan Thermal Night Vision: SUV Canggih Penantang Toyota RAV4 dari Chery

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Kenapa Wardah Glasting Harus Dikocok Sebelum Pakai? Ini Alasannya

Kenapa Wardah Glasting Harus Dikocok Sebelum Pakai? Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Demo Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Ini 4 Titik Aksi di Jakarta

Demo Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Ini 4 Titik Aksi di Jakarta

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Alvin Tedjo Walkot Keturunan Indonesia di Kanada: Ayah Dokter Gigi Kelahiran Padang, Istri Perawat

Alvin Tedjo Walkot Keturunan Indonesia di Kanada: Ayah Dokter Gigi Kelahiran Padang, Istri Perawat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:19 WIB

×