CEK FAKTA: Benarkah Banjir Jakarta Akibat Sabotase demi Rusak Citra Anies Baswedan?

Rabu, 19 Oktober 2022 | 16:28 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Banjir Jakarta Akibat Sabotase demi Rusak Citra Anies Baswedan?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Banjir (kolase)

Suara.com - Lengsernya Anies Baswedan dari kursi DKI 1 menjadi sorotan publik. Sebab Anies meninggalkan jabatannya ketika Ibu Kota sedang dilanda banjir.

Banjir yang datang ketika musim penghujan mungkin dimaklumi sebagian pihak. Namun banjir Ibu Kota belakangan disebut sebagai bentuk sabotase pihak-pihak yang kontra dengan Anies. Bahkan banjir ini disebut disengaja untuk merusak citra Anies.

Seperti dilihat di video yang beredar lewat aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan Telegram, video itu memperlihatkan sejumlah pekerja yang sengaja menutup gorong-gorong saluran air dengan karung berisi pasir. Dengan demikian, penampungan air hujan tidak maksimal sehingga menyebabkan banjir besar di Ibu Kota.

"Kelakuan Kecebong PKI, Demi Menjatuhkan Citra Anies Baswedan Supaya Jakarta Kembali Banjir. BIADAB...!!!" begitulah narasi yang beredar mengiringi video tersebut, dikutip pada Rabu (19/10/2022).

Tangkapan layar video dengan narasi pekerja sengaja menutup saluran air dan mengakibatkan banjir di Jakarta demi merusak citra Anies Baswedan, benarkah? (cekfakta.com)
Tangkapan layar video dengan narasi pekerja sengaja menutup saluran air dan mengakibatkan banjir di Jakarta demi merusak citra Anies Baswedan, benarkah? (cekfakta.com)

Tentu video ini menjadi pembahasan panas dan ramai dikaitkan dengan isu politik. Namun benarkah narasi tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran, ternyata video tersebut tidak sesuai dengan narasi yang beredar.

Video yang identik ternyata pernah diunggah ke YouTube pada tahun 2020. Saat itu narasi yang beredar juga kurang lebih serupa, yakni ada pekerja yang membuang karung pasir ke gorong-gorong saluran air.

Narasi ini kemudian dijelaskan lebih detail oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, ketika dikonfirmasi pada 29 Januari 2020. Ia menjelaskan bahwa metode yang dilakukan di video adalah untuk menutup boks utilitas atau manhole dan sudah berjalan sesuai dengan prosedur.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Bambang Tri Dipanggil ke Istana, Tolak Segudang Tawaran dari Jokowi?

"SOP dalam pekerjaan pembangunan boks utilitas sebelum dipasang (adalah) jaringan utilitas dipasang pasir dengan karung. Gunanya untuk menahan beban bila ada tutup boks patah (keamanan bagi kendaraan tonase berat)," terang Hari.

KESIMPULAN

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa video para pekerja sengaja menutup saluran air dengan karung pasir supaya Ibu Kota banjir lagi dan merusak citra Anies Baswedan adalah tidak tepat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan narasi maupun klaim yang menyertai video tersebut adalah hoaks.

Sebab karung pasir yang dijatuhkan bukan untuk menutup saluran air, melainkan menutup manhole atau boks utilitas dengan tujuan menahan beban apabila ada tutup boks yang patah sehingga dapat terhindar dari kecelakaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI