Jokowi Minta Golkar Jangan Sembrono Pilih Capres, Analis Politik: Jelas, Artinya Jangan Seperti NasDem

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Minggu, 23 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Jokowi Minta Golkar Jangan Sembrono Pilih Capres, Analis Politik: Jelas, Artinya Jangan Seperti NasDem
Jokowi beri kata sambutan saat hadiri acara HUT Golkar ke-58 tahun. [Twitter/@golkar.indonesia]

Suara.com - Sambutan Presiden Joko Widodo di acara puncak HUT ke-58 Partai Golkar menciptakan perdebatan di kalangan masyarakat. Pasalnya pernyataan Jokowi dianggap bersayap dan menyindir manuver politik Partai NasDem.

Sebagai pengingat, Jokowi mengingatkan Partai Golkar dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) agar tidak sembrono dalam memilih calon presiden dan wakil presiden 2024.

"Saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden 2024," ujar Jokowi di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022).

Presiden Jokowi menyampaikan sambutannya di hadapan tamu dan undangan serta kader perayaan HUT ke-58 Golkar di JI Expo Kemayoran pada Jumat (21/10/2022). [Suara.com/Ria Rizki]
Presiden Jokowi menyampaikan sambutannya di hadapan tamu dan undangan serta kader perayaan HUT ke-58 Golkar di JI Expo Kemayoran pada Jumat (21/10/2022). [Suara.com/Ria Rizki]

Yang menarik perhatian, pernyataan itu disampaikan Jokowi ketika Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga hadir sebagai salah satu tamu undangan.

Karena itulah, tidak sedikit yang mengira Jokowi sedang menyindir Partai NasDem yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capresnya.

Salah satu yang turut membenarkannya adalah Analis Politik Adi Prayitno. Dilihat Suara.com di tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Adi mengungkap ada beberapa pesan tersirat dari sambutan Jokowi.

"Saya kira sudah cukup jelas dan clear. Pesan pidato Jokowi itu mengarah kepada NasDem yang dukung Anies Baswedan," tutur Adi, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Minggu (23/10/2022).

"Sebagai partai koalisi pemerintah, kalau ada apapun, koordinasi dan tentu saja harus sesuai dengan selera pemerintah calonnya. Kalaupun ini pesannya ke Golkar dan KIB, jangan sampai seperti NasDem, jangan sampai mengusung capres dan cawapres yang memiliki kepentingan dan suasana hati yang berbeda dengan pemerintah," sambungnya.

Adi menyampaikan ini untuk menepis klarifikasi Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin yang turut menanggapi pernyataan bersayap Jokowi tersebut.

baca juga

Adi kemudian mengemukakan alternatif pesan tersirat lain yang disampaikan Jokowi di pidatonya. "Ini tanda-tanda alam. Ketika Jokowi berbicara tentang jangan deklarasi capres dan cawapres sembrono, pasti yang ditodong pasti Ketua Umum NasDem Surya Paloh," jelas Adi.

"Padahal di situ banyak ketua umum partai. Ini kan menegaskan bahwa, di level media, di level publik, seakan-akan pernyataan presiden ini the one and only buat NasDem deklarasi Anies Baswedan, tidak lebih dari sekadar itu. Kalau yang lain kan intonasinya guyon," imbuhnya.

Walau begitu, Adi memastikan Jokowi sebenarnya tidak mengkritik pemilihan bacapres oleh NasDem. Hanya saja Jokowi mengimbau kepada Partai Golkar, yang notabene salah satu koalisi terbesar di pemerintahannya, agar jangan sampai salah melakukan manuver politik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kedua kanan) saat pengumuman deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kedua kanan) saat pengumuman deklarasi Calon Presiden Republik Indonesia tahun 2024 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di kesempatan yang sama, Adi menilai Jokowi menyampaikan pesan tersebut untuk mempertahankan kecenderungan "orang-orang Jokowi" lah yang bertanding di Pemilihan Presiden 2024.

"Di 2024 ini kan ada kecenderungan bahwa siapapun yang bertanding adalah 'All Jokowi's Men' atau 'All President's Men'. Mereka yang bertanding bisa dijamin adalah inner circle pemerintah. Siapapun yang menang itu bisa melanjutkan semua proyek-proyek besar yang dilakukan oleh Pak Jokowi," terang Adi.

"Tapi beda ceritanya bila Anies yang bertanding dan menang. Belum tentu proyek besar dan legacy yang ditinggalkan oleh Jokowi bisa dilaksanakan secara tuntas dan maksimal. Kekhawatiran itu yang terlihat," lanjutnya.

Selain Anies, nama yang digadang-gadang menjadi penerus Jokowi pasca purnatugas pada 2024 mendatang memang masih dalam satu kubu yang sama. Misalnya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, atau bahkan Erick Thohir.

Alasan yang sama pula yang membuat Anies merebut hati para oposisi pemerintah hingga belakangan mendorong terbentuknya poros koalisi NasDem dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Partai Demokrat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kang Dedi dan Ambu Anne Tak Berteman di Instagram, Namun Tetap Follow Akun Partai Golkar

Kang Dedi dan Ambu Anne Tak Berteman di Instagram, Namun Tetap Follow Akun Partai Golkar

Cianjur | Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:57 WIB

Sayonara AHY! Gatot Nurmantyo Disebut Lebih Layak Jadi Cawapres Anies Baswedan: AHY Populer Ada Faktor SBY

Sayonara AHY! Gatot Nurmantyo Disebut Lebih Layak Jadi Cawapres Anies Baswedan: AHY Populer Ada Faktor SBY

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 10:01 WIB

Heboh Video Uskup se-Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Capres, Keuskupan Jakarta Pastikan Hoaks

Heboh Video Uskup se-Jabodetabek Deklarasi Dukung Anies Capres, Keuskupan Jakarta Pastikan Hoaks

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 01:00 WIB

Survei: Elektabilitas Ganjar dan Anies Sebagai Bakal Capres Naik Signifikan

Survei: Elektabilitas Ganjar dan Anies Sebagai Bakal Capres Naik Signifikan

News | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:05 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Disambut Rakyat Antusias untuk Jadi Presiden 2024?

CEK FAKTA: Benarkah Anies Baswedan Disambut Rakyat Antusias untuk Jadi Presiden 2024?

News | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19:20 WIB

Terkini

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

184 Ribu Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Meta, Meutya Minta Diperluas ke Usia 16 Tahun

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 10:37 WIB

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:30 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:29 WIB

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:25 WIB

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 10:23 WIB

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Malang | Sabtu, 26 September 2026 | 10:21 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 10:20 WIB

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:13 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 10:06 WIB

×