Perang Ukraina: Apakah Belarus akan Ikut Berperang di Sisi Rusia?

Siswanto, BBC

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:41 WIB
Perang Ukraina: Apakah Belarus akan Ikut Berperang di Sisi Rusia?
BBC

Suara.com - Para pemimpin Rusia dan Belarus telah mengumumkan pembentukan pasukan gabungan kedua negara. Presiden Belarus Alexander Lukashenko berulang kali mengklaim bahwa Ukraina sedang bersiap untuk menyerang negaranya, membenarkan kemungkinan Belarus secara langsung masuk dalam perang.

Para pakar militer dan politikus di Ukraina dan negara-negara sekutu lantas mempertanyakan: seberapa besar kemungkinan tentara Belarus akan berpartisipasi secara langsung dalam konflik untuk memihak Rusia? Apakah ada kemungkinan serangan Rusia baru dari Belarus, mungkin sebagai upaya baru untuk menyerang Kyiv?

BBC berbicara dengan analis politik dan militer tentang kemungkinan - dan prospek - perkembangan semacam itu.

Berapa banyak tentara Rusia di Belarus?

Potensi serangan baru dari wilayah Belarus telah menjadi perbincangan sepanjang musim panas, tetapi Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan situasi di wilayah yang berbatasan dengan Belarus 'tidak mengalami perubahan signifikan'.

Namun, musim gugur ini Rusia memulai kembali upayanya untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Belarus dan situasinya menjadi lebih mengkhawatirkan dengan pengumuman mobilisasi Rusia. Menurut intelijen Ukraina, Belarus mengharapkan 20.000 tentara baru dimobilisasi dari Rusia.

Pada 10 Oktober, hari di mana terjadi serangan roket besar-besaran di Ukraina (beberapa roket diluncurkan dari Belarus), Alexander Lukashenko mengumumkan pembentukan pasukan gabungan dengan Rusia.

Baca juga:

Sampai sekarang, kontingen Rusia di Belarus terdiri dari 1.000 tentara, termasuk spesialis pemeliharaan untuk enam pesawat tempur, spesialis pemberi sinyal untuk stasiun radar, dan awak untuk empat sistem rudal taktis Iskander, dan 12 sistem rudal anti-pesawat, S-400.

Masih belum jelas apakah ada perubahan jumlah, meskipun demikian Kepala Departemen Kerja Sama Militer Belarus Valery Revenko mengklaim ada 9.000 orang.

baca juga

Jika foto-foto yang muncul di internet dapat dipercaya, tentara Rusia yang baru-baru ini dimobilisasi sedang dikerahkan ke Belarus.

Pada 17 Oktober, Belarus mengumumkan bahwa sekitar 170 tank, sekitar 100 senjata dan mortir kaliber lebih dari 100 milimeter, dan 200 kendaraan tempur akan dikirim dari Rusia, untuk melengkapi pasukan gabungan yang baru.

Menurut saluran Telegram oposisi, Belarusian Hajun, kereta tentara Rusia akan tiba di wilayah tengah dan utara Belarus - bukan wilayah yang berbatasan dengan Ukraina.

Bagaimana kondisi ini menjadi ancaman bagi Ukraina?

Pekan lalu, Alexander Kovalenko, seorang analis militer dan politik dari proyek 'Resistensi Informasi', menyatakan, untuk mengancam Ukraina dengan invasi skala penuh, Rusia harus mengerahkan paling sedikit 40 batalion kelompok taktis di Belarus.

Dalam skenario ini, kami memperkirakan jumlahnya mencapai 24.000 sampai 28.000 tentara. Jumlah itu kira-kira seukuran dengan kekuatan yang menginvasi Ukraina dari Belarus pada Februari lalu.

Jadi, jika sekarang hanya ada 9.000 tentara, artinya kelompok taktis batalion tidak lebih dari 12. Seperti yang dikatakan Kovalenko, ini bukan batalion skala penuh, tetapi batalion tanpa peralatan.

"Pasukan ini lebih mengarah pada distraksi, dibandingkan menciptakan kepanikan," kata dia.

Bagaimanapun, jika kontingen Rusia di Belarus mulai tumbuh pesat tanpa peringatan, akan ada kemungkinan besar Rusia sedang mempersiapkan invasi dengan wajib militer baru, yang tidak punya motif dan kurang terlatih.

Apakah jumlah tentara cukup untuk invasi?

Ivan Kirichevsky, seorang ahli di situs Ukraina Defense Express, mengatakan kepada BBC bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan hal ini.

"Hanya ketika pasukan Rusia di front lain sangat lelah, sehingga mereka hampir tidak dapat mempertahankan pertahanan, Kremlin akan memberikan perintah untuk menyerang, untuk menahan serangan pasukan Ukraina."

Namun, Kirichevsky ragu Rusia mampu mengumpulkan pasukan yang cukup untuk mengerahkan serangan lebih lanjut dari utara.

Dia mengatakan ada perbandingan jitu yang harus dibuat dengan upaya Rusia untuk membentuk korps pertempuran ketiga, yang seharusnya siap untuk pertempuran pada pertengahan Agustus. Namun, korps siap untuk pertempuran pada September, dan tetap dalam keadaan tidak lengkap.

"Mereka belum siap, jadi tentara Ukraina menyerbu mereka, terutama di Kharkiv," kata sang pakar.

Apakah Ukraina siap menghadapi serangan dari utara?

Letnan Jenderal Sergei Naev dari Ukraina menjelaskan keberhasilan Rusia di Ukraina utara pada awal perang. Menurut dia, mayoritas pasukan Ukraina yang ada dikerahkan untuk konflik Donbas, dan selama masa damai, unit-unit di perbatasan Belarus tidak memiliki anggota yang cukup untuk menahan serangan skala penuh.

Faktor lain adalah insiden yang terjadi hanya dua hari sebelum invasi, ketika Menteri Pertahanan Belarus Victor Khrenin memberikan 'pernyataan sebagai perwira' kepada mitranya dari Ukraina, Alexei Renikov, bahwa tidak akan ada serangan dari Belarus.

Pesan itu ternyata hanya omong kosong. Reznikov sendiri mengakui hal ini, dalam sebuah wawancara dengan Washington Post.

Jenderal Naev mengatakan Ukraina sekarang siap menghadapi serangan dari Belarus. "Pasukan yang dikerahkan di Belarus akan meningkatkan kesiapan kami. Komando Ukraina akan membangun pasukan dan material kami sendiri," jelasnya.

Pihak berwenang di wilayah yang berbatasan dengan Belarus juga membahas kesiapan tempur.

Vitaly Koval, pemimpin administrasi sipil-militer di wilayah Rivne Ukraina, yang berbatasan dengan Belarus sepanjang 218 kilometer, mengatakan kepada BBC Ukraina bahwa pekerjaan untuk memperkuat pertahanan di perbatasan sudah dimulai tujuh bulan lalu.

Menurut Koval, invasi dari utara tidak akan mudah. "Empat puluh persen wilayah kami ditutupi oleh hutan. Dan ada hutan dan rawa yang tidak bisa ditembus di wilayah utara, di perbatasan Belarus. Belum lagi 170 sungai. Ini adalah penghalang alami. Jembatan di atas sungai dapat diblokir dengan banyak cara untuk menghalangi gerakan musuh."

"Anda harus mengorbankan diri sendiri untuk berperang dengan kami, melintasi perbatasan Belarus-Ukraina," tambahnya.

Akankah tentara Belarus bergabung dalam perang, di pihak Rusia?

Pada akhir tahun lalu, ada 17.000 tentara di pasukan darat Belarus, sebagian besar adalah wajib militer.

Tentara Belarus memiliki kendaraan lapis baja dan pesawat militer, dan menurut Ivan Kirichevsky, serangan Belarus berpotensi menimbulkan kerusakan nyata.

Namun, pasukannya tidak memiliki pengalaman tempur.

Pejabat Belarus, termasuk Lukashenko sendiri, berulang kali menyatakan keengganan mereka untuk menyerang Ukraina. Namun, mengingat kata-kata Khrenin sejak 22 Februari, janji-janji seperti itu hampir tidak menjamin.

Apakah mobilisasi Belarus mungkin dilakukan?

Beberapa hari yang lalu, sebuah artikel muncul di surat kabar oposisi Belarus Nasha Niva dengan judul 'Keputusan untuk memobilisasi Belarus telah dibuat'.

Para jurnalis, yang mengutip sumber mereka sendiri, mengklaim bahwa Lukashenko telah membuat keputusan untuk melakukan mobilisasi rahasia di Belarus, yang melengkapi unit-unit Rusia. Menurut penulis, ini meningkatkan kemungkinan eskalasi di perbatasan Belarus-Ukraina.

Pada Selasa, informasi ini dikonfirmasi oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

"Dengan kedok kamp pelatihan, kegiatan mobilisasi rahasia sedang berlangsung di Angkatan Bersenjata Belarus. Menurut informasi yang tersedia, operator sistem rudal anti-pesawat dan kru tank sedang dilatih," kata dia.

Secara resmi, Minsk belum mengumumkan mobilisasi, dan Lukashenko baru-baru ini membantah adanya rencana semacam itu.

Apakah Belarus akan bertarung?

Oleksiy Arestovych, kepala penasihat kantor kepresidenan Ukraina, mengatakan meskipun memang ada sebagian mobilisasi rahasia di Belarus, target utamanya adalah personel militer yang berspesialisasi dalam konstruksi.

"Artinya, tugas utama pihak Belarus bukanlah untuk berperang melawan kami, tetapi untuk membangun semacam tempat perlindungan bagi pasukan Rusia," katanya, dalam siaran untuk saluran YouTube oposisi Rusia, 'Feygin Live'.

Arestovych yakin kemungkinan partisipasi langsung tentara Belarus dalam perang melawan Ukraina bukannya tidak ada sama sekali, tetapi tetap sangat rendah.

Bagi banyak pengamat militer, salah satu indikasi keengganan tentara Belarus untuk memasuki perang secara langsung adalah ekspor senjata dan amunisi dari gudang senjata Belarus ke divisi-divisi Rusia.

Kirichevsky percaya dengan melakukan itu, Lukashenko mencoba agar negaranya tidak berhadapan langsung melawan Ukraina.

Para blogger di balik saluran Telegram 'Belarusian Hajun' juga berpikir bahwa keterlibatan langsung hanyalah salah satu dari banyak cara yang bisa dilakukan dengan skenario tersebut.

Ada kemungkinan partisipasi Belarus akan terbatas pada mempersiapkan kelompok penyerang Rusia di wilayahnya, memasok senjata, dan memungkinkan pelatihan wajib militer Rusia di kamp-kamp Belarus - dan dengan demikian mengecualikan keterlibatan pasukannya sendiri.

Namun, beberapa pihak tetap yakin, cepat atau lambat, tentara Belarus bakal bergabung dalam perang.

Taras Chmut, kepala 'Come Back Alive,' sebuah lembaga dana bantuan militer Ukraina, mengomentari potensi kemunculan Iskander Rusia dan S-400 di tentara Belarus. "Entah mereka akan bergabung dalam perang atau kita akan menang lebih cepat dan Federasi Rusia akan berantakan."

Dan bagaimana dengan suasana di Belarus? Seorang individu yang berbicara secara anonim dengan wartawan BBC Ukraina, yang memiliki kerabat di tentara Belarus, membuat pernyataan berikut: "Republik Belarus tidak ingin berperang. Dan tidak akan berperang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?

Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:05 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Terima Presiden Lukashenko, Prabowo Resmikan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus

Terima Presiden Lukashenko, Prabowo Resmikan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:55 WIB

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:45 WIB

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:57 WIB

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:45 WIB

Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas

Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:31 WIB

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:59 WIB

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:30 WIB

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih

5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:25 WIB

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:24 WIB

Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak

Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak

Banten | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:24 WIB

KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu

KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu

Kaltim | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:20 WIB

Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung

Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:18 WIB

BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM

BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

3 Tablet Murah dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta untuk Belajar, Kerja dan Hiburan

3 Tablet Murah dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta untuk Belajar, Kerja dan Hiburan

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

Scaloni Jelang Argentina vs Spanyol: Kami Tim yang Unik, Bukan Sombong

Scaloni Jelang Argentina vs Spanyol: Kami Tim yang Unik, Bukan Sombong

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran

BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran

Kalbar | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:11 WIB

×