Carl Javier dan Rane Kupas Tuntas Soal Performa Model Bisnis Podcast di LMS 2022

Dany Garjito, Andi Ahmad S

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:12 WIB
Carl Javier dan Rane Kupas Tuntas Soal Performa Model Bisnis Podcast di LMS 2022
Local Media Summit 2022. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Saat ini media massa di Indonesia tengah dihadapkan dengan masalah seiring perkembangan teknologi. Hal itu menjadi dasar bahwa Suara.com menggelar acara Local Media Summit 2022 secara langsung maupun daring.

Untuk diketahui, ada 300 media lokal ikut dalam Local Media Summit 2022 secara langsung maupun daring. Event ini merupakan pertemuan terbesar dan pertama di Indonesia dan mendapat dukungan dari 20 lebih kolaborator.

Terdiri dari lembaga donor, kedutaan, perbankan, perusahaan, platform teknologi dan juga solusi teknologi terkemuka dunia, Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartanto bersama Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.
Serta M Syarif Bando, selaku Kepala Perpustakaan Nasional.

Acara Local Media Summit 2022 digelar di Gedung Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis-Jumat (27-28/10/2022).

Pada acara Local Media Summit 2022 ini salah satunya membahas mengenai untuk menemukan performa model bisnis podcast dengan pemateri CEO Puma Podcast (Philippines), Carl Javier dan Suarane, La Rane Hafied.

CEO Puma Podcast (Philippines), Carl Javier pada kesempatan kali ini, dirinya tidak hanya berbicara soal bisnis mengenai Podcast saja, melainkan berbagi pengalaman dalam membuka sebuat podcast dari awal secara konsisten hingga saat ini menjadi besar.

Carl Javier mengatakan, bahwa saat ini di Indonesia sangat banyak penyiar Podcast yang baik dan bagus. Namun, untuk bisnis pada Spotify ini lebih ke sisi mencari selebritis, influencer karena memiliki daya bayar yang tinggi.

"Kalau mau buka Podcast dari awal, caranya yang bisa langsung mendongkrak tentu harus menggandeng selebritis, influencer, itu langkah jika ingin cepat Podcast anda bisa dilirik banyak orang, tapi kita jangan melihat ke situ," katanya.

Pada pengalamannya mendirikan awal mula Puma Podcast, Carl sapaan akrabnya membuat 40 konten, tentang Asia, kongres investasi, pemenang penghargaan yang berupa seremonial dan merk tertentu.

baca juga

Pada saat itu juga kata dia, ada tiga hal yang cukup berat untuk memulai Podcast di 2008. Pertama belum adanya pasar, orang belum mau membayar untuk jurnalis, dan belum ada asosiasi.

"Ini pengalaman kita pada 2008 saat mulai membentuk, ini kita sangat sulit belum adanya pasar tentu ini kesiapan kita untuk mendongkrak pasar di lapangan, yang miris orang tidak mau membayar jurnalis karena ruang publik, belum ada asosiasi," imbuhnya.

Namun kata dia, dengan pengalamannya itu dirinya membuat terobosan membuat cerita Podcast yang berkelanjutan, bukan hanya bisa dilihat dua sampai empat minggu orang jadi bosan.

Mungkin kata pria asal Philippines ini, cara membuat cerita Podcast yang berkelanjutan dan tidak membuat orang bosan bisa menjadi terobosan, tentu dengan kualitas tinggi untuk para peserta Local Media Summit 2022.

"Kita di Puma Podcast juga baru menemukan nilai setelah tiga tahun ada 100 ribu pendengar per bulan, dan juga mulai monetisasi atau mendapatkan pendapatan," ucapnya.

Dia berujar, untuk melihat manajemen dalam Podcast yakni harus memahami terlebih dahulu soal nilai pendengar. Setiap seribu pendengar itu sama dengan 13 dolar.

Namun Philippines ini sangat kecil dibandingkan dengan Amerika yang mempunyai nilai besar.

"Kalau di kita, untuk menutup produksi satu episode itu 1000 sampai 2000 dolar, karena kita negara yang dijajah, kita juga tidak bisa membeli angka-angka, karena daya beli kita kecil, dibandingkan dengan negara penjajah," jelasnya.

Dia menuturkan, bahwa monetisasi atau penguangan adalah proses mengubah apapun menjadi alat pembayaran yang sah. Ini adalah cara halus untuk berbicara tentang bagaimana manusia dapat membuat sesuatu yang dapat dikomersialkan.

"Tergantung dari kita, membagikan dan melihat masalah ini, kalau nilai pendite oleh orang barat, kita harus framing. Tapi, kita sisihkan dulu yang tidak mendengar kita, karena ini mempengaruhi," tuturnya.

"Saat ini dari 79 persen pendengar, itu mengingat merk podcas hanya 11 persen tidak berusaha mendengar iklan. Kita yang lakukan berkomunikasi dengan mitra, karena kita membuat dampak besar jangka panjang disini konversinya. Tapi intinya Podcast itu memperdalam hubungan kita dengan orang-orang lama dan baru," jelasnya.

Sementara itu, La Rane Halfied selaku dari Suarane mengatakan, bahwa di Indonesia ini Podcast sangat banyak dan mempunyai pengaruh besar.

Namun kata dia, dari segi pengaruh cukup besar karena pengguna banyak, tentu dari cara bisnis sangat sulit, ini tentunya menjadi pekerjaan bersama kita dalam pembahasan di LMS 2022 ini.

"Bagaimana podcast itu bekerja? orang selalu bertanya soal Podcast Dedi Corbuzier dan Podcast Paling Soleh bagaimana caranya bisa seperti mereka? intinya dengan cara konsisten kita terhadap konten kita dengan konten yang berkualitas," katanya.

Untuk diketahui kata dia, pendengaran podcast di Indonesia itu aktif sebanyak 94 persen dengan mengkonsumsi podcast sambil beraktifitas (pekerjaan di rumah, mengemudi, olahraga dan belanja dan lain-lain).

"Bahkan, Indonesia saat ini di peringkat kedua pendengar terbanyak di Dunia, yang pertama Brazil jadi ini sangat banyak peluang untuk kita," imbuhnya.

Dia menjelaskan, bahwa Penikmat Podcast di Indonesia jika di presentasikan dalam kategori yakni, Laki laki 69,5. Perempuan 28,2. Tidak menjawab ada 2,3 persen.

Sedangkan, usia kurang dari 15 tahun 1,2 persen, 16-20 tahun 9,2 persen, 21-25 39,3 persen, 26-30 tahun 18,5b persen, 31-35 tahun 10,4 persen, 36-35 tahun, 5,2 persen, 41-45 tahun 7,5 persen, lebih dari 45 tahun 8,9 persen.

"Untuk pendengar, Malam di atas 20.00 WIB 41 persen, sore 15.00-20.00 WIB 19.2 persen, Siang 10.00-15.00 WIB 18 persen, pagi 06.00-10.00 WIB 21,5 persen. Di jalan kendaraan pribadi ada 16,9 persen, ditepat kegiatan kantor dan lain lain ada 12,8 persen, di jalan angkuta umum ada 11 persen, lail-lain 8,7 persen dan di rumah 50,7 persen," jelasnya.

Sedangkan kata dia, ada lima Genre populer, mulai dari remaja, horor, komedi, chat shows, audio drama atau story telling. Tentu, ini bisa membantu soal pembuatan konten awal.

"Untuk Platform sportify masih mendominasi sebagai platform yang paling banyak digunakan pendengar, untuk noic perlahan tapi pasti mulai meraih popularitas," katanya.

"Sedangkan, untuk komunitas, ada komunitas podcast terbesar di Indonesia, komunitas podcaster jawa timur, komunitas podcast tuna netra Indonesia dan komunitas DYSWIS (Berbagai konten podcast), dan ini bisa menjadi salah satu rujukan juga," jelasnya lagi.

Dirinya memberikan pesan, jika dalam produksi harus ada yang memainkan sistem merekrut podcast-podcast potensial, produksi konten dan menjembatani dengan agency atau brand atau kesempatan kolaborasi.

Serta, membuat terobosan training, kegiatan pelatihan untuk memperkenalkan podcast ke berbagai kalangan, minimal dengan total sudah lebih dari 30 kelas dasar dan masterclass digelar.

"The busuness models yakni seperti platform based, advertisement, PAID subcraption indairect, pada intinya kita harus konsisten dengan apa yang kita lakukan atau membuat konten itu dengan kualitas sangat bagus," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Tiga Dara Bahas Riset Kenapa Cowok Suka Gak Nyambung! Katanya Karena Masuk Goa

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 21:15 WIB

Putusan MK soal Kuota Hangus: Konsumen Untung atau Buntung?

Putusan MK soal Kuota Hangus: Konsumen Untung atau Buntung?

Video | Selasa, 01 September 2026 | 15:30 WIB

NGORBIT: Aghniny Haque Bongkar Chemistry di Balik Syuting Film Bisikan Desa Gringsing

NGORBIT: Aghniny Haque Bongkar Chemistry di Balik Syuting Film Bisikan Desa Gringsing

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

DeepTalk: Setelah Putusan MK, Harga Paket Kuota Internet Bakal Naik

DeepTalk: Setelah Putusan MK, Harga Paket Kuota Internet Bakal Naik

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:49 WIB

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

News | Senin, 21 September 2026 | 16:47 WIB

4 Rekomendasi HP Murah Lancar Main Game, Push Rank MLBB Aman!

4 Rekomendasi HP Murah Lancar Main Game, Push Rank MLBB Aman!

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 16:45 WIB

Cacat Hukum dan Tabrak Aturan, Komisi A DPRD DKI Desak Lapangan Padel di Meruya Dibongkar

Cacat Hukum dan Tabrak Aturan, Komisi A DPRD DKI Desak Lapangan Padel di Meruya Dibongkar

News | Senin, 21 September 2026 | 16:41 WIB

Begini Kisi-kisi RUU Migas yang Mau Dibahas Pemerintah

Begini Kisi-kisi RUU Migas yang Mau Dibahas Pemerintah

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:40 WIB

139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus

139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 16:40 WIB

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:39 WIB

Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien

Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 16:38 WIB

Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Bali | Senin, 21 September 2026 | 16:38 WIB

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Awas Tersesat! Film Horor 'Urang Bunian' Siap Bawa Penonton Masuk ke Dimensi Lain

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:35 WIB

×