Suara.com - Industri media lokal menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah perubahan perilaku audiens dan perkembangan teknologi digital.
Persaingan mendapatkan perhatian publik, perubahan model bisnis, hingga ketergantungan pada pendapatan iklan menjadi persoalan yang perlu dihadapi secara serius.
Hal tersebut jadi salah satu pembahasan Haryo Limanseto, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam Local Media Summit (LMS) 2026 di Hotel Manhattan Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, media lokal perlu terus beradaptasi dan mencari sumber nilai baru agar tetap relevan dan berkelanjutan.
Tidak hanya mengandalkan produksi berita, media dapat mengembangkan komunitas, konten kreatif, kolaborasi, hingga berbagai inovasi digital.
Dengan memahami kebutuhan audiens dan kekuatan lokal, media daerah memiliki peluang untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat.
Tantangan industri media pada akhirnya bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.