Pelanggaran HAM Berat Paniai, Dakwaan Jaksa Ringankan Terdakwa dan Tutup Peluang Pelaku Lain

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 03 November 2022 | 21:41 WIB
Pelanggaran HAM Berat Paniai, Dakwaan Jaksa Ringankan Terdakwa dan Tutup Peluang Pelaku Lain
Sidang kedua kasus pelanggaran HAM Berat Paniai Papua dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu 28 September 2022 [KabarMakassar.com]

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS mengungkap perbedaan kronologi dari Komnas HAM dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada sidang pelanggaran HAM berat Paniai, Papua.

Perbedaan itu dinilai berpotensi meringankan terdakwa yang masih berjumlah satu orang yakni Mayor Inf (Purn) Isak Sattu (IS), purnawirawan TNI-AD, mantan Perwira Penghubung Kodim 1705, Kabupaten Paniai.

Lebih jauh juga berpotensi menutup peluang menjerat para pelaku lain. Sebab dalam temuan Komnas HAM pelaku bukan hanya Isak Sattu seorang.

"Perbedaan ini juga menunjukkan indikator posisi dan keberpihakan kedua lembaga penegak hukum terhadap para pihak baik pelaku ataupun korban," kata Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty Stephanie kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Pretty mengatakan dakwaan jaksa lebih cenderung meringankan terdakwa dan berpotensi menutup pelaku lainnya untuk dijerat.

"Pada kejadian 8 Desember 2014 dakwaan JPU tidak memberi detail senjata api yang digunakan pelaku, tapi mendeskripsikan bahwa massa aksi membawa sejumlah senjata tajam seperti kapak, parang, panah, batu dan kayu," papar Pretty.

Sementara pada temuan Komnas HAM, bertolak belakang dengan dakwaaan jaksa. Dalam ringkasannya memberi detail senjata api yang digunakan para pelaku yakni aparat polisi menggunakan senjata api AK 47, SS 1, dan SS V2 Sabhara, dan anggota Brimob (BKO) menggunakan Senpi AK 101 dan SS1 Kal 5,56 mm.

"Sementara Aparat TNI (Timsus 753) menggunakan Senpi Laras Panjang, Senpi M-16 caliber 5.56 mm, Senpi caliber 7,62 mm, Senpi jenis SS-1 V3, dan Senpi jenis Stand. Anggota Koramil Enarotali menggunakan Senpi Genggam Jenis FN, Senpi Panjang Jenis Stand, Jenis M-16, Jenis SS-V1, dan Jenis S.O. Daewo. Sedangkan tidak menyebutkan bahwa massa aksi membawa senjata tajam," ungkap Pretty.

Kemudian dakwaan jaksa tidak menyebut korban meninggal sebanyak empat orang masih berusia anak. Pada temuan Komnas HAM, empat korban ditegaskan masih berusia anak.

baca juga

Perbedaan dakwaan jaksa dengan temuan Komnas HAM menurut Pretty, disebabkan minimnya pelibatan para korban dan keluarganya pada proses penyidikan.

"Sementara kronik dan detail informasi di dakwaan sangat didominasi narasi dari sisi TNI/Polri," ujarnya.

Atas hal itu KontraS berharap Majelis Hakim dapat menggali informasi dan keterangan lebih banyak dari masyarakat sipil, khususnya pada korban dan keluarganya.

"Untuk menyeimbangkan minimnya pelibatan kesaksian warga sipil dan para penyintas serta keluarga korban sedari awal penyidikan," katanya.

Sidang perdana pelanggaran HAM berat Paniai digelar pada Rabu (21/9) lalu di Pengadilan HAM, Makassar dengan terdakwa yang masih berjumlah satu orang yakni Mayor Inf (Purn) Isak Sattu (IS), purnawirawan TNI-AD. Kekinian persidangannya pun masih berjalan.

Pelanggaran HAM Berat Paniai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saksi Pelanggaran HAM Berat Paniai Diancam, LPSK Kemana?

Saksi Pelanggaran HAM Berat Paniai Diancam, LPSK Kemana?

News | Kamis, 03 November 2022 | 20:09 WIB

Media Asing Sebut Wajib Ada Konsekuensi Hukum kepada Pejabat PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan

Media Asing Sebut Wajib Ada Konsekuensi Hukum kepada Pejabat PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan

Bekaci | Kamis, 03 November 2022 | 18:30 WIB

Siap-siap! Komnas HAM Bakal Permasalahkan FIFA soal Tragedi Kanjuruhan

Siap-siap! Komnas HAM Bakal Permasalahkan FIFA soal Tragedi Kanjuruhan

News | Kamis, 03 November 2022 | 16:37 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:40 WIB

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:34 WIB

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:30 WIB

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 16:28 WIB

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:26 WIB

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:22 WIB

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:21 WIB

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:18 WIB

×