Siapa Raja Ali Haji yang Jadi Tokoh di Google Doodle Hari Ini?

Aulia Hafisa | Suara.com

Sabtu, 05 November 2022 | 12:12 WIB
Siapa Raja Ali Haji yang Jadi Tokoh di Google Doodle Hari Ini?
Siapa Raja Ali Haji (Google doodle)

Suara.com - Google Doodle pada hari ini, Sabtu (5/11),  menampilkan sosok pria paruh baya berkacamata dan mengenakan peci dengan desain halaman buku dan pena. Sosok tersebut merupakan Raja Ali Haji. Lantas, sebenarnya siapa Raja Ali Haji? Simak ulasannya berikut ini. 

Raja Ali Haji ini merupakan bangsawan melayu dan sastrawan abad 19 yang memelopori penyusunan dasar-dasar tata bahasa Melayu. Untuk mengenang jasanya, tokoh di Google Doodle hari ini menampilkan sosoknya.

Nah bagi yang ingin mengenal lebih dekat siapa Raja Ali Haji, mari simak profilnya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

Profil Raja Ali Haji

Diketahui, Raja Ali Haji ini merupakan keturunan Bugis Melayu yang dikenal dengan karyanya sajak Gurindam Dua Belas tahun 1874. Pria yang lahir tahun 1808 silam ini putera dari pasangan Raja Ahmad dan Encik Hamidah. Raja Ali Haji juga merupakan cucu pejuang asal Bugis, Raja Ali Haji Fisabilillah. 

Raja Ali Haji menerima pendidikan pertamanya di lingkungan istana Kesultanan Riau-Lingga, Pulau Penyengat. Beliau juga diketahui mendapat pendidikan di luar lingkungan kesultanan saat ikut ayahnya ke Betawi.

 Raja Ali Haji ini dikenal sebagai sosok yang pertama kali merilis buku Pedoman Bahasa tentang dasar-dasar tata bahasa Melayu, yang kemudian dijadikan sebagai cikal bakal lahirnya bahasa Indonesia melalui Kongres Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928.

Perjalanan Karir

Memasuki usianya yang ke 20 tahun, Raja Ali Haji terjun ke dunia politik dengan diberi kepercayaan untuk mengemban tugas kenegaraan penting. Pada usianya yang ke 32 tahun, Raja Ali Haji ditunjuk memerintah di Lingga bersama sepupunya, Raja Ali bin Raja Ja'far. 

Bukan aktif dalam dunia politik, Raja Ali Haji juga aktif sebagai sastrawan dan banyak menghasilkan karya terkemuka. Beliau diketahui merilis buku yang berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa yang berisi kamus Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga.

Adapun karya paling tersohor milik Raja Ali Haji yaitu Gurindam Dua Belas, yang mana ini berisi puisi Melayu lama. Puisi ini memiliki ciri khas dengan istilah tasawuf, metafora, dan kata-kata kiasan.

Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas pada usianya yang ke 38 tahun di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Adapun tujuan dari penulisan karya sastra ini yaitu agar nilai-nilai keislaman tak mudah terkikis konflik internal maupun eksternal di kalangan masyarakat Melayu.

Demikian ulasan mengenai siapa Raja Ali Haji yang jadi tokoh Google Doodle hari ini (5/11/2022). Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Memilih Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad Sebagai Ikon Google Doodle Hari In

Google Memilih Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad Sebagai Ikon Google Doodle Hari In

| Sabtu, 05 November 2022 | 11:13 WIB

Ali Haji bin Raja Haji Ahmad dan Mahakarya Gurindam Dua Belas: Pernah Dinyanyikan Soimah Dkk

Ali Haji bin Raja Haji Ahmad dan Mahakarya Gurindam Dua Belas: Pernah Dinyanyikan Soimah Dkk

Bekaci | Sabtu, 05 November 2022 | 11:12 WIB

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad Jadi Google Doodle Hari Ini, Sang Bapak Bahasa Indonesia

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad Jadi Google Doodle Hari Ini, Sang Bapak Bahasa Indonesia

Tekno | Sabtu, 05 November 2022 | 10:57 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB