Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan akan adanya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) seraya diresmikannya tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua. Tito menyebut kalau Perppu tersebut bakal mengakomodir segala kebutuhan dari Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
"Nanti implikasinya akan luas, nanti akan lahir Perppu untuk mengakomodir adanya provinsi-provinsi baru ini," kata Tito dalam pidato di acara Peresmian Provinsi dan Pelantikan Penjabat Kepala Daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022).
Tito mengatakan bahwa akan ada penambahan anggota DPR RI dan DPD RI sebagai imbas dari bertambahnya provinsi.
Menurutnya, akan ada anggota dewan dan senator di provinsi baru Papua yang bisa dipilih pada pemilu berikutnya.
"Karena satu provinsi undang-undang mengatakan empat perwakilan DPD. Berarti kalau empat kali lima ada 20 orang anggota DPD, yang itu suara Papua akan lebih kuat disampaikan di DPD. Termasuk DPR RI akan ada penambahan juga, pasti," jelasnya.
"Tentunya kita harapkan aspirasi masyarakat dalam mekanisme konstitusional di Senayan," tambah Tito.
Resmikan Tiga Provinsi Baru
Mendagri Tito Karnavian meresmikan tiga provinsi baru yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022).
Bersamaan dengan itu, Tito juga turut melantik tiga kepala daerah untuk provinsi tersebut. Proses peresmian diawali dengan pernyataan dari Tiro.
"Saya Muhammad Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2022, provinsi Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2022, dan Papua Pegunungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2022," kata Tito.
Setelah itu, proses peresmian tiga provinsi baru dilanjutkan dengan pemukulan tifa oleh Tito. Lalu, dilanjutkan dengan penandatangan prasasti.
Acara lalu dilanjutkan dengan pelantikan tiga kepala daerah untuk provinsi baru. Proses pelantikan dilakukan dengan mengucapkan sumpah janji jabatan.
Adapun Tito melantik Rektor Universitas Cendrawasih Papua Apolo Safanpo menjadi Pj Gubernur Papua Selatan, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo menjadi Pj Gubernur Papua Pegunungan dan Kepala Dinas Sosial Kependudukan serta Catatan Sipil Papua Ribka Haluk untuk Pj Gubernur Papua Tengah.